
Oleh: Shirin Ebadi P
JurnalPost.com – Industri 5.0 membawa perubahan besar pada sektor nanoteknologi melalui kolaborasi harmonis antara manusia dan mesin. Mesin yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), dan robotika mampu melakukan analisis data besar, simulasi material, serta produksi nanomaterial dengan presisi dan kecepatan tinggi, melampaui kemampuan manusia secara manual.
Sementara itu, manusia tetap berperan penting dalam merancang konsep, mengawasi proses, dan mengambil keputusan strategis yang membutuhkan kreativitas, intuisi, dan pengalaman. Sinergi ini menciptakan ekosistem inovasi yang dinamis dan efektif, mempercepat riset serta pengembangan nanoteknologi secara signifikan. Dengan perpaduan kemampuan mesin dan keahlian manusia, inovasi nanoteknologi menjadi lebih cepat dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Kolaborasi ini juga mendorong terciptanya produk nano berkualitas tinggi yang mendukung berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga energi terbarukan. Industri 5.0 menjadikan nanoteknologi sebagai salah satu pilar utama kemajuan teknologi masa depan.
Contoh nyata peran nanoteknologi dalam Industri 5.0 sangat beragam dan telah diterapkan di berbagai sektor. Jepang menjadi pelopor dalam penerapan konsep industry 5.0 atau society 5.0 di sektor nanoteknologi. Perusahaan Showa Denko memproduksi karbon nanotube yang dapat meningkatkan performa baterai lithium-ion, sangat penting bagi kendaraan Listrik dan perangkat elektronik modern.
Baterai lithium-ion yang diproduksi oleh Showa Denko bekerja dengan cara memindahkan ion lithium antara elektroda positif (katoda) dan elektroda negatif (anoda) melalui elektrolit cair. Katoda biasanya terbuat dari oksida logam lithium, sedangkan anoda menggunakan material grafit atau karbon. Saat baterai diisi ulang, ion lithium bergerak dari katoda menuju anoda melalui elektrolit dan disimpan di anoda, sementara elektron mengalir melalui sirkuit eksternal untuk menjaga keseimbangan muatan dan menyimpan energi dalam bentuk kimia.
Ketika baterai digunakan atau sedang mengeluarkan energi, ion lithium kembali bergerak dari anoda ke katoda melalui elektrolit, dan elektron mengalir melalui sirkuit eksternal menghasilkan arus listrik yang dapat menggerakkan perangkat elektronik. Di antara kedua elektroda, terdapat pemisah berupa membran tipis berpori yang berfungsi mencegah kontak langsung antar elektroda, sehingga menghindari korsleting dan memastikan baterai beroperasi dengan aman dan efisien.
Kolaborasi antara manusia dan mesin tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkaya proses inovasi. Manusia memberikan kreativitas, intuisi, dan pengalaman dalam riset nanoteknologi. Mesin mendukung dengan kecepatan, presisi, dan kemampuan analisis data besar. Bersama-sama, keduanya menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Inovasi nanoteknologi di era Industri 5.0 berkontribusi pada terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Showa Denko. (2019). Showa Denko – Wikipedia bahasa Indonesia. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Showa_Denko
Tullah, R. H. (2025). Pemodelan dan Simulasi Estimasi State of Charge pada Baterai jenis Lithium–Ion berbasis Impedansi Internal. Universitas Andalas.
Wen, J., Kaur, K., Maulidina, N. A., Hasib, S. A., & Kamali, M. A. (2022). SOH prediction of lithium battery based on IC curve feature and BP neural network. ScienceDirect.