JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang bertepatan pada hari Sabtu (03/02/2024) serta berkolaborasi bersama Puskesmas Mulyorejo di dalam Posyandu Balai RW.03 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur untuk merealisasikan program kerja kelompok kami yaitu Sosialiasi Pencegahan Stunting yang berguna bagi para ibu dalam memperhatikan kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),serta Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu, Bapak Muhammad Luthfi, S.H., S.Sy., M.H.
Para Mahasiswa di bawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Muhammad Luthfi, S.H., S.Sy., M.H itu merupakan Kelompok 15 Gelombang 5 yang beranggotakan 5 orang yakni Muhammad Muchtar Pradika sebagai (Koordinator Kelompok), Farel Rizki sebagai (Wakil Koordinator), Moudy Mustika Puspa sebagai (Sekretaris), Rainata Elianda Pramudya sebagai (Bendahara), Ray Arsy Hanafi sebagai (Humas dan PDD).

Menurut Ani selaku Kader Posyandu RW.03, Kelurahan Pisang Candi banyaknya ibu yang memiliki balita di daerah tersebut serta pernah adanya kasus stunting didalam data posyandu RW.03, maka beliau setuju dengan proker tawaran kami yang dimana berguna untuk perkembangan pada balita dan disisi lain program ini juga berkesinambungan dengan program pemerintah Kota Malang pada saat ini untuk menekan angka stunting.
Dalam kegiatan ini kami melibatkan pihak Puskesmas Mulyorejo yang diwakili oleh Ibu Nuris Fikriana Mauliddah, S.Km sebagai pembawa materi Sosialisasi di Balai RW.03 yang dihadiri oleh para kader posyandu serta ibu-ibu yang memiliki balita.
Sebelumnya kita juga harus tau apa itu stunting, yang dimaksud stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuhnya lebih pendek disbanding teman-teman seusianya (standar normal) dan memiliki penyebab utama kekurangan gizi dalam jangka waktu cukup lama. Faktor penyebab balita mengalami stunting ialah factor orang tua yang kurang memberi asupan gizi serta faktor kebersihan tempat tinggalnya.
Cara menangani stunting yaitu bisa dengan program “ABCDE” A itu Aktif meminum tablet tambah darah, B itu Bumil teratur periksa kehamilan, C itu Cukupi konsumsi protein hewani, dan D itu Datang ke posyandu tiap bulan. Maka dengan adanya program “ABCDE” diharapkan dapat membantu para ibu untuk lebih memperhatikan lagi kesehatannya juga bayinya.
Penulis:
Rainata Elianda Pramudya
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang