Dian Cipta Nurrohman¹, Rachmat Suryanto², Amara Imelda Carolina³, Aryan Athaillah Putra Ramadhan⁴,Mufid Gilang Al Rifqi⁵.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected] [email protected].
Abstract
This community service program aimed to assist Rumah Rajut Ruli Zulfa, a micro enterprise producing handmade knitted bags, in improving its digital marketing capabilities. Prior to the program, marketing activities were limited to conventional methods and Instagram, resulting in restricted market reach and low online engagement. The main objective of this program was to enhance the partner’s ability to utilize digital platforms such as Shopee and TikTok Shop as alternative marketing channels. The methods employed included observation, interviews, training, and direct mentoring. Assistance focused on creating marketplace accounts, optimizing product displays, developing promotional content, and introducing interactive features such as short videos and live selling. The results indicate an improvement in the partner’s digital literacy, increased engagement in the form of likes, comments, and shares, as well as a wider product reach. This program demonstrates that student mentoring through digital marketing optimization can contribute positively to the sustainability and competitiveness of local creative micro-enterprises.
Keywords: MSMEs; digital marketing; knitted bags; marketplace; community service
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Rumah Rajut Ruli Zulfa sebagai pelaku usaha kerajinan tas rajut dalam mengoptimalkan pemasaran digital. Sebelum pelaksanaan kegiatan, pemasaran produk masih terbatas pada metode konvensional dan penggunaan Instagram, sehingga jangkauan pasar dan interaksi konsumen relatif rendah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan platform digital lain, seperti Shopee dan TikTok Shop, sebagai alternatif pemasaran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan langsung. Pendampingan difokuskan pada pembuatan dan pengelolaan akun marketplace, optimalisasi tampilan produk, pembuatan konten promosi, serta pemanfaatan fitur video pendek dan live selling. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital mitra, meningkatnya interaksi berupa like, komentar, dan share, serta perluasan jangkauan pemasaran produk. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan mahasiswa KKN berperan penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM kreatif berbasis kerajinan.
Kata Kunci: UMKM; pemasaran digital; tas rajut; marketplace; pengabdian masyarakat
PENDAHULUAN
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia karena berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, serta penguatan ekonomi lokal. UMKM juga terbukti mampu bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi, sehingga menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pola perilaku konsumen mengalami perubahan yang signifikan. Konsumen kini cenderung mencari informasi produk, melakukan perbandingan harga, hingga melakukan transaksi secara online. Kondisi ini menuntut UMKM untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Pemanfaatan media sosial dan marketplace menjadi strategi pemasaran digital yang efektif karena mampu menjangkau konsumen secara luas dengan biaya yang relatif terjangkau.
Rumah Rajut Ruli Zulfa merupakan salah satu UMKM kreatif yang bergerak di bidang kerajinan tas rajut handmade. Produk yang dihasilkan memiliki keunggulan dari segi estetika, keunikan desain, serta nilai seni dan kreativitas yang tinggi. Tas rajut yang diproduksi tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan fungsional, tetapi juga sebagai produk fashion yang memiliki daya tarik tersendiri. Potensi ini seharusnya dapat dikembangkan lebih optimal melalui strategi pemasaran yang tepat, khususnya pemasaran berbasis digital.
Namun, berdasarkan hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, pemanfaatan pemasaran digital oleh Rumah Rajut Ruli Zulfa masih belum optimal. Pemasaran produk sebagian besar masih bergantung pada satu platform media sosial, yaitu Instagram, dengan keterbatasan variasi konten, frekuensi unggahan, serta interaksi dengan konsumen. Kondisi ini menyebabkan potensi jangkauan pasar dan peningkatan penjualan belum tercapai secara maksimal.
Selain itu, mitra belum memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop secara efektif, padahal kedua platform tersebut memiliki jumlah pengguna yang besar dan fitur pemasaran yang mendukung peningkatan penjualan, seperti video pendek, live selling, serta sistem promosi terintegrasi. Rendahnya literasi digital, kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, serta keterbatasan kemampuan dalam mengelola konten menjadi kendala utama yang dihadapi oleh mitra dalam mengembangkan usahanya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya hadir untuk memberikan pendampingan kepada Rumah Rajut Ruli Zulfa dalam optimalisasi pemasaran digital. Pendampingan difokuskan pada pemanfaatan media sosial dan marketplace secara lebih efektif, peningkatan kualitas konten promosi, serta penguatan branding produk. Diharapkan melalui kegiatan ini, visibilitas produk dapat meningkat, jangkauan pasar menjadi lebih luas, dan penjualan produk tas rajut Rumah Rajut Ruli Zulfa dapat mengalami peningkatan secara berkelanjutan.
METODE
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Rumah Rajut Ruli Zulfa sebagai mitra sasaran, dengan lokasi kegiatan berada di tempat usaha mitra. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan partisipatif, di mana mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan langsung guna memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mitra.
Tahap awal kegiatan dimulai dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kondisi usaha secara menyeluruh. Observasi dilakukan terhadap proses produksi, sistem pemasaran, serta pemanfaatan media digital yang telah digunakan oleh mitra. Sementara itu, wawancara dilakukan secara langsung dengan pemilik usaha untuk menggali informasi terkait strategi pemasaran yang selama ini diterapkan, tingkat pemahaman terhadap pemasaran digital, serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Hasil dari tahap ini digunakan sebagai dasar dalam perencanaan program pendampingan yang tepat sasaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dirancang program pendampingan yang berfokus pada optimalisasi pemasaran digital. Program tersebut meliputi pengenalan konsep pemasaran digital, pemanfaatan media sosial dan marketplace, serta penguatan branding produk. Mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, mulai dari proses pendaftaran akun, pengaturan profil toko, hingga pengunggahan produk secara lengkap dan menarik.
Selanjutnya, pendampingan difokuskan pada pelatihan pembuatan konten promosi digital. Mitra diberikan pemahaman mengenai teknik pengambilan foto dan video produk, penyusunan deskripsi produk yang informatif, serta penggunaan caption dan tagar (hashtag) yang relevan. Selain itu, mitra juga dilatih untuk memanfaatkan fitur video pendek dan live selling sebagai strategi pemasaran interaktif guna meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen.
Pendampingan dilakukan secara langsung dan berkelanjutan agar mitra dapat mempraktikkan materi yang telah diberikan. Mahasiswa turut mendampingi mitra dalam proses unggah konten, pelaksanaan live selling, serta pemantauan respon konsumen. Strategi peningkatan interaksi seperti ajakan untuk memberikan like, komentar, dan share juga diperkenalkan sebagai upaya meningkatkan engagement dan jangkauan pemasaran produk.
Tahap evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pendampingan. Evaluasi difokuskan pada peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola media sosial dan marketplace, perubahan tingkat interaksi konsumen, serta perluasan jangkauan pemasaran produk. Data evaluasi diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap akun media sosial dan marketplace mitra, serta hasil diskusi dengan mitra terkait perubahan yang dirasakan setelah kegiatan pendampingan.
Sebelum pendampingan, pemasaran produk Rumah Rajut Ruli Zulfa masih terbatas pada penggunaan Instagram dengan frekuensi unggahan yang tidak konsisten. Tingkat interaksi konsumen berupa like, komentar, dan share masih relatif rendah, serta belum adanya pemanfaatan marketplace sebagai saluran penjualan alternatif. Melalui penerapan metode yang sistematis dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan mitra mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan penjualan produk
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Pengaruh Branding Produk terhadap Penjualan
Branding produk memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan penjualan pada usaha Rumah Rajut Ruli Zulfa. Sebagai usaha yang bergerak di bidang kerajinan rajut, branding tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kepercayaan dan persepsi positif di benak konsumen. Melalui branding yang kuat, Rumah Rajut Ruli Zulfa mampu membedakan produknya dari produk rajut lain yang sejenis di pasaran.
Identitas merek yang jelas, seperti nama usaha, logo, serta ciri khas produk rajutan, membuat konsumen lebih mudah mengenali dan mengingat Rumah Rajut Ruli Zulfa. Konsistensi dalam kualitas produk dan tampilan visual yang menarik akan membentuk citra merek yang profesional dan bernilai tinggi. Hal ini dapat meningkatkan minat beli konsumen, karena konsumen cenderung memilih produk yang memiliki merek terpercaya dibandingkan produk tanpa identitas yang jelas.

