Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pengembangan Karir dan Kinerja Melalui Sistem One-on-One

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Juli 2025

Oleh: Rizki Mulia Maharani, Chaela Fatimah, Laila Meiliyandrie Indah Wardani
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana

JurnalPost.com – Secara teoritis, pendekatan one-on-one berakar pada Teori Hubungan Manusia (Human Relations Theory) yang dikembangkan oleh Elton Mayo. Teori ini menekankan pentingnya perhatian individu dan hubungan antarpribadi dalam meningkatkan motivasi serta produktivitas karyawan. Pertemuan one-on-one menjadi sarana untuk membangun hubungan interpersonal yang positif antara atasan dan bawahan. Namun dalam konteks organisasi modern, keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, khususnya dari segi motivasi, pengembangan karir, dan kinerja karyawan. Untuk mendukung ketiganya, sistem one-on-one menjadi salah satu strategi efektif yang banyak digunakan oleh manajer dan pemimpin. Sistem ini mengedepankan komunikasi personal yang rutin antara manajer dan karyawan, sehingga mampu memfasilitasi pengembangan karir serta peningkatan kinerja secara optimal. Pada kenyataannya, tidak setiap perusahaan mampu menggerakkan organisasinya dengan memperhatikan empat komponen utama dalam siklus manajemen kinerja. Keempat komponen tersebut adalah planning, Managing & coaching, appraising performance, dan recognizing & rewarding performance (University of California, 2015).

Sistem One-on-One

Sistem one-on-one adalah proses komunikasi rutin dan terstruktur antara manajer dan karyawan yang bersifat pribadi dan langsung. Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang diskusi yang aman dan terbuka mengenai performa kerja, aspirasi karir, hambatan, serta pengembangan kompetensi. Dalam praktiknya, sistem ini bisa dilakukan setiap minggu, dua minggu, atau sebulan sekali, tergantung kebutuhan organisasi.

Keberadaan sistem ini memfasilitasi refleksi dan pemberian umpan balik yang konstruktif, mendukung pencapaian tujuan individu dan organisasi secara bersamaan.

Teori Goal-Setting Locke & Latham (2002)

Teori Goal-Setting, yang dikembangkan oleh Edward A. Locke dan Gary P. Latham (2002), merupakan teori motivasi penting dalam psikologi organisasi dan perilaku manusia di tempat kerja. Teori ini menekankan bahwa kinerja tinggi sangat dipengaruhi oleh efektivitas penetapan tujuan. Secara khusus, teori ini menyatakan bahwa tujuan yang spesifik dan menantang, disertai dengan umpan balik yang berkelanjutan, secara signifikan meningkatkan motivasi individu untuk mencapai kinerja optimal. Proses penetapan tujuan yang efektif berperan penting dalam mengarahkan perilaku karyawan, memperkuat komitmen mereka terhadap tugas, serta meningkatkan energi dan fokus dalam melaksanakan pekerjaan.

One-on-One dalam Kerangka Teori Goal-Setting Locke & Latham

Sistem one-on-one menjadi metode yang sangat efektif untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip Teori Penetapan Tujuan Locke & Latham (2002) secara langsung dan personal. Dalam pertemuan individual ini, atasan dan bawahan dapat berkolaborasi untuk menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, memastikan tujuan tersebut cukup menantang untuk mendorong pertumbuhan, dan merancang mekanisme umpan balik yang teratur untuk memantau kemajuan dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Mengapa Sistem One-on-One Penting dalam Pengembangan Karir dan Kinerja?

  1. Memberikan Ruang Diskusi Personal dan Terstruktur

Dalam one-on-one, manajer dan karyawan melakukan percakapan langsung dan rutin. Ruang ini memungkinkan karyawan untuk menyampaikan aspirasi karir, hambatan yang dihadapi, serta mendapatkan arahan yang personal dari atasan. Dengan begitu, pengembangan karir bisa dirancang secara spesifik sesuai kebutuhan dan potensi individu.

  1. Memfasilitasi Penetapan Tujuan yang Jelas dan Menantang

Sesuai prinsip Goal-Setting Locke & Latham, proses pertemuan ini membantu dalam menetapkan tujuan SMART. Tujuan yang jelas dan menantang, dikomunikasikan langsung dalam one-on-one, meningkatkan motivasi dan fokus karyawan untuk mencapai target-target tersebut, yang secara otomatis meningkatkan performa kerja mereka.

  1. Memberikan Umpan Balik secara Berkala dan Konstruktif

Rutin melakukan one-on-one memungkinkan manajer memberi umpan balik yang spesifik dan timely. Feedback ini membantu karyawan mengenali kekuatan dan area yang harus diperbaiki, sehingga mereka bisa melakukan perbaikan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan—ini penting untuk pertumbuhan karir dan peningkatan kinerja.

  1. Meningkatkan Engagement dan Motivasi Intrinsik

Keterlibatan langsung dan perhatian personal dari manajer membuat karyawan merasa dihargai dan didukung. Rasa dihargai ini meningkatkan motivasi intrinsik, yang merupakan faktor penting dalam pengembangan karir jangka panjang dan performa kerja yang optimal.

  1. Mendukung Pengembangan Kompetensi dan Rencana Karir

Dalam one-on-one, manajer dan karyawan bisa berdiskusi tentang pelatihan, peluang pengembangan, dan langkah strategis untuk mencapai aspiration karir. Dengan demikian, proses pengembangan kompetensi dan perencanaan karir berlangsung secara berkelanjutan dan terarah.

Kesimpulan
Sistem one-on-one merupakan strategi efektif dalam mendukung pengembangan karir dan peningkatan kinerja karyawan di organisasi modern. Melalui komunikasi rutin, personal, dan terstruktur, sistem ini memfasilitasi penetapan tujuan yang spesifik dan menantang, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta perencanaan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Dengan menciptakan ruang diskusi yang aman dan personal, proses ini mampu meningkatkan motivasi intrinsik, engagement, serta mempercepat pertumbuhan profesional karyawan. Secara keseluruhan, one-on-one adalah alat penting yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan individu dan organisasi secara bersamaan.

Referensi:
Locke, E. A., & Latham, G. P. (2002). Building a practically useful theory of goal setting and task motivation: A 35-year odyssey. American psychologist, 57(9), 705.

Mayo, E. (1945). The Social Problems of an Industrial Civilization. Boston: Harvard University Press.

University California Riverside.(2015). Supervisor’s Guide For Performance Appraisals. UCR   Human Resource. California.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pengembangan-karir-dan-kinerja-melalui-sistem-one-on-one/19783/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 21:28.