Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pengaruh Media Baru dalam Dinamika Sosial dan Pembentukan Opini Publik

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 27 Februari 2024

artikel ditulis oleh Hasna Mufidah, Mahasiswi Komunikasi Digital & Media SV IPB University

JurnalPost.com – Teknologi yang terus berkembang telah membawa dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan kita, terkhusus dalam bidang media. Munculnya media baru telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan mendapatkan proses informasi secara luas. Media baru seperti media sosial kini menjadi sarana utama masyarakat dalam penyampaian informasi. Hal ini membawa perubahan yang mendasar dalam dinamika komunikasi sosial dan bahkan pembentukan opini publik. Tujuan dari ditulisnya artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak media baru terhadap dinamika sosial, juga untuk melakukan analisis terkait peran media baru dalam membentuk opini publik.

Menurut Marshall McLuhan media baru atau new media adalah perkembangan teknologi komunikasi yang dalam sejarahnya telah memperluas jangkauan komunikasi manusia. Disisi lain, McLuhan menggunakan istilah media baru untuk mengartikan sesuatu yang sangat mirip dengan yang dimaksudkan saat ini. Sejak zaman McLuhan, istilah media baru muncul dan bertahan serta mempunyai banyak definisi yang bisa disesuaikan dengan konteks penggunaanya.

Perubahan Komunikasi Sosial dengan Media Baru
Media sosial seperti instagram, facebook, dan X yang merupakan bagian dari media baru adalah wadah interaksi online antar manusia. Kehadirannya telah merubah komunikasi sosial yang terjadi antar manusia, yanki keterhubungan satu sama lain yang semakin erat. Platform-platform tersebut memberikan ruang bagi individu untuk terhubung tanpa adanya batasan geografis. Komunikasi yang bersifat real-time melalui dircet message atau video call dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Dikutip dari ensiklopedia STEKOM berjudul Media Baru yang dipublikasikan pada Februari 2021, media baru memiliki fungsi sebagai alat penghubung satu dengan yang lain dalam lingkup yang sempit, maupun luas. Sehingga, sebagai pengguna dapat dengan mudah terhubung satu sama lain dalam cangkupan yang tidak terbatas.

Media baru tidak hanya menjadi tempat interaksi, tetapi juga memudahkan individu untuk membentuk jati diri mereka. Melalui platform media sosial, individu dapat dengan bebasnya berekspresi dan membagikan cerita kepada khalayak tentang apa yang sedang mereka geluti atau sukai. Hal ini dapat dengan mudah membuat seseorang dikenal oleh khalayak ingin menjadi seperti apa.

Namun dibalik kehadiran media baru mampu membawa dampak positif dalam mempererat hubungan sosial, terdapat dampak negatif yang harus kita perhatikan. Munculnya masalah komunikasi sosial seperti cyberbullying dan kesulitan untuk membedakan antara kehidupan dunia nyata dan maya rasanya menjadi ancaman terhadap keberlangsungan hidup kita.

Perubahan interaksi sosial melalui media baru memiliki dampak mendalam terhadap dinamika sosial masyarakat. Perubahan dalam cara berkomunikasi, berinteraksi, dan membentuk identitas memengaruhi struktur sosial secara keseluruhan.

Media Baru dan Penyebaran Informasi
Dikutip dari laman jurnal UGM berjudul Literasi Media Baru dan Penyebaran Informasi Hoax, sejak kemunculan media interaktif setiap orang dapat menjadi produsen, distributor, sekaligus konsumen pesan. Hal ini menyebabkan penyebaran informasi menjadi tidak terkendali, termasuk di grup-grup Whatsapp mahasiswa pascasarjana. Bahkan tak jarang informasi yang disebarkan memunculkan keresahan di masyarakat.

Dengan mudahnya penyebaran informasi, terdapat resiko besar munculnya berita palsu /hoax. Masyarakat seringkali dihadapi dengan kesulitan membedakan informasi yang benar dari yang tidak benar. Tantangan ini masyarakat membutuhkan literasi yang tinggi dan sumber informasi yang dapat dipercaya untuk menjaga kebenaran dan juga kredibilitas informasi. Fenomena filter bubble, di mana individu cenderung terpapar informasi yang sesuai dengan pandangan dan kepercayaan mereka sendiri, menjadi dampak dari media baru. Hal ini dapat menyebabkan pemahaman yang sempit dalam masyarakat.

Kecepatan penyebaran informasi melalui media online menjadi salah satu ciri utama di era digital ini. Dengan adanya platform media baru seperti berita online, blog, dan media sosial, informasi dapat disampaikan secara instan dan cepat ke seluruh dunia.

Pengaruh Media Terhadap Opini Publik
Menurut Jeremy Bentham, opini publik publik berfungsi sebagai social control (kontrol sosial) dan berperan sebagai dasar dalam membangun negara demokrasi (Sudianto, 2019: 8). Opini publik yang terencana biasanya terorganisir oleh suatu kelompok atau media dengan mengangkat isu tertentu ke permukaan, hal ini digunakan untuk mempengaruhi opini publik yang berkembang di masyarakat. Media memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap sebuah isu. Dengan berbagai jenis konten yang dibuat seperti berita, artikel, dan opini, media telah membawa isu tersebut ke perhatian publik. Pemilihan pemberitaan, pemilihan narasumber, dan pemilihan sudut pandang dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap suatu masalah dan membentuk sebuah opini publik.

Efek dari cara suatu berita atau isu disajikan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat, memainkan peran yang besar dalam membentuk opini publik. Dengan memilih judul yang sesuai, media dapat membentuk isu tertentu dan mengarahkan opini publik ke arah tertentu. Contohnya, saat sebuah media meng-highlight pemberitaan mengenai gesture seorang calon presiden saat debat yang terkesan arogan, itu dapat membentuk opini publik masyarakat bahwa capres tersebut memang arogan.

Selain pemberian judul berita, opini publik juga dapat terbentuk dengan cepat dengan melibatkan influencer dan juga selebriti. Mereka mampu untuk membentuk opini publik melalui banyak cara, misalnya endorsement, kampanye berbayar, dan keseharian yang mereka publish di sosail media. Dalam hal ini, opini publik dapat dipengaruhi tidak hanya oleh berita saja, namun juga oleh publik figur di media sosial.

Dengan berkembangnya media baru kini, termasuk media sosial dan platform digital, telah mengubah dinamika sosial di masyarakat. Hubungan antara satu sama lain yang semakin erat, cepatnya informasi yang didapat, dan dampaknya terhadap pembentukan jati diri individu menjadi bukti nyata bahwa media baru telah membentuk cara kita berinteraksi dan bersosialisasi. Opini publik juga bukan lagi hanya dipengaruhi oleh berita saja, melainkan juga oleh konten yang disajikan melalui media baru.

Kesimpulan yang dapat penulis ambil dalam menyikapi kemunculan media baru ini adalah masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik tentang cara mendapatkan informasi, mengecek kebenaran berita, dan meningkatkan literasi media. Literasi media ini rasanya bukan hanya menjadi kebutuhan, namun juga merupakan kunci untuk menghadapi era informasi digital dengan cermat.

Bersikap kritis dalam mengonsumsi informasi media adalah langkah penting untuk memastikan opini publik yang terbentuk adalah hasil dari pemahaman yang mendalam dan selektif. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam membentuk pandangan yang terinformasi dan memastikan bahwa dinamika sosial yang berkembang diarahkan ke arah yang positif.

-Hasna Mufidah 02/05/2024-

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pengaruh-media-baru-dalam-dinamika-sosial-dan-pembentukan-opini-publik/12065/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 12:43.