Dari sudut pandang perilaku konsumen, branding memengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga persepsi kualitas, reputasi merek, dan pengalaman emosional yang ditawarkan. Produk rajutan dari Rumah Rajut Ruli Zulfa yang dikemas dan dipromosikan dengan baik akan dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi, sehingga konsumen bersedia membayar dengan harga yang sesuai. Persepsi positif ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan minat beli, kepuasan pelanggan, serta kemungkinan terjadinya pembelian ulang.
Selain itu, branding juga memengaruhi persepsi kualitas produk. Produk rajutan dari Rumah Rajut Ruli Zulfa yang dikemas dan dipromosikan dengan baik akan dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi, sehingga konsumen bersedia membayar dengan harga yang sesuai. Persepsi positif ini berkontribusi langsung pada peningkatan volume penjualan dan nilai transaksi.
Promosi yang dilakukan secara tepat, seperti penggunaan foto produk yang jelas, pencahayaan yang baik, serta penjelasan produk yang informatif dan jujur, turut memperkuat persepsi kualitas di mata konsumen. Konsumen akan lebih percaya bahwa bahan yang digunakan berkualitas, hasil rajutan rapi, dan produk memiliki daya tahan yang baik. Kepercayaan ini mendorong konsumen untuk merasa yakin dalam mengambil keputusan pembelian.
Ketika konsumen memiliki persepsi positif terhadap kualitas produk, mereka cenderung tidak terlalu mempermasalahkan harga. Konsumen bersedia membayar dengan harga yang sesuai karena mereka merasa harga tersebut sebanding dengan kualitas, nilai estetika, dan kepuasan yang akan diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa branding yang baik dapat meningkatkan nilai produk, bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari segi citra dan kepercayaan.
Dampak dari persepsi kualitas yang positif ini terlihat pada peningkatan volume penjualan dan nilai transaksi. Semakin banyak konsumen yang percaya terhadap kualitas produk, semakin besar kemungkinan terjadinya pembelian, baik oleh konsumen baru maupun pelanggan lama. Selain itu, konsumen yang puas juga berpotensi merekomendasikan produk kepada orang lain, sehingga secara tidak langsung membantu meningkatkan penjualan dan memperluas pasar Rumah Rajut Ruli Zulfa.
Media branding yang digunakan juga memiliki peran penting dalam membentuk citra dan memperluas jangkauan pasar. Media branding digital, khususnya media sosial, menjadi sarana yang efektif karena mampu menyampaikan pesan merek secara visual, interaktif, dan berkelanjutan. Melalui media sosial, Rumah Rajut Ruli Zulfa dapat menampilkan foto produk yang menarik, video proses pembuatan rajutan, testimoni pelanggan, serta cerita di balik setiap produk. Konten tersebut tidak hanya memperkuat identitas merek, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan konsumen, yang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
Pemanfaatan media sosial sebagai media branding memberikan dampak yang signifikan dibandingkan media non-online (cetak). Media sosial memungkinkan interaksi dua arah antara pelaku usaha dan konsumen, sehingga konsumen dapat memberikan komentar, ulasan, dan respon secara langsung. Selain itu, media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas, biaya yang relatif lebih rendah, serta kemudahan dalam mengukur efektivitas promosi melalui jumlah like, komentar, share, dan insight lainnya.

