JurnalPost.com, Batu – Jum’at (28/7/2023), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di SD Negeri Tulungrejo 03, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pembimbing (DPL) kita yaitu, Bapak Ramli Ramadhan, S.Hut., MA. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Disini kami terdiri dari 5 anggota yaitu, Fitrotul Wulan Romadhona sebagai ketua pelaksana, Beril Kurniawan (Humas), Faris Widyartono Putra (Sekretaris), Amara Sensiana Putri (Bendahara), Agung Dwi Prasetyo (PDD). Kegiatan ini dapat menjadikan pembelajaran dan pengalaman yang berharga dan mengasikkan. Di tengah liburnya kuliah dan adanya mata kuliah Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), banyak orang mencari ide untuk menentukan suatu program kerja yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungan. Salah satunya adalah dengan melakukan budidaya sistem akuaponik di SD Negeri Tulungrejo 03, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Akuaponik merupakan sistem budidaya tanaman dan ikan secara bersamaan dengan memanfaatkan air limbah ikan sebagai pupuk alami untuk tanaman. Sistem ini tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat menghemat air, biaya, dan sampah plastik.

Kepala sekolah SD Negeri Tulungrejo 03, Bapak Kusdiyo mengatakan bahwa, ide menggunakan pipa bekas sekat covid-19 sebagai media tanam dan rangka kolam berasal dari salah satu tukang kebun, yaitu Pak Bandirya. Pak Bandirya mengajak kami Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membuat sistem akuaponik dengan menggunakan pipa bekas sekat covid-19 yang didapat dari sekolah SD Negeri Tulungrejo 03. “Kami ingin memberikan contoh kepada siswa bahwa kita bisa memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar kita agar bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Pipa bekas sekat covid-19 ini kan banyak yang dibuang begitu saja. Padahal kalau kita kreatif, kita bisa membuatnya menjadi media tanam yang bagus untuk sistem akuaponik,” kata Pak Kusdiyo.

Sistem akuaponik di SD Negeri Tulungrejo 03 menggunakan ikan lele sebagai pendamping tanaman. Ikan lele dipilih karena mudah dipelihara dan tidak membutuhkan oksigen banyak di dalam kolam. Air limbah ikan lele yang mengandung amonia akan disalurkan melalui pipa ke bedengan atau pot yang berisi tanaman. Tanaman akan menyerap amonia sebagai pupuk dan mengembalikan air bersih ke kolam ikan. Dengan demikian, terjadi daur ulang air yang efisien dan ramah lingkungan. Beberapa jenis tanaman yang ditanam dengan sistem akuaponik di SD Negeri Tulungrejo 03, antara lain kangkung, sawi, selada, cabai, tomat, dan pakcoy. Tanaman-tanaman ini dipastikan aman dikonsumsi karena tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia. Selain itu, tanaman-tanaman ini juga dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa untuk mempelajari berbagai mata pelajaran, seperti biologi, matematika, fisika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Sistem akuaponik di SD Negeri Tulungrejo 03 mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Batu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Bapak Sutrisno, mengatakan bahwa sistem akuaponik merupakan salah satu inovasi yang patut ditiru oleh sekolah-sekolah lain. Beliau berharap bahwa sistem akuaponik dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Info lebih lengkap kunjungi ig @pmm_desasumberbrantas265