
JurnalPost.com– Penyediaan air tanah merupakan hal yang penting sebagai sumber air bagi makhluk hidup. Sistem resapan air yang baik, seperti biopori, memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mengendalikan genangan air. Hal tersebut dikarenakan biopori dapat berfungsi sebagai lubang resapan dan mampu memperbaiki infiltrasi air ke dalam tanah. Secara pengertian, biopori merupakan sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah.
Pembuatan biopori yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Dukuhsembung dilatarbelakangi dengan adanya lahan yang sering tergenang air jika musim hujan tiba. Hal itu dikarenakan air hujan sulit meresap ke dalam tanah, sehingga dapat memicu potensi banjir serta meningkatkan erosi tanah.
Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan pipa paralon dengan diameter 2,5 inch dan panjang mulai dari 50cm hingga 100cm yang diberikan lubang pada sisinya. Lubang pada sisi-sisi pipa memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai infiltrasi air, aerasi tanah, penguraian limbah organik, meningkatkan kesuburan tanah, pengurangan genangan air, serta sebagai penguatan struktur tanah. Kemudian dibutuhkan juga tutup yang diberikan lubang sebagai jalan masuknya air dari permukaan. Beberapa fungsi dari tutup pipa, yaitu sebagai keamanan, penyelamatan hewan, kebersihan dan estetika, pengendalian bau, serta mengatur pengisian dan pengosongan biopori.

Pada hari Minggu (30/07), Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023 melakukan pemasangan biopori pada lahan yang sering tergenang air. Setelah dilakukan pemasangan biopori, dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait apa itu biopori, bagaimana sistem kerjanya, serta cara pembuatan dan pemasangannya. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada hari Minggu (06/08) saat perkumpulan warga RT 09 Desa Dukuhsembung. Dengan adanya biopori tersebut, harapannya jika musim penghujan tiba air akan lebih mudah meresap ke dalam tanah dan dapat mengurangi genangan air.