
Muhammad Miqdad
202110040311417
Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang
AIDA adalah sebuah model pemasaran yang dapat dijadikan panduan untuk menjalankan strategi marketing, serta dapat membantu meningkatkan penjualan produk. model ini dapat memberitahu produsen bagaiamana cara seseorang menjadi pembeli, bahkan pelangggan setia. AIDA adalah akronim dari Awareness (Kesadaran/Daya Tarik), Interest (Minat), Desire (Keinginan), dan Action (Aksi). Dari setiap akronim itu memiliki peran penting dalam membentuk seseorang audiens menjadi komsumen
Model AIDA pertama kali diperkenalkan oleh Elias St. Elmo Lewis, seorang pelopor dalam dunia periklanan dan penjualan asal Amerika pada tahun 1899. Kemudian pada tahun 1909, konsep AIDA semakin berkembang, seperti bagaimana cara agar dapat menarik perhatian, menumbuhkan keinganan, meyakinkan, dan akhirnya menghasilkan tindakan atau aksi dari pelanggan (membeli).
Mari kita bahas satu persatu kepanjangan dari AIDA itu sendiri.
- Awareness(Kesadaran/Daya Tarik
Adalah kesadaran yang dimiliki oleh konsumen dalam suatu brand. Termasuk sejauh mana konsumen mengenal atau mengingat brand tersebut, ntah itu dari namanya, iconnya, produknya, dll. Cara untuk membangun awareness adalah dengan menciptakan konten yang informatif dan menarik, seperti mengikuti konten konten yang sedang trend. Yang terpenting adalah memastikan bahwa pesan yang disampaikan ini relevan dengan konsumen.
- Interest(Minat)
Adalah ketertarikan dalam suatu brand terhadap apa yang ia telah tewarkan. Tahap interest ini tidak bisa dilakukan apabila belum melewati tahapan awareness. Cara meningkatkan interest adalah dengan cara memberikan konten yang lebih mendalam dan meyakinkan, seperti membuat konten tentang ulasan – ulasan positif dari konsumen.
- Desire(Keinginan)
Setelah melewati tahapan awareness dan interest, masuklah tahapan desire yang mana sebuah brand harus memberikan kepercayaan atau keyakinan. Ntah itu dari pengiriman produk, kualitas produk, bahkan sampai proses pembelian yang mudah dan trasparan. Maka dari itu konsumen akan mulai sedikit demi sedikit percaya terhadap brand, karena apa yang brand itu tawarkan sesuai dengan apa yang di bayangkan konsumen. Dari kepercayaan itulah muncul rasa suka dan dari rasa suka itulah muncul rasa ingin.
- Action(Aksi)
Tahap terakhir yang artinya disinilah konsumen memutuskan apakah mereka bener – bener membeli produk tersebut. Disini kita harus memastikan bahwa konsumen mimiliki impresi dan pengalaman yang menyenangkan terhadap brand. Selain itu kita juga harus memastikan bahwa produk yang konsumen beli dan sudah konsumen terima sesuai dengan ekspetasi mereka. Dengan demikian konsumen akan memiliki potensi untuk berbelanja kembali dan bisa saja konsumen merekomendasikannya ke orang lain.
Dengan keempat tahapan tersebut atau yang bisa di sebut dengan AIDA, kita dapat menjadikannya sebagai salah satu alat pamungkas dalam strategi pemarasan. model AIDA ini memliki banyak kelebihan seperti, dapat mengatahui potensi kekuatan dan kelemahan dari produk kita sendiri, dapat mengubah audiens menjadi konsumen, dan banyak lainnya. Model AIDA ini bersifat abadi (tidak ada habisnya).