Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pengaruh Industri 4.0 Bagi Sektor Farmasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 7 Mei 2024
Photo by : Tera Medic

JurnalPost.com – Sektor farmasi merupakan salah satu model bisnis yang sangat kompleks dan didedikasikan untuk terus memproduksi, dan memasarkan berbagai produk kimia terkini (NCE) dan bioproduk (protein, antibodi monoklonal, vaksin, dll) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia (Northrup 2005). Konsep “Analisis Tingkat Lanjut” yang muncul dari era Industri 4.0 telah diimplementasikan di seluruh rantai nilai perusahaan farmasi, mencakup aspek riset dan pengembangan, keselamatan, produksi, dan regulasi. Menjaga standar produk akhir menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mencegah timbulnya berbagai risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh produk-produk farmasi yang sebagian besar dapat menyelamatkan nyawa (Ugvekar dkk., 2021). Unit-unit manufaktur farmasi merupakan prasyarat yang sangat sederhana untuk mencapai tujuan kemajuan berkelanjutan bagi organisasi internasional. Untuk memproduksi obat-obatan baru yang efektif dan terjangkau, diperlukan kontrol yang ketat terhadap kesejahteraan, dorongan, kemampuan, serta kontribusi dalam mengurangi kemiskinan penduduk. Hal ini adalah salah satu tujuan utama dari pembangunan berkelanjutan (Lakner dkk., 2019).

Sektor farmasi secara konsisten berupaya menciptakan terapi-terapi baru yang membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Obat-obatan digunakan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit, namun terkadang juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, kontaminan seperti obat-obatan dalam sistem air minum telah dilaporkan sebagai salah satu masalah mendasar yang dihadapi manusia. Survei terbaru menyatakan bahwa banyak obat-obatan yang sudah dilepaskan sebagian ke lingkungan, menyaingi tingkat keberadaan beberapa pestisida. Obat-obatan memiliki potensi untuk menjadi polutan yang tersebar di mana-mana karena bisa ditemukan di lingkungan yang dihuni manusia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa narkotika kadang-kadang terdeteksi dalam air permukaan, air tanah, bahkan air minum, yang bisa mengancam kehidupan di ekosistem perairan. Selama masa pandemi COVID-19, sektor farmasi mengalami dampak positif dari penelitian dan pembuatan obat-obatan yang digunakan untuk merawat pasien yang terinfeksi COVID-19. Implementasi Industri 4.0 dalam produksi vaksin diharapkan dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, dan kepatuhan terhadap persyaratan regulasi data.

Peran Industri 4.0 dalam sektor farmasi
Industri 4.0 memberikan berbagai potensi dan peluang maju dalam penyediaan layanan kesehatan. Dengan bantuan teknologi inovatif, Industri 4.0 memberikan dampak yang menguntungkan pada sistem manajemen rumah sakit. Analisis data digunakan untuk mengelola informasi pasien dan memberikan wawasan berharga, seperti gejala pasien. Sensor pintar menyediakan informasi tentang suhu, tekanan darah, dan kondisi pasien lainnya. Salah satu keunggulan luar biasa dari Industri 4.0 adalah kemampuannya dalam mendaur ulang sampah, yang membantu mencegah sektor medis memperburuk dampaknya terhadap lingkungan. Teknologi canggih juga memberikan dampak positif dalam penelitian medis. Industri 4.0 memberikan fleksibilitas dalam pola produksi, di mana sistem manufaktur dikendalikan secara digital.

Implementasi Industri 4.0 memainkan peran penting dalam modernisasi sektor farmasi dan biofarmasi. Industri 4.0 dapat membantu mengurangi dampak ekologis dari produk-produk farmasi, proses produksi, maupun proses lainnya berdasarkan ketersediaan informasi jejak dan studi yang dapat dilacak. Industri 4.0 melibatkan penggunaan otomatisasi yang fleksibel, sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), robotika kognitif, pemodelan data yang ekstensif, dan pencetakan 3D.

Sarfraz dkk. (2022) mengevaluasi pentingnya Industri 4.0 dalam memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Teknologi Industri 4.0 digunakan dalam pembuatan vaksin untuk meningkatkan kualitas dan efektivitasnya. Teknologi seperti digitalisasi dan analisis data besar digunakan untuk memproduksi vaksin secara lebih baik dalam skala besar. Vaksin 4.0 memiliki peran penting dalam proses pembuatan vaksin dan memastikan kualitasnya. Vaksin 4.0 juga melibatkan analisis dalam pengembangan proses, penilaian kualitas, kinerja proses, stabilitas produk, pemeliharaan yang dioptimalkan, dan kepatuhan terhadap standar. Pelacakan vaksin melalui teknologi ponsel pintar digunakan untuk menyusul suntikan penyegaran vaksin COVID-19. Industri 4.0 digunakan dalam produksi vaksin untuk mengurangi kesenjangan dalam distribusi.

Thuemmler dan Bai (2017) mengevaluasi bahwa obat-obatan “pintar” menyediakan konektivitas elektronik yang memungkinkan pengumpulan, analisis, dan penyimpanan data. Industri 4.0, khususnya, berfokus pada penelitian dan pengembangan di sektor farmasi. Analisis big data dan kesehatan seluler digunakan secara signifikan dalam diagnostik. Penerapan Industri 4.0 memajukan perkembangan teknologi. Teknologi informasi memainkan peran penting dalam manajemen operasi manufaktur. Kecerdasan buatan digunakan untuk menghubungkan pengembangan produk dengan operasi manufaktur. Peningkatan kualitas analitik berdasarkan desain digunakan untuk memahami tujuan, kualitas, akurasi, kekhususan, dan sebagainya. Industri 4.0 di sektor farmasi dapat mengisi kesenjangan dalam industri manufaktur.

Pembangunan berkelanjutan dapat dicapai dengan menerapkan Industri 4.0. Industri 4.0 dapat menghubungkan dunia nyata dan dunia maya, memberikan dimensi baru bagi sektor farmasi. Dengan dimulainya Revolusi Industri Keempat, rantai pasokan farmasi yang berkelanjutan diperkenalkan, yang meningkatkan pengelolaan produk. Keberlanjutan sangat tergantung pada kemajuan teknologi Industri 4.0. Dengan demikian, Industri 4.0 memiliki dampak positif pada pembangunan berkelanjutan.

Daftar Pustaka :

1. Shiyong Wang, Jiafu Wan, Daqiang Zhang, Di Li, Chunhua Zhang. (2016). “Towards smart factory for industry 4.0: a self organized multi agent system with big data based feedback and coordination” Computer networks 101,158-168
2. Julian Marius Müller, Daniel Kiel, Kai-Ingo Voigt. (2018).”What drives the implementation of Industry 4.0? The role of opportunities and challenges in the context of sustainability”. Sustainability 10 (1), 247
3. Mamad Mohamed. (2018). “Challenges and benefits of industry 4.0: An overview”. International Journal of Supply and Operations Management 5 (3), 256-265,

Penulis : Aqila Elga Ramadhani, (Mahasiswa Teknik Industri, FTMM, UNAIR)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pengaruh-industri-4-0-bagi-sektor-farmasi-untuk-pembangunan-berkelanjutan/14022/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 23:26.