Sebaliknya, media non-online seperti brosur, spanduk, atau banner cetak memiliki keterbatasan dari segi jangkauan dan interaksi. Media cetak umumnya hanya menjangkau konsumen di wilayah tertentu dan bersifat satu arah, sehingga kurang mampu membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Meskipun demikian, media cetak tetap dapat berfungsi sebagai pendukung branding, khususnya untuk memperkuat identitas visual usaha di lingkungan lokal.

Secara keseluruhan, kombinasi antara branding produk yang kuat, pemahaman terhadap perilaku konsumen, serta pemanfaatan media branding yang tepat khususnya media sosial memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan penjualan Rumah Rajut Ruli Zulfa. Branding yang efektif mampu meningkatkan daya tarik produk, membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong loyalitas pelanggan. Dengan demikian, semakin optimal strategi branding yang diterapkan melalui media digital dan didukung media non-online, semakin besar pula peluang peningkatan penjualan dan keberlanjutan usaha Rumah Rajut Ruli Zulfa.
- Dampak Pendampingan Pemasaran Digital
Setelah pendampingan, mitra mulai mampu mengelola akun Shopee dan TikTok Shop secara mandiri, termasuk mengunggah produk, menyusun deskripsi yang menarik, serta membuat konten promosi yang sesuai dengan karakteristik platform digital. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memberikan pemahaman strategis mengenai pentingnya konsistensi konten, pemilihan kata promosi, serta visual produk yang menarik untuk meningkatkan daya tarik konsumen.

Mahasiswa juga membantu mitra dalam memanfaatkan fitur pemasaran digital seperti video pendek dan live selling. Penggunaan fitur tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi antara mitra dan calon konsumen, karena memungkinkan komunikasi dua arah secara langsung. Melalui live selling, mitra dapat menjelaskan keunggulan produk tas rajut, menjawab pertanyaan konsumen secara real time, serta membangun kepercayaan yang lebih kuat. Sementara itu, video pendek membantu memperluas jangkauan audiens karena lebih mudah menarik perhatian dan berpotensi menjangkau pengguna baru.

KESIMPULAN
Pendampingan UMKM Rumah Rajut Ruli Zulfa melalui optimalisasi pemasaran digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan jangkauan pemasaran produk. Pemanfaatan berbagai platform digital selain Instagram, seperti Shopee dan TikTok Shop, mampu meningkatkan interaksi dan visibilitas produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa KKN sangat penting dalam membantu UMKM beradaptasi dengan transformasi digital guna mendukung keberlanjutan usaha.
Daftar Pustaka
Armevia, F. R., Fajrina, I. D., & Jawa Raya, A. (2025). Komunikasi Pemasaran Berbasis Media Sosial untuk Meningkatkan Penjualan UMKM. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial.
Elita Sjioen, A., Sulistyaningsih, E., & Nuralam, et al. (2025). Optimalisasi Media Sosial dan Marketplace untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan.
Wulandari, E. W., & Andarini, S. (2025). Peran Pelatihan Digital Marketing dan Marketplace dalam Meningkatkan Minat Beli Produk UMKM. Jurnal Studi Administrasi Bisnis.
Sulaksono, J., & Zakaria, N. (2025). Peranan Digital Marketing Bagi UMKM. Generation Journa