Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Perkembangan Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan Potensi Energi Terbarukan di Kota Semarang

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 Mei 2024

Oleh: Thitto Ardian Putra P

Kebijakan dan Pertumbuhan Energi Terbarukan di Indonesia.
Dalam upaya global menuju keberlanjutan energi, teknologi energi terbarukan memainkan peranan krusial dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) yang ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2030. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah salah satu bentuk teknologi energi terbarukan yang telah mendapatkan perhatian khusus, mengingat potensinya yang besar dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah, khususnya di negara-negara dengan intensitas sinar matahari yang tinggi seperti Indonesia. Kebijakan dan pertumbuhan energi terbarukan di indonesia ini telah ditetakan kerangka kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan melalui Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional (KEN) [1]. Kebijakan ini secara eksplisit mengakui pentingnya energi terbarukan dan menetapkan landasan hukum untuk integrasi lebih lanjut dari teknologi ini dalam matriks energi nasional.

Langkah konkret lebih lanjut diambil dengan penerbitan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 49 Tahun 2018 [1]. Regulasi ini khusus mengatur tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh konsumen PT PLN (Persero), yang merupakan perusahaan listrik negara. Aturan ini memungkinkan dan mendorong konsumen domestik dan industri untuk memasang sistem PLTS Atap, yang tidak hanya dapat mengurangi beban pada jaringan listrik konvensional tetapi juga mempromosikan penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dampak dari kebijakan dan pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia ini terlihatjelas dalam data statistik penggunaan PLTS Atap, yang menunjukkan peningkatan penggunaan hingga 181% pada September 2019 [1]. Lonjakan ini menandakan respons positif dari masyarakat dan industri terhadap inisiatif pemerintah dalam mendorong adopsi energi terbarukan. Ini juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya negara untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Secara keseluruhan, Indonesia telah mengambil langkah penting menuju transformasi energinya dengan mendorong penggunaan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya mendukung tujuan lingkungan global tetapi juga menawarkan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi penduduk lokal.

Kota Semarang, dengan karakteristik geografis dan iklimnya yang unik, menyediakan kesempatan yang besar untuk pengembangan energi terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap. Tingginya isolasinya menjadikan kota ini sebagai lokasi ideal untuk pemasangan sistem PLTS. Adanya potensi optimalisasi dan tantangan pengembangan PLTS atap di Kota Semarang. Semarang, terletak di wilayah tropis Indonesia, menikmati tingkat insolasi matahari yang tinggi sepanjang tahun. Hal ini tidak hanya memperkuat potensi energi surya tetapi juga memberikan peluang bagi penduduknya untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Pengembangan PLTS Atap di area dengan permukiman teratur, seperti yang banyak ditemukan di Semarang, memungkinkan optimalisasi pemanfaatan lahan tanpa memerlukan ruang tambahan, karena sistem ini dapat terintegrasi dengan baik di atap bangunan [2].

Gambar 1.1 PLTS Atap https://tropis.co/wp-content/uploads/2021/04/PLTS-Atap.jpg

Pengaruh insolasi terhadap efisiensi PLTS kota Semarang memiliki beberapa keunggulan dalam hal itu tetapi, eknologi PLTS saat ini masih menghadapi kendala efisiensi. Efisiensi konversi energi surya menjadi listrik masih dianggap relatif rendah. Hal ini tercermin dari karakteristik I-V (arus dan tegangan) dari PLTS yang menunjukkan bahwa efisiensi konversi energi masih memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan terus dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja sel surya, dengan harapan meningkatkan efisiensi dan menjadikan teknologi ini lebih ekonomis dan kompetitif [2]. Di Kota Semarang, peningkatan jumlah penggunaan modul PLTS telah terlihat, menunjukkan kesadaran yang tumbuh dan penerimaan teknologi ini di kalangan masyarakat. Namun, agar bisa berkontribusi secara signifikan terhadap kebutuhan energi lokal dan pencapaian target keberlanjutan, perlu ada upaya lebih lanjut dalam memfasilitasi pengadopsian teknologi ini. Inisiatif pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional, dalam memberikan insentif, informasi, dan dukungan teknis kepada masyarakat sangat krusial [3].

Tantangan dan peluang ke depan terhadap optimalisasi pengembangan PLTS atap di kota Semarang ini pentingnya PLTS dalam strategi energi bersih, pemerintah dan institusi penelitian diharapkan terus mendorong inovasi dan efisiensi. Selain itu, pendidikan dan kampanye kesadaran publik tentang manfaat energi terbarukan dapat memainkan peran penting dalam mempercepat adopsi PLTS di Semarang. Dengan memanfaatkan potensi insolasinya dan terus berinovasi dalam teknologi, Semarang memiliki peluang yang besar untuk menjadi model dalam penerapan energi surya di Indonesia, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Perkembangan dan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap di Indonesia.
Indonesia telah melakukan langkah-langkah signifikan dalam mempromosikan penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) pada tahun 2030. Kebijakan seperti Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 dan Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 telah memberikan dasar yang kuat untuk integrasi energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap, ke dalam matriks energi nasional. Adopsi teknologi ini di Indonesia, termasuk di Kota Semarang, telah menunjukkan peningkatan signifikan, dengan penggunaan PLTS Atap meningkat hingga 181% pada September 2019. Hal ini mencerminkan respons positif masyarakat dan industri terhadap inisiatif pemerintah dalam mendorong energi bersih. Kota Semarang, dengan potensi insolasi matahari yang tinggi, menawarkan peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut dari PLTS Atap. Meskipun terdapat tantangan seperti efisiensi konversi energi yang masih perlu ditingkatkan, peningkatan adopsi teknologi ini menunjukkan kesadaran yang berkembang dan penerimaan yang luas di kalangan masyarakat. Untuk memaksimalkan potensi ini, dukungan lebih lanjut dari pemerintah dalam bentuk insentif, informasi, dan dukungan teknis sangat diperlukan.

Melihat ke depan, penting bagi pemerintah dan institusi penelitian untuk terus mendorong inovasi dan peningkatan efisiensi dalam teknologi PLTS. Edukasi dan kampanye kesadaran publik juga memainkan peran penting dalam mempercepat adopsi teknologi ini. Semarang, dengan upayanya yang terus menerus, berpotensi besar menjadi contoh penerapan energi surya di Indonesia, membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional, dan memperbaiki kualitas hidup serta keberlanjutan lingkungan.

Referensi;
-[1] demsemarang (2020) Memanfaatkan Potensi Energi Surya di Wilayah Semarang. Available at: https://www.kompasiana. com/demsemarang/5ed79d6e097f366cf36e3dc2/memanfaatkan-potensi-energi-surya-di-wilayah-semarang?page=all#section1 (Accessed: [ 1 Mei 2024]).
-[2] Riptek (Semarang Kota) Analisis Potensi Energi Sinar Matahari dan Energi Angin di Pusat Kota Semarang. Available at: https://riptek.semarangkota .go.id/index.php/riptek/article/view/68/64 (Accessed: [ 1 Mei 2024]).
-[3] ResearchGate (2019) Analisis Potensi Energi Sinar Matahari dan Energi Angin di Pusat Kota Semarang. Available at: https://www.researchgate .net/publication/330956162_Analisis_Potensi_Energi_Sinar_Matahari_Dan_Energi_Agin_di_Pusat_Kota_Semarang (Accessed: [ 1 Mei 2024]).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/perkembangan-penggunaan-pembangkit-listrik-tenaga-surya-plts-atap-dan-potensi-energi-terbarukan-di-kota-semarang/14540/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 00:17.