JurnalPost.com – Etika dalam memelihara hewan observasi ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan. Sebagai pemilik hewan, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan kita, serta memastikan bahwa kita memperlakukan mereka dengan baik dan menghormati hak-hak mereka. Misalnya, membawa hewan peliharaan ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan tahunan adalah bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kesehatan hewan. Etika hewan juga menjadi isu penting dalam diskursus etika lingkungan, karena manusia harus mempertimbangkan dampak dari perilaku buruk terhadap hewan dan lingkungan.
Dalam konteks cerita fabel pun, tokoh hewan sering digunakan untuk menggambarkan sifat sifat manusia, baik positif maupun negatif. Dimana cerita fabel ini kaya akan pesan moral dan nilai kehidupan, seperti Cerita Si Kancil, Kura Kura, Monyet Yang Rakus, atau Kisah Tiga Babi Kecil. Dengan adanya kisah yang terdapat pada cerita fabel ini bisa dipastikan merupakan bentuk implementasi dari kehidupan manusia secara nyata ke dalam bentuk khayalan. Beberapa bentuk penerapan dalam sebuah cerita fabel biasanya berangkat dari aktivitas atau pola pikir manusia. Oleh karena itu, akan sangat mudah menemukan beberapa karakter manusia dalam berbagai kisah fabel yang ada.
Berbicara terkait hewan observasi ini dapat merujuk pada hewan yang diamati dalam konteks penelitian atau pengamatan ilmiah, atau hewan peliharaan yang diamati dalam konteks perawatan dan pemeliharaan. Dalam konteks pemeliharaan hewan peliharaan, etika dalam pemeliharaan hewan observasi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan. Apalagi penggunaan hewan untuk kepentingan penelitian dan pengujian sampai saat ini masih tinggi. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang mempunyai rasa tanggung jawab harus menjaga etika kita dalam memelihara hewan observasi ini. Dimana hewan ini juga butuh makan, tempat tinggal yang cocok serta lingkungan yang bersih.
Hewan dapat beraktivitas dengan baik jika kesejahteraannya diperhatikan. Konsep kesejahteraan hewan (Animal welfare) telah diperkenalkan oleh World Organization of Animal Health yang kemudian diringkas menjadi 5 prinsip utama yang kemudian dikenal sebagai lima kebebasan hewan “five freedom” dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua hewan dan menjamin hewan yang dipelihara tidak akan mengalami penganiayaan. Kelima prinsip tersebut, yaitu : 1. Bebas dari rasa lapar dan haus, 2. Bebas dari rasa panas dan tidak nyaman, 3. Bebas dari luka, penyakit dan sakit, 4. Bebas dari rasa takut dan penderitaan, 5. Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami.
Etika hewan merupakan poin terpenting yang kompleks. Pendapat yang logis terkait cara memperlakukan hewan dengan baik atau salah menjadi lebih sulit sebab rasa cinta kita terhadap hewan. Menurut Prof. Dr. H. Dondin Sajuthi, MST. PH.D di dalam “Workshop on Bioethicsa” menyebutkan bahwa ada 3 prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) di dalam penelitian, yaitu respect (menghargai hewan sebagai makhluk hidup bukan benda mati), beneficiary yaitu menganalisis manfaat juga kerugian dari hewan tersebut, justice (bersikap adil dalam memanfaatkan hewan).
Dari prinsip 3 tadi yang disebutkan akan membantu kita dalam menentukan jenis-jenis hewan yang layak untuk dijadikan dalam penelitian. Mengenai pelaksanaan kesejahteraan hewan dalam suatu penelitian tidak lupa melibatkan dokter hewan dalam pengawasannya, karena jika tidak adanya pengawasan oleh dokter hewan dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal. Dan sebuah proposal penelitian yang sudah disetujui sangat dibutuhkan oleh komisi etik penggunaan hewan laboratorium.
Secara umum, praktik pemeliharaan harus dirancang untuk memastikan standar pemeliharaan yang tinggi dan mematuhi standar kesejahteraan hewan yang dapat diterima untuk spesies tertentu yang dilindungi. Saat menetapkan perawatan hewan, standar mensyaratkan pertimbangan kesejahteraan hewan dibandingkan dengan kinerja dari hewan tersebut demi bertahan hidup di dalam kondisi yang tidak diinginkan seperti lingkungan yang ekstrim/ populasi dengan jumlah yang tinggi.
Fasilitas pemeliharaan dirancang dan dioperasikan supaya nyaman, mengendalikan faktor lingkungan, termasuk kutu, dan membatasi kontaminasi terkait kandang hewan, ketersediaan makanan, air, dan tempat istirahat, serta intrusi manusia dan hewan lainnya.
Peralatan pemeriksaan juga harus disimpan dengan kondisi yang baik, dinding maupun lantai juga harus terbuat dari bahan yang tahan lama dengan permukaan halus yang mudah dibersihkan serta didesinfeksi.
Autor: Vina Farah Amalia, Inayatul Fadiyah, Evi Amiliya, Sinta Khoiriyah
Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Uin Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.