Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Perkuat Ketahanan Ekonomi, Inovasi Monitoring Biopori Digital Mulai Diterapkan di Bojongsoang

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 8 April 2026

Biopori Digital

JurnalPost.com – Kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kembali bersiap menghadapi tantangan banjir musiman yang kerap melanda wilayah tersebut. Sebagai wilayah yang berada di titik rendah dan sering dijuluki sebagai “mangkuk” Bandung, warga di sepanjang Jalan H. Mansyur, Neglasari, kini mulai memperkenalkan inovasi baru berupa Sistem Informasi Monitoring Penerapan Lubang Resapan Biopori untuk memitigasi dampak banjir. Bagi warga RT 09 Neglasari, ancaman banjir bukan sekadar akibat curah hujan lokal, melainkan “banjir kiriman” akibat pembukaan pintu bendungan di wilayah hulu. Salah seorang warga menuturkan bahwa air biasanya merendam pemukiman selama satu hingga dua jam jika hanya kiriman singkat, namun bisa bertahan hingga tiga hari saat puncak musim penghujan tiba. Kondisi ini berdampak langsung pada roda ekonomi lokal, di mana banyak pelaku UMKM dan warung warga terpaksa tutup total saat genangan air mulai masuk ke rumah.

Menghadapi anomali cuaca yang kian ekstrem, solusi konvensional dinilai tidak lagi cukup. Melalui proyek mata kuliah Program Studi Sistem Informasi yang diketuai oleh Dr. Runik Machfiroh, S.Pd., M.Pd. sistem informasi monitoring biopori hadir sebagai solusi cerdas untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Meskipun lubang biopori memiliki keterbatasan kapasitas, teknologi ini memiliki peran krusial pada fase pasca-banjir melalui fungsi Infiltrasi Mikro. Sistem ini memungkinkan pemantauan efektivitas lubang resapan secara real-time. Melalui data digital, warga dapat segera mengidentifikasi titik mana saja yang tersumbat sedimen pasca-banjir untuk segera dibersihkan. Selain itu, akurasi data kecepatan resapan air ini menjadi panduan penting bagi pelaku UMKM untuk memprediksi kapan warung mereka aman untuk kembali beroperasi.

Proyek ini mengadopsi konsep global Sponge City atau Kota Spons, di mana setiap jengkal tanah dioptimalkan untuk menyerap air semaksimal mungkin guna membangun resiliensi perkotaan. Di tengah kebiasaan warga yang selama ini hanya bisa bersiap dengan mengangkat barang-barang ke tempat lebih tinggi, kehadiran sistem yang terorganisir ini memberikan harapan baru. Dengan adanya monitoring biopori yang terintegrasi, diharapkan beban sosial warga Neglasari dapat berkurang dan aktivitas ekonomi tidak perlu terhenti terlalu lama setiap kali musim penghujan melanda kawasan Bojongsoang

Sumber: Wawancara Lapangan Neglasari, Februari 2026
Penulis :
1. Rizky Pratama Affandi Putra – 102022300322
2. Muhammad Varel Arifianta -102022300088
3. Rindu Naella Darmawan – 102022330168
4. Wildan Zaaqi – 102022300154
5. Wildan Yudhistira – 102022300228
6. Naswa Gyna Sahira -102022300287
7. Naufal Rafi – 102022300279
8. Kania Shafa Az Zahra – 102022300122

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/perkuat-ketahanan-ekonomi-inovasi-monitoring-biopori-digital-mulai-diterapkan-di-bojongsoang/24514/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 06:33.