Malang, JurnalPost.com – Senin (19/02/2024), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah sebagai salah satu program kuliah dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bocek, Dusun Manggisari, Kecamatan Batu, Kabupaten Malang. Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang. Dosen Pembimbing (DPL) kita yaitu, Ibu Viajeng Purnama Putri, S.E.,M.M. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Disini kami terdiri dari 5 anggota yaitu, Camelita Patricia Nusa (2020-455) sebagai ketua pelaksana, Raditya Sobfyan 2020-255 (Humas), Putria Nurusshofa 2020-235 (Sekretaris), Ridlwan Suryantara (Bendahara), M.Firmansyah Daffa 2021-100 (PDD). Kegiatan ini dapat menjadikan pembelajaran dan pengalaman yang berharga yang belum pernah kita lakukan . Sebelum memulai proses pembuatan Batik tulis , pentingnya memahami apa itu Batik Tulis.
Batik tulis dibuat secara manual dengan menggunakan tangan dengan alat bantu canting untuk menerakan malam pada corak batik. Pembuatan batik tulis memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi karena setiap motif berpengaruh pada hasil akhir.
Motif yang dihasilkan dengan cara ini tidak akan sama persis. Kerumitan ini yang menyebabkan harga batik tulis sangat mahal.
Kegiatan ini memerlukan bahan kain katun putih, pensil, canting, lilin / malam, pewarna tekstil, waterglass. Cara pembuatannya yang pertama yaitu menggambar pola pada kain. Kemudian di canting menggunakan lilin / malam yang masih panas diatas kompor dan memastikan mencanting sampai tembus ke bagian belakang kain.

Setelah itu memberikan pewarna tekstil pada motif. Setelah motif diwarna, selanjutnya diaplikasikan warna dasar hitam ke seluruh kain diluar motif yang sudah diwarna. Lalu keseluruhan kain diolesi dengan waterglass untuk mengunci warna. Kemudian didiamkan sampai 3 hari. Terakhir kain direbus dengan air panas untuk menghilangkan lilinnya dan dijemur.
Kegiatan ini juga bertujuan membantu pelaku UMKM di Desa Bocek untuk pemasaran produknya oleh mahasiswa melalui digital atau media sosial.