
Sumber : https://www.pexels.com/photo/person-holding-laboratory-flask-2280571/
By : Yvonne Maria F S
Nanotechnology Engineering Student at Airlangga University
JurnalPost.com – Di era modern ini, semakin banyak inovasi terbarukan yang diterapkan pada berbagai bidang, salah satunya adalah penerapan material nano sebagai drug delivery system pada bidang Kesehatan. Salah satu peran nanoteknologi pada bidang Kesehatan yaitu perannya sebagai drug delivery system untuk pengobatan kanker.
Definisi dari nanopatikel sendiri merupakan partikel koloid padat yang memiliki ukuran sekitar 1-1000 nm. Nanopartikel sendiri, sering disebut sebagai nanocarrier, nanomaterial atau nanosomes. Salah satu tujuan penggunaan nanopartikel dalam pengobatan atau pada terapi kanker adalah untuk meningkatkan bioavabilitas dan distribusi obat.
Dalam perannya sebagai drug delivery system terutama dalam pengobatan kanker, salah satu nanomaterial yang digunakan ialah nanopartikel kitosan. Kitosan sendiri memiliki manfaat yaitu berperan untuk menyembuhkan luka, sebagai sarana penghantar obat dan gen. Yang akan dibahas pada artikel ini adalah peran kitosan sebagai nanoparticle yang digunakan untuk sarana penghantar obat.
Penggunaan kitosan dikarenakan kitosan sendiri merupakan polimer yang larut dalam air dengan sifat biocompatible, biodegradable, tidak beracun dan tidak mahal. Selain itu, kitosan sendiri memiliki akotivitas antitumoryang baik berdasarkan uji terhadap berbagai lini sel kanker secara in vivo. Selain peran kitosan dalam pengobatan atau terapi kanker, kitosan disarankan untuk pengobatan penyakit lokal paru-paru seperti cystic fibrosis.
Pengembangan nanopartikel dalam pemanfaatannya pada terapi kanker umumnya ditaergetkan sebagai obat kemoterapi, gen bunuh diri, atau tumor suppresor gene. Selain nanoparticle kitosan, nanopartikel emas (AuNP) telah diuji pada uji klinik fase 2 terhadap kanker stadium lanjut yang tidak responsif terhadap terapi konvensional. Namun, dengan segala inovasi terbarukan ini, tentu ada permasalahan dalam penggunaan nanopartikel, salah satunya adalah opsonisasi permukaan nanopartikel.
Selain perannya sebagai drug delivery system pada pengobatan kanker, nanoparticle kitosan sendiri memiliki beberapa peran penghantar obat lainnya, salah satunya dalam penghantar vaksin. Selain berperan sebagai penghantar vaksin, nanoparticle kitosan sendiri berperan pada terapi fotodinamik. Terapi fotodinamik ini terkenal sebagai salah satu alternatif dala pengobatan kanker. Hal ini dikarenakan nanoparticle magnetik kitosan dapat memberikan biokamapatibilitas, biodegradabilitas, tidak beracun dan memiliki kelarutan air yang sangat baik.
Nanoparticle kitosan sendiri dapat berperan sebagai drug delivery system sebagai pengobatan diabetes. kitosan dapat memperbaiki absorpsi insulin dan memiliki kemampuan berinteraksi dengan mukosa usus. Selain itu, dengan sifatnya yang mudah larut air, membuat kitosan merupakan sistem penghantar protein yang potensial.
Kitosan juga merupakan vector penghantar gen yang menjanjikan. Kompleks pada kitosan dapat menghambar pertumbuhan tumor melalui berbagai fungsi.
Nanopartikel terutama nanopartikel kitosan memiliki potensi yang besar terhadap dunia kesehatan salah satunya berperan sebagai sarana penghantar obat (Drug delivery system). Namun, sebagai inovasi terbarukan, tentu saja masih harus dilakukan pengembangan lebih lanjut agar dapat meminimalisir tantangan yang ada sehingga nanopartikel dapat digunakan secara maksimal dan perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terutama di Indonesia agar kitosan sendiri dapat digunakan sesuai dengan perannya oleh industri farmasi.
Sumber :
Arofik, H. N., & Muchtaromah, B. (2023). Aplikasi Teknologi Nanopartikel Pada Pengobatan Kanker. 2(4), 1578–1585.
Irianto, H. E. (2011). PROSES DAN APLIKASI NANOPARTIKEL KITOSAN. 6(1), 1–8.
Sun, Y.S., Chen, Z., Yang, X., Huang, P., Zhou, X., and Du, X. 2009. Magnetic chitosan nanoparticles as a drug delivery system for targeting photodynamic therapy. Nanotechnology 20, 135102: 8 pp.
Sona, P.S. 2010. Nanoparticulate drug delivery system for the treatment of diabetes. Digest Journal of Nanomaterials and Biostructures 5 (2): 411–418.
Anonim. 2008. Chitosan: Apakah manfaat chitosan? Naturakos Vol. III (7): 10–12