Nama : Laila Nadya
Nim : 0306213221
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com – Sebagai organ tubuh letaknya paling luar dan berfungsi sebagai barrier tubuh, kulit mudah mengalami luka. Luka atau vulnus adalah putusnya konstinuitas kulit dan jaringan di bawah kulit oleh karena trauma. Proses yang kemudian terjadi pada jaringan yang rusak tersebut ialah penyembuhan luka yang dapat dibagi dalam empat fase yaitu hemostatis, inflamasi,proliferasi atau granulasi, dan fase remodeling. Beragam bentuk gangguan kesembuhan luka memvuat peneliti diseluruh dunia berusaha ntuk menemukan bahan-bahan atau formula obat yang dapat membantu mempercepat proses kesembuhan luka. Saat ini pengguna bahan herbal untuk pengobatan memiliki keuntungan seperti murah harganya dan aman dari reaksi sensitifitas. Ganong menjelaskan bahwa semua orang pernah mengalami luka misalnya naik motor, meski sudah hati-hati masih saja ditabrak yang menyebabkan terjadinya luka sayatan atau pada saat memasak secara tidak sengaja tangan atau jari terluka, kejadia yang tidak terduga tersebut apabila tidak diobati bisa sajamenyebabkan penyakit yang lebih patrah dan infeksi bakteri maupun jamur, rusaknya bagian kulit dan jaringan membuat banyak kuman masuk membentuk koloni.
Defenisi luka sayat/iris menurut Dorland adalah luka yang biasanya ditimbulkan oleh irisan benda yang bertepi tajam seperti pisau, silet, parang dan sejenisnya. Lebih lanjut lagi, luka yang timbul biasanya berbentuk memanjang, tepi luka berbentuk lurus, tetapi jaringan kulit di sekitar luka tidak mengalami kerusakan. Ningsih memberi defenisi bahwa luka sayat dapat menimbulkan pendarahan yang melibatkan peran hemostatis dan akhirnya terjadi peradangan atau inflamasi.
Ada beberapa penyebab terjadinya luka: (1) mekanik, contohnya trauma benda tajam, benda tumpul, senjata api dan bahan peledak; (2) fisik, contohnya paparan suhu, panas, dingin dan paparan listrik; (3) kimia, contohnya paparan zat asam dan basa.
Penjelasan Sjamsuhidajat penyembuhan luka kulit tanpa pertolongan dari luar berjalan secara alami. Luka akan terisi oleh jaringan granulasi dan lalu ditutup olegh jaringan epitel. Penyembuhan ini disebut penyembuhan sekunder atau sanatio per secundam intentionem. Cara ini biasanya memakan waktu cukup lama dan meninggalkan parut yang kurang baik, terutama kalau lukanya terbuka lebar. Luka akan menutup bersamaan dengan kontraksi hebat.
Bila luka hanya mengenai epidermis dan sebagian atas dermis, terjadi penyembuhan melalui proses migrasi sel epitel dan kemudian terjadi replikasi/mitosis epitel. Sel epitel baru ini akan mengisi permukaan luka. Proses ini disebut epitelisasi, yang juga merupakan bagian dari proses penyembuhan luka. Pada penyembuhan jenis ini, kontraksi yang terjadi biasanya tidaklah dominan.
Penanganan luka sayatan meliputi: (1) membersihkan: luka yang bersih adalah langlkah awal untuk penyembuhan yang optimal. Karena itu yang perlu dilakukan adalah membersihkan luka dari kotoran dan bakteri untuk mencegah infeksi dengan cepat dan tanpa rasa sakit. Keringkan luka dan area sekitarnya dengan lembut, jika membantu seseorang yang terluka, pastikan kamu sudah mencuci tangan terlebih dahulu dan memakai sarung tangan bedah sekali pakai. (2) melindungi: langkah kedua adalah melindungi luka dari kotoran dan bakteri untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Tutupi luka dengan plester atau kasa luka steril. Jika area yang lebih luas, gunakan perban dan selotip kusus untuk menutupi luka. (3) menyembuhkan: langkah ketiga, dapat mendukung penyembuhan luka pada kulit dengan aman, cepat dan dengan mengurangi resiko terjadinya bekas luka.