Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pengaruh Perkembangan Globalisasi Terhadap Seni Musik Setong

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 24 Mei 2024

Penulis: Ari Hidayat, Imam Safi’i

JurnalPost.com – Seni berasal dari bahasa yunani yaitu sani yang berarti pemujaan, pelayanan merupakan ide atau ungkapan perasaan manusia yang dituangkan dalam suatu karya, mencakup seni tari, seni rupa, seni musik, seni drama, dan seni lainnya. Seni terlahir dari mood atau perasaan yang di tuangkan. Suatu karya seni memiliki simbol atau arti didalamnya dan memiliki nilai estetika dan keunikan. Seni menciptakan keindahan, sejak zaman dahulu keindahan sesuatu yang diminati oleh kalangan masyarakat luas. Seiring perkembangan zaman, manusia meningkatkan standard keindahan yang dianggap lebih baik. Pada umumnya seni dipergunakan untuk sebagai simbol suatu negara atau daerah setempat, seni sebagai perhiasan, sebagai upacara adat, dan sarana penyebaran agama atau sebagai media dalam beribadah.

Hubungan budaya dan Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Seni mempunyai pengaruh kuat dalam lingkungan masyarakat untuk menghasilkan ide-ide kreatif dalam mengembangkan budaya setempat. Sebuah paradigma menjadi penolong seseorang dalam memikirkan perkembangan seni di Indonesia era 5.0. paradigma seni mempunyai konsep berpikir terhadap masalah perkembangan seni sehingga dapat terbentuk kerangka berfikir seseorang untuk melihat masalah dalam suatu seni dan budaya.

Perkembangan globalisasi merupakan fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus-menerus, kehadiran teknologi infomasi dan komunikasi merubah cepta akselerasi prosese globalisasi ini, globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan beru yang harus dipecahkan dalam upaya memanfaatkan sebagai kepentingan kehidupan. Perubahan dan perkembangan peradaban yang terjadi secara menyeluruh dan mempengarihu banyak orang lintas negara dan lintas budaya yang mempengaruhi pola hidup dilingakungan masyakat. Masyrakat indonesia adalah masyrakat majemuk dalam berbagai hal seperti keanikaragaman budaya , lignkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekan ragaman masyrakat indonesai mencerminkan berbagai ekspresi kesenian dan dapat dikatakan masyrakat indonesai mempu mengembangkan seni dan budayanya yag sangat indah mempunya khas keseniannya. Kesenian yang dikembangakan menjadi model pengetahuan dalam masyrakat.

Dengan adanya perkembangan zaman tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan budaya yang sangat cepat. Efek globalisasi mempunyai manfaat dan dampak negatif, salah satu dampaknya banyak masyarakat dan khususnya kaum milenial yang telibat dalam efek perkembagan globalisasi sehingga banyak kebudayan dan kekayaan yang diwarisi oleh nenek moyang indonesia banyak ditinggalkan salah satunya musik setong yang ada di kabupaten sumenep, musik tradisional sangat penting untuk di lestarikan, sebab di dalam syair musik tradisional terdapat banyak pesan dan makna yang berharga dan penting. Namun, peminat musik tradisional semakin lama semakin berkurang. Hal ini seharusnya menjadi perhatian karena musik tradisonal bisa menjadi punah seiring berjalannya waktu. perkembangan musik modern terus meningkat dan terus menekan pertumbuhan musik tradisional. Hal ini berdampak terhadap menurunnya minat masyarakat dalam menonton pertunjukan musik secara langsung.

Musik setong merupakan musik tradisional khas Sumenep, musik setong memiliki arti yang sangat mendalam. Musik ini memiliki keterkaitan mengenai penyebaran Islam di kabupaten Sumenep. Sesuai dari namanya “Setong” memiliki arti satu dalam bahasa madura, artinya menyatukan jiwa, hati, dan bathin untuk allah. Dalam musik setong terdapat syiiran tentang spritualisme dan pujian-pujian terhadap nabi Muhammad Saw, dengan diiringi musik kontemporer antara lain rebana, gendang, kentongan, dan saronin. Musik setong lahir sejak jaman dahulu dan memiliki umur yang sangat tua, Setong ini biasanya sering ditampilkan pada saat kegiatan keagamaan seperti isra mi’raj, maulid nabi. Seiring perkembangan zaman dan teknologi musik setong ini kurang populer di kalangan masyarakat dan hampir hilang sebagai kesenian di kabupaten Sumenep, Kalangan anak muda di kabupaten Sumenep hampir tidak tau mengenai seni musik setong karena pengaruh musik-musik modern dan masyarakat kurang melestarikan budaya seni musik setong sampai saat ini.
 
DAFTAR PUSTAKA
Felix, J. (2012). Pengertian seni sebagai pengantar kuliah Sejarah Seni Rupa. Humaniora, 3(2), 614-621.
Surahman, S. (2013). Dampak globalisasi media terhadap seni dan budaya Indonesia. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).
Surahman, S. DAMPAK GLOBALISASI MEDIA TERHADAP SENI DAN BUDAYA INDONESIA Oleh.
Meilyani, M., Nasution, M. A., & Wandani, R. R. (2023). Karakteristik Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan (SBK). Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 4476-4486.
Kristanto, A. (2017). Memahami paradigma pendidikan seni. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja, 1(01), 119-126.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pengaruh-perkembangan-globalisasi-terhadap-seni-musik-setong/14505/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 05:26.