JurnalPost.com – Pada perkembangan era saat ini, rasanya membaca dan bercerita bukanlah sebuah hal yang special dan banyak disukai oleh para murid, terutama bagi anak – anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pembiasaan membaca perlahan menghilang seiring dengan berjalannya waktu dan digantikan dengan gadget. Menurut UNESCO dan Kemenkominfo menjelaskan bila minat literasi di Indonesia hanya di angka 0,001 persen. Dengan demikian, dari seribu orang hanya satu orang yang gemar membaca buku. Selain minta baca yang berkurang, dilain hal rasa percaya diri anak – anak pun juga dapat berkurang. Kuranfgnya minat baca anak juga dapat berdampak pada pola pikir dan wawasan yantg dimiliki o0leh anak.
Oleh karena itu,diperlukan adanya upaya peningkatan minat baca anak. Dan juga dilain hal lewat pembiasaan membaca juga dapat mengasah skill anak dalam menonjolkan bakat untuk menjadi seorang Master of Ceremony (MC). Menjadi seorang MC juga diperlukan wawasan yang luas dan pemahaman yang cukup. Oleh sebab itu, melalui pembiasaan literasi juga dapat mengasah bakat anak untuk menjadi seorang MC. Melalui Program Surabaya Mengajar (PSM) yang dimulai dari tanggal 05 September – 16 Desember 2023, mahasiswa dari UNTAG Surabaya berkersempatan untuk membantu proses peningkatan minat baca anak yang bertempat di SDN Rungkut Kidul II/581. Adapun program yang dilaksanakan yaitu :
1. Program Pembiasaan Literasi Lewat Mendongeng
Anak – anak mungkin menganggap bahwa literasi merupakan satu hal yang sangat membosankan, dan tidak asyik. Padahal literasi dapat dilakukan dengan cara yang asyik, yakni dengan cara mendongeng. Selain dapat meningkatkan minat literasi pada anak, mendongeng juga dapat menintgkatkan daya ingat anak dalam mengingat dan melatih anak untuk berani tampil. Mendongeng tidak hanya dilakukan dengan menceritakan sebuah kisah kepada khalayak banyak, akan tetapi mendongeng juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih seru, yaitu dengan membuat mini drama, atau juga dapat dibuat dual bahasa dengan menggunakan dua bahasa sekaligus seperti bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dalam pengaplikasiannya, biasanya akan ada penampilajn mendongeng setiap hari rabu atau disebut dengan “Rabu Literasi” di SDN Rungkut Kidul II.
2. Program Kelas MC
Pengasahan bakat dan minat anak sangat dibutuhkan agar anak tau arah dan tujuan mereka kedepannya. Salah satunya adalah menjadi seorang MC. Tujuan dari diadakannya kelas MC ini adalah untuk melatih anak bagaimana tata cara menjadi seorang MC yang benar, dan untuk melatih rasa percaya diri anak ketika menghadapi banyak orang. Kelas MC ini juga merupakan salah satu cara dalam peningkatan literasi anak. Mengapa demikian, karena menjadi MC juga perlu wawasan yantg luas agar dapat menguasai materi dan agar dapat menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya. Adadpun bentuk pengaplikasian dari kelas MC ini adalah dengan menjadi pembawa acara di setiap hari “Selasa Kreasi” dan “Rabu LIterasi”.
Manfaat dari pelaksanaan program :
• Meningkatkan minat literasi anak
• Meningkatlkan skill anak dalam berekspresi dajn bercerita.
• Meningkatkan rasa percaya diri anak.
SDN Rungkut Kidul II/581 Surabaya, merupakan contoh yang baik dalam pembiasaan literasi pada anak. Dalam proses pengaplikasiannya, dilain sisi terdapat pengapresiasian oleh bapak ibu guru, yang dapat menumbuhkan semangat anak juga sangat baik. Lingkungan yang nyaman serta fasilitas yang memadahi juga sangat baik dalam proses pengembangan anak. Cara tersebut tidak hanya dapat membangun fondasi yang baik bagi anak, akan tetapi juga dapat membawa pengaruh positif bagi pertumbuhan sikap anak. Dengan demikian, dalam pelaksanaan program tadi, antara bapak ibu guru, murid, serta mahasiswa berjalan bersamaan dan saling mendukung agar dapat menuju hasil yang ingin dicapai.
Penulis : Elsa Firdausia
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya