
وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۖفَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Artinya : “Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembalu kepada perintah Allah SWT), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang berlaku adil”.
Dalam penerapan surah Al-Hujurat ini membahas mengenai aspek etika dan tata krama di kehidupan masyarakat Muslim. Ada beberapa tema utama dalam surah ini meliputi pentingnya persaudaraan, pentingnya berbicara dengan kehati-hatian, konsep keadilan, serta tata cara berkomunikasi dan bersikap dalam kehidupan sehari-hati. Surah ini memberikan pedoman moral dan etika yang kuat bagi umat Islam. Salah satu ajaran utama dari surah Al-Hujurat adalah persaudaraan dan persatuan dalam komunitas Muslim. Surah ini juga menekankan pentingnya menyelesaikan konflik melalui dialog dan musyawarah, serta menghindari prasangka dan fitnah.
Konteks dalam menghadapi konflik di masyarakat. Jadi untuk mengaplikasikan ayat ini juga membawa beberapa prinsip etika dan tata cara komunikasi yang dapat memantu meredakan konflik dan membangun hubungan yang baik antarindividu atau kelompok, salah satunya memahami orang. Ayat ini menekankan bahwa Allah menciptakan manusia dari berbagai bangsa dan suku agar mereka saling kenal mengenal. Oleh karena itu, penting untuk tidak membuat asumsi atau menggeneralisasi terhadap suatu kelompok. Kemudian ketaqwaan menunjukkan bahwa nilai sejati seseorang diukur oleh ketakwaan, bukan oleh faktor-faktor dunia seperti ras, etnis, atau status sosial.
Dalam mengatasi konflik, fokus pada nilai-nilai moral dan etika dapat membantu dalam mencapai pemahaman yang lebih baik. Selanjutnya berpikir positif memahami bawah nilai sejati seseorang diukur oleh ketakwaan. Membantu masyarakat untuk melihat satu sama lain dengan baik. Ini dapat meredakan konflik dan mempromosikn pemahaman yang lebih dalam. komunikasi yang baik dan saling menghargai antara individu atau kelompok.
Komunikasi yang efektif dan penghargaan terhadap perbedaam dapat membantu meredakan konflik. Keberagaman sebagai karunia melihat keberagaman sebagia karunia Allah SWT dan kesempatan untuk saling nelajar dan memahami dapat membantu masyarakat untuk menghargai perbedaan.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat menciptkan lingkungan yang lebih harmonis dan mengurangi potensi konflik yang mungkin timbul. Dalam konteks penyelesaian konflik, ayat ini mengajarkan untuk tidak-terburu dan menanggapi informasi atau berita, serta pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan. Prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan kehati-hatian dalam menyelesaikan konflik merupakan ajaran dapat diambil ayat ini. Penting untuk diingat bahwa interprestasi dan pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’am dan bervariasi, dan dalam menangani konflik, sangat penting untuk memahami konteks, mengdepankan keadilan, dan mencari solusi yang paling sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Penulis : Ulul Azmi & Dr. Hamidullah Mahmud, Lc. M.A.
Magister Manajemen Dakwah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta