
JurnalPost.com – Kampus mengajar merupakan bagian dari pembelajaran untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bukan saja dilingkungan kampus namun diluar lingkungan kampus. Pada program kampus mengajar ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk dapat memberikan bantuan dalam proses belajar mengajar disekolah. Dalam pemilihan penempatan sekolah berdasarkan sesuai dengan sekolah yang paling membutuhkan dalam peningkatan literasi. Mahasiswa ditempatkan untuk membantu bapak/ibu guru agar dapat memberikan pembelajaran secara optimal.
Program kampus mengajar sudah lama berkolaborasi dengan kampus Universitas Sumatera Utara yang pada sekarang ini kampus mengajar sudah menjalankan angkatan ke-7. Saat ini saya Ayunda Irawati (210902065) merupakan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial yang ikut berpartisipasi dalam program kampus mengajar angkatan 7. Dimana kegiatan kampus mengajar yang saya jalani ini disandingkan dengan mata kuliah PKL 1 di semester 6. Praktik yang saya lakukan yaitu di SD Ngeri 101826 Tuntungan.

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 4 bulan dimulai dari tanggal 26 Februari 2024 dan berakhir 16 Juni 2024. Langkah awal yang saya lakukan yaitu melakukan observasi selama kurang lebih 4 hari dari tanggal 27 Februari-1 Maret 2024. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui keadaan lingkungan sekolah sekaligus juga melakukan perkenalan diri kepada pihak sekolah dan juga siswa/siswi. Perkenalan dan pendekatan awal yang dilakukan kepada siswa/siswa yaitu dengan memberikan games dan bernyanyi bersama.
Untuk meralisasikan program kerja yang telah saya buat, dalam hal ini saya menggunakan beberapa tahapan pelayanan pekerjaan sosial yaitu tahapan metode Group Work. Adapun tahapan yang dijalani, yaitu:
1. Engagement, Inttake, Contract
Pada tahapan ini saya memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud dan juga tujuan saya datang ke sekolah tersebut. Saya juga melakukan pendekatan awal kepada pihak sekolah untuk mengenal sedikit terkait lingkungan sekolah.
2. Assessment
Pada tahapan ini melakukan pengumpulan data-data mengenai siswa yang kurang lancar membaca. Disini saya mengajak siswa mengambil buku bacaan kesukaan mereka diperpustakaan untuk dibaca bersama-sama dikelas. Dari yang saya perhatikan ada beberapa peserta didik yang masih kurang lancar membaca.
3. Planning
Pada tahap ini saya membuat strategi yang dilakukan untuk menangani permasalahan klien, dimana dilakukan juga kesepakatan dengan siswa/i. Saya membuat perencanaan program yaitu program Klinik Seca dilakukan secara rutin setiap hari selasa. Selain Klinik Seca adapun program yang saya jalani yaitu Gerakan 15 menit membaca dilakukan didalam kelas.
4. Intervensi
Pada tahap ini saya melakukan proses strategi yang sudah disepakati diawal. Pada program Klinik Seca, saya mengumpulkan siswa/siswi yang kurang lancar membaca dalam satu ruang kelas dan saya mengajak siswa/siswi untuk ke perpustakaan dan memilih buku kesukaan mereka masing-masing lalu di dalam kelas saya mengajari mereka satu persatu membaca. Untuk program yang Gerakan 15 menit membaca saya melakukannya didalam kelas masing-masing siswa, jadi sebelum siswa/siswi memulai pembelajaran dilakukan membaca selama 15 menit masing-masing siswa/siswi.
5. Evaluasi
Pada tahap ini saya melakukan penilaian terhadap pencapaian siswa/siswi selama menjalankan tahapan perencanaan diawal. Saya menemukan program yang saya rancang membawa perubahan dan juga peningkatan kemampuan membaca siswa/siswi. Dapat dikatakan bahwa strategi yang saya buat berjalan dengan baik.
6. Terminasi
Pada tahap ini yaitu melakukan pemutusan hubungan kontrak dengan klien. Tahapan ini dilakukan karena sudah tercapainya perencanaan yang saya buat sehingga membawa perubahan untuk siswa/siswi.
Adapun harapan saya agar siswa/siswi agar terus meningkatkan kemampuan membaca dan dapat memberikan nilai yang positif.
Oleh: Ayunda Irawati