
Oleh: Ragil Wiryamanto
Politeknik Harpan Bersama
JurnalPost.com – Pendidikan kewarganegaraan di era digital sudah selayaknya ada dan diterapkan di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Era digital adalah masa atau kehidupan dimana segala aktivitas atau aktivitas yang mendukung kehidupan dimungkinkan oleh teknologi. Era digital telah menggantikan beberapa teknologi masa lalu yang disesuaikan dengan masa kini agar lebih praktis dan modern. Era digital telah membawa perkembangan teknologi di berbagai bidang. Di Indonesia, pendidikan era digital diterapkan untuk memajukan sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia modern penting di era digital.
Dibalik banyaknya keuntungan dan hal postitif yang dihasilkan dari era digital, sebaliknya banyak hal-hal atau dampak negative yang dihasilkan dari perkembangan pendidikan kewarganegaraan di era digital. Dibalik banyaknya aspek pembelajaran kewarganegaraan seperti, rasa nasionalis, integritas bangsa, dan rasa kemandirian. Ada satu hal yang tidak bisa kita pelajari dari teknologi atau era digital, yaitu rasa kemanusiaan dan moral. Bagaimana era digital bisa mempunyai batasan, mendampingi para peserta didik di dalam pembelajaran. Di beberapa aspek pembelajaran seperti, rasa nasionalis, gotong royong, integritas bangsa, dan rasa kemanusiaan, hal-hal ini juga mempunyai tantangan tersendiri dalam penerapannya.
Era digital juga harus dihadapi dan disikapi secara serius, mengetahui bagaimana mengelola dan mengatur peran teknologi itu sendiri secara arif dan baik, sehingga pendidikan kewarganegaraan di era digital bermanfaat bagi kelangsungan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Tujuan pengembangan model pembelajaran adalah untuk menciptakan kegiatan, pembelajaran yang optimal sehingga tujuan yang dicapai dapat dilaksanakan secara efektif.
paling banyak Menurut penggunaan Wiratmojo dan Sasonohardjo (Angrainissa, 2017). Media pembelajaran pada masa orientasi pengajaran sangat bermanfaat dari segi keefektifan, proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran selama pembelajaran pada. Oleh karena itu, model pembelajaran pendidikan harus diubah kewarganegaraan mengubah pemikiran dan visi orang. Tujuan pengembangan model pembelajaran adalah untuk menciptakan kegiatan, pembelajaran yang optimal sehingga tujuan yang dicapai dapat dilaksanakan secara efektif paling banyak Menurut penggunaan Wiratmojo dan Sasonohardjo (Angrainissa, 2017).
Media pembelajaran pada masa orientasi pengajaran sangat bermanfaat dari segi keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran selama pembelajaran pada. Oleh karena itu, model pembelajaran pendidikan harus diubah kewarganegaraan mengubah pemikiran dan visi orang fenomena yang sedang berlangsung. Banyak fenomena yang terjadi selama ini lingkungan sekitar masyarakat akibat penggunaan teknologi yang salah.
Tetapi, beberapa orang tidak menyadarinya. Pendidikan membutuhkan pembelajaran antara teori dan praktek pendidikan harus seimbang (Trisiana, Sugiaryo dan Rispantyo, 2019). Desain pembelajaran dipandang sebagai dua hal yang saling berhubungan karena adanya perencanaan pembelajaran adalah pengetahuan yang membentuk kegiatan belajar yang ingin dicapai hasil tindakan yang diinginkan. Aspek desain instruksional berubah dua yaitu teori belajar dan psikologi yang berkaitan dengan media komunikasi terkait dengan model pembelajaran yang digunakan (Rachman, 2021; Rachman dan Azam, 2021; Trisiana et al., 2019).
Harus ada kriteria pemilihan media dikembangkan sesuai dengan tujuan, kondisi, dan keterbatasan yang dapat dicapai melihat sifat dan karakteristik media yang bersangkutan (Sadiman, Raharjo, Haryono dan Harjito, 2009). Pendapat lain mengatakan ini secara mendalam Saat memilih media, seseorang harus memperhatikan pesan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana caranya pesan ditransmisikan sebagai karakteristik subjek (afektif, psikomotor atau kognitif), dengan mempertimbangkan jumlah siswa, kapasitas produksi dan perencanaan pengembangan dan produksi media (Komalasari dan Saripudin, 2017, hal. 211).
Jadi dengan bantuan berbagai informasi yang diteliti dan diperoleh kemudian masyarakat melakukan berbagai percobaan gabungan dengan teori belajar teknologi untuk pengembangan informasi pendidikan. Melalui pengembangan ilmu Pelatihan ini merupakan hasil akhir dari pembelajaran yang diharapkan dapat diperoleh oleh para siswa Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berkaitan dengan nilai-nilai pancasila nilai-nilai karakter yang sesuai dengan aspek pendidikan kewarganegaraan. Perkembangan ilmu pendidikan dapat memanfaatkan perangkat berbasis Android. Android dapat menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat khususnya di industri ini.
Universitas dan sekolah menengah, siswa dan fakultas menggunakan Android untuk mendukung kehidupan sehari-hari mereka. Ada lima model pengembangan pembelajaran (Zuriah dan Kautsar, 2020), yaitu: (1) Analisis, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi.
Menggunakan media pembelajaran android dalam pembelajaran IPA atau PPKn diimplementasikan dengan membuat platform media digital seperti buku melibatkan media digital untuk meningkatkan minat baca siswa didukung oleh komponen lain seperti fungsi pembuatan video untuk pembelajaran, fungsi kuis digunakan untuk membantu siswa memahami sebagai ajang evaluasi. yang didukung dengan fitur-fitur animasi yang lebih menarik. Kemudian, bisa dilengkapi dengan fitur game yang masih berkaitan dengan teori pembelajaran sebagai sarana untuk menghilangkan rasa jenuh bagi siswa.
Kesimpulan
bahwa pendidikan kewarganegaraan di era digital memiliki peran penting dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia. Era digital memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan dalam pembelajaran, namun juga membawa tantangan dan dampak negatif. Penting bagi guru dan siswa untuk dapat mengelola teknologi dengan bijak dan memahami batasan-batasannya. Model pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan perlu dikembangkan agar efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran harus mempertimbangkan tujuan, kondisi, dan karakteristik media yang sesuai. Pengembangan ilmu pendidikan dapat memanfaatkan perangkat berbasis Android sebagai sarana untuk meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Implementasi media pembelajaran android dapat melibatkan komponen seperti buku digital, video, kuis, dan fitur animasi atau game untuk memperkaya pengalaman pembelajaran siswa.
Oleh: Ragil Wiryamanto
Politeknik Harpan Bersama