
JurnalPost.com – PKL adalah kegiatan magang yang diselenggarakan langsung oleh pihak universitas. Dengan begitu, mahasiswa yang mengikuti PKL akan menerima pengalaman kerja di mana mereka bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah. Pada PKL ini, metode yang di gunakan pendekatan casework. Pendekatan casework merupakan metode intervensi pekerjaan sosial yang berfokus pada pendampingan individu dalam mengatasi permasalahan mereka. Penelitian ini mengkaji penerapan casework dalam membantu pengembangan diri seorang anak panti asuhan berinisial F. Proses casework dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: membangun relasi dan kontrak antara caseworker dengan anak, pengkajian/asesmen mendalam tentang permasalahan anak, intervensi melalui kegiatan pengembangan potensi diri, dan terminasi/pemutusan kontrak.
Saya Akbar pramana nugraha (nim 210902108) mahasiswa prodi kesejahteraan sosial FISIP USU, berkesempatan melaksanakan PKL bersama seorang anak di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah cabang Kota Medan yang berlokasi di Jl. Amaliun Gg. Umanat No 5 kec Medan area, Kota Medan, Sumatera Utara.Kegiatan PKL ini kurang lebih di laksanakan selama 3 bulan di mulai dari tanggal 25 Maret 2024 sampai dengan 5 Maret 2024, Adapun yang saya lakukan selama di panti ialah sesuai dengan metode pekerja sosial menurut skidmore Thackeray, dan Farley (1994) menggunakan proses casework menjadi 4 tahapan dilihat dari relasi antara Therapist (pihak yang melakukan terapi) atau caseworker dengan kliennya sebagai berikut :
1. Tahap Penelitian
Pada tahap ini klien mulai menjalin relasi dengan caseworker dan pada tahap ini juga caseworker memberikan pengertian bahwa proses terapi yang akan di jalani klien lebih banyak di tentukan oleh klien sendiri hasil yang akan di capai sementara caseworker membantu klien agar dapat mengembangkan diri , membantu klien agar dapat memilih pemecah masalah yang terbaik bagi klien , membntu membangkitkan motivasi untuk bergerak ke arah yg lbh baik. Klien dapat menentukan pilihan apakah ia akan melanjutkan proses terapi ini atau tidak jika klien bersedia maka selanjutnya di tuangkan ke dalam surat kontrak kesepakatan trsebut pada fase ini klien berinisial F setuju untuk melanjutkan tahapan terapi selanjutnya
2. Tahap pengkajian
Pada tahap ini caseworker melakukan assesment berupa wawancara mendalam dengan klien untuk mengumpulkan informasi sebanyak banyak nya terkait apa yang sebenarnya menjadi masalah klien, apa yg menjdi penyebab terjadinya mslh tersebut bagaimana klien menanggulangi permasalahan nya, bagaimana perasaan klien, latar belakang klien, hubungan klien dengan keluarga maupun lingkungan sosialnya,dsb
3. Tahap intervensi
Treatment intervensi yang di berikan di sesuaikan dengan hasil assesment dan kebutuhan klien. Dari proses assesment klien di dapat bahwa permasalahan klien ialah klien kurang percaya diri karena di lingkungan yang baru ini klien sempat mengalami bully di panti efeknya klien sedikit tertutup. Maka pada permasalahan ini intervensi yang di berikan adalah motivasi untuk meningkatkn kepercayaan diri klien dan memotivasi klien untuk dpt berfokus pada pengembangan potensi yg di milikinya yaitu berenang. Dimana berdasarkan assesment itu pula di dapati bahwa klien hobi berenang. Maka untuk mendukung dan menunjang potensi trsebut caseworker mengajaknya untuk pergi berenang dan mengajarkan teknik berenang agar dapat di dalami lbh lanjut oleh klien. Setelah di amati pada saat berenang tersebut klien memang berpotensi untuk dapat mendalami teknik renang tersebut dan iya sempat mengatakan bahwa dia ingin jdi atlet dan pelatih renang Maka dapat dikatakan bahwa program yang di berikan berhasil membuat klien percaya diri untuk bisa beradaptasi pada lingkungan nya karena dia percaya bahwa ia mempunyai potensi yg besar.
4. Tahap terminasi
Tahap ini merupakan tahapan di mana relasi antara caseworker dngn klien di hentikan dan terjadi pemutusan kontrak caseworker juga memberikan hadiah sebagai reward karna klien telah berhasil menyelesaikan proses terapi sampai selesai.
Kesimpulannya Pendekatan casework sebagai metode intervensi pekerjaan sosial terbukti efektif dalam membantu pengembangan diri anak panti asuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui beberapa tahap membangun relasi dan kontrak, pengkajian mendalam, intervensi pengembangan potensi, dan terminasi kontrak anak panti asuhan berinisial F berhasil mengatasi masalah kurang percaya diri akibat bullying. Melalui asesmen, ditemukan minat anak pada olahraga renang, dan intervensi berupa motivasi dan kesempatan eksplorasi kemampuan renang. Hasilnya, anak F mengalami peningkatan kepercayaan diri dan bercita-cita menjadi atlet serta pelatih renang. Dukungan dari caseworker dan keterlibatan aktif anak menjadi faktor kunci keberhasilan proses pendampingan ini dalam membangun kepercayaan diri dan mengaktualisasikan potensi anak.
Penulis : Akbar pramana nugraha (210902108) | Ilmu kesejahteraan sosial | FISIP | USU