
Oleh: Aldisaputra1 Widiyatmo Ekoputro2
JurnalPost.com – Sebagai masyarakat, saya melihat bahwa Taman Suroboyo yang berada di Surabaya bagian Utara merupakan salah satu ruang publik yang cukup berhasil menarik perhatian masyarakat. Taman ini dikenal sebagai tempat wisata yang murah, bahkan gratis, dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Lokasinya yang bersebelahan dengan pantai menjadi nilai tambah karena memberikan suasana yang berbeda dibanding taman kota pada umumnya. Namun, menurut saya, di balik kelebihannya tersebut masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar taman ini bisa lebih baik lagi.
Bahwa Taman Suroboyo menunjukkan bagaimana media digital dapat dimanfaatkan secara efektif dalam komunikasi pariwisata. Informasi mengenai keindahan taman, fasilitas yang tersedia, serta ikon patung Suro dan Boyo terbesar di Surabaya membuat taman ini dikenal sebagai tempat wisata yang menarik, terutama bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Buat saya, taman ini memang menjadi destinasi yang ramah bagi semua kalangan. Selain itu, momen tertentu seperti suasana sore hari dengan pemandangan matahari terbenam (sunset) juga menjadi daya tarik yang kuat, yang sering diperkuat melalui konten visual dari para pengunjung. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengunjung, “Lumayan sering ke sini sore. Karena makin bagus pas sore, bisa dapet suasana matahari terbenam. Buat jalan-jalan sore enak di sini.”
Menurut saya, berbagai papan petunjuk, aturan, dan fasilitas yang tersedia akan menjadi komunikasi yang baik bagi pengelola dengan pengunjung. Informasi ini berfungsi untuk mengarahkan perilaku pengunjung agar tetap tertib dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya komunikasi yang jelas, pengunjung dapat memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di area taman.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga untuk berinteraksi dengan orang lain, baik dengan teman, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Kehadiran petugas keamanan seperti Satpol PP menurut saya menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan. Interaksi antara petugas dan pengunjung juga turut menciptakan pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan bahwa petugas disiagakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan agar pengunjung bisa berkumpul dengan aman. “Para petugas Satpol PP juga disiagakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Sehingga, ketika ingin kumpul di sana bisa aman dan nyaman, karena insya Allah akan dibuka 24 jam,” kata Cak Eri panggilan lekatnya.
Ramainya pengunjung juga membuka peluang bagi pedagang kecil untuk berjualan di sekitar area taman. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang berhasil menarik wisatawan juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, taman ini sering dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul atau mengadakan kegiatan bersama, sehingga memperkuat fungsi sosialnya sebagai ruang publik.
Saya berpendapat masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan. Salah satunya, kurangnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kebersihan. Seperti fasilitas yang mulai mengalami kerusakan atau kurang terawat juga dapat mempengaruhi kenyamanan. Bahkan menurut saya, meskipun sudah ada petugas Satpol PP, keamanan di area parkir masih dirasa kurang optimal. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka citra positif yang telah dibangun bisa saja menurun.
Taman Suroboyo sudah cukup berhasil menjadi destinasi wisata kota yang diminati masyarakat karena mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya besar. Tetapi keberhasilan tersebut menurut saya harus diimbangi dengan pengelolaan yang lebih baik, terutama dalam hal penyampaian pesan yang lebih edukatif serta perawatan fasilitas yang lebih optimal. Tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga perlu adanya upaya untuk membangun kesadaran pengunjung dalam menjaga lingkungan wisata.
Pada akhirnya Taman Suroboyo menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang baik mampu meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Melalui promosi digital, penyampaian informasi yang jelas, dan interaksi sosial yang terjalin, taman ini berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Meskipun masih terdapat kekurangan, seperti masalah kebersihan dan perawatan fasilitas, saya yakin dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, taman ini memiliki potensi besar untuk menjadi ruang publik yang semakin nyaman, aman, dan berkelanjutan.