Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pentingnya Manajemen Keuangan Pada Generasi Muda

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Desember 2025

Manajemen Keuangan

Penulis:
Stanley Darwinus Jayadi (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Neva Sefanya (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Valencia Pranoto (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Meike Kurniawati (Dosen Fakultas Psikologi – UNTAR)

JurnalPost.com – Laporan WWB “Empowering the Next Generation: A Path to Financial Confidence for Indonesia’s Youth” menunjukkan bahwa banyak anak muda menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan. Tekanan sosial, misinformasi, dan godaan impulsif konsumtif, pinjaman berisiko, yang membuat keputusan finansial sehari-hari menjadi lebih kompleks.
(https://money.kompas.com/read/2025/12/01/211956126/riset-wwb-anak-muda-indonesia-sulit-kelola-keuangan-rentan-terjerat-pinjol).

Kondisi ini tentu tidak dapat dibiarkan. Untuk menghindari perilaku keuangan berisiko, penting bagi generasi muda untuk mempunyai kemampuan dalam menyusun perencanaan pengelolaan keuangan yang efektif dan bertanggung jawab untuk menghindari masalah keuangan (Masdupi et al., 2019).

Manajemen keuangan pada dasarnya merupakan proses sistematis dalam mengelola keuangan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang (Pradita, 2021). Bagi sebagian besar generasi muda, manajemen keuangan mungkin adalah pengalaman pertama dalam mengelola keuangan secara pribadi (Asbaruna & Gorib, 2023).

Manajemen keuangan juga menjadi tantangan bagi generasi muda karena: (1) Adanya pengeluaran yang tidak menentu atau pengeluaran yang tidak diduga; (2) Terbatasnya pengetahuan tentang literasi keuangan seperti tabungan, investasi dan asuransi; (3) Ketidakstabilan dunia kerja seperti tuntutan pekerjaan yang tidak masuk akal dan tingkat turnover yang tinggi. Dewasa awal sering kali menghadapi ketidakstabilan ekonomi, terutama bagi mereka yang baru memulai karier atau masih dalam pendidikan. Kondisi ini mungkin membuat manajemen keuangan yang baik tidak selalu efektif dalam mengontrol pengeluaran;

(4) Tekanan sosial dari gaya hidup teman sebaya dan lingkungan; (5) Keinginan atau tuntutan untuk diakui secara sosial dan hidup dalam standar yang tinggi seperti membeli barang-barang mewah yang tidak dibutuhkan; (6) Perilaku belanja yang impulsif karena meningkatnya kebutuhan atau sekedar memenuhi gengsi (Mirza et al., 2024);

(7). Kurangnya pendidikan & pengetahuan, seseorang dengan tingkat pendidikan atau pengetahuan tinggi cenderung akan selalu memperhatikan serta waspada dengan masa depannya. Hal ini akan mendorong seseorang untuk lebih mencari tahu tentang istilah keuangan, penerapan kredit, pengelolaan aset, dan investasi sehingga dapat menentukan bagaimana perilaku manajemen keuangan dapat diterapkan dengan baik (Dewanti & Asandimitra, 2021).

Manajemen keuangan yang memadai memungkinkan individu untuk memilih produk dengan bijak, mengelola keuangan dengan efektif, merencanakan dan menata tujuan masa depan, serta membuat keputusan yang tepat dalam memilih dan memberikan masukan terhadap barang atau jasa yang dikonsumsi (Fitriyah & Putri, 2024).

Individu dengan keterampilan manajemen keuangan yang lebih baik juga cenderung lebih mampu mengelola pengeluaran dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan (Hikmah et al., 2020).

https://www.ppmschool.ac.id/manajemen-keuangan/#Tips_Manajemen_Keuangan memberikan beberapa tips sederhana bagaimana manajemen keuangan yang baik, antara lain : (1). Membuat anggaran yang realistis; (2). Mengontrol pembelian / pengeluaran yang bersifat impulsive & konsumtif; (3). Utamakan pembayaran hutang. Hutang adalah beban dalam keuangan. Mengurangi hutang akan mengurangi tekanan finansial; (4). Investasi jangka Panjang; (5). Manfaatkan teknologi keuangan untuk mempermudah pengelolaan keuangan; dan (6). Pengetahuan dan literasi keuangan yang terus menerus.

Saat seorang individu memiliki pengetahuan keuangan yang baik, individu akan mampu melakukan pengelolaan keuangan yang cerdas berupa pencatatan dan penganggaran, perbankan dan penggunaan kredit, simpanan dan pinjaman, pembayaran pajak, membuat pengeluaran yang krusial, membeli dan mengerti asuransi, investasi dalam bentuk material atau saham, dan membuat rencana dana pensiun (Kholilah & Iramani, 2013). Manajemen keuangan yang efektif tidak hanya melibatkan kemampuan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga pengembangan kebiasaan yang berkelanjutan, seperti pengelolaan tabungan dan investasi jangka panjang.

Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, meskipun individu memiliki pendapatan yang tinggi, pencapaian keamanan secara finansial akan menjadi tantangan yang sulit (Putri & Lestari, 2019). Manajemen keuangan harus dimulai sejak dini dan merupakan proses pembelajaran sepanjang hidup.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pentingnya-manajemen-keuangan-pada-generasi-muda/21473/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:48.