
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang menjadi salah satu agenda yang wajib dilakukan oleh semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh kelompok 76 gelombang 2 pada tanggal 19 Januari 2024 hingga 19 Februari 2024. Kegiatan PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Para anggota PMM beranggotakan 4 orang yaitu Marsya Salafia sebagai Ketua Pelaksana, Ghaitsa Zahira Shofa (Sekretaris), Aliyah Laily Wahyudiyanti (Bendahara) dan Salwa Gabby Nugrasesanty (PDD). Pelatihan motorik halus adalah kegiatan penting di taman kanak-kanak untuk membantu anak-anak tumbuh dalam keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata tangan. Dikarenakan gerakan yang dikembangkan merupakan gerakan fisik yang sesuai dengan usia anak-anak taman kanak-kanak, pelatihan motorik halus dan pengembangan jasmani tidak berbeda dalam pelaksanaannya.
Di taman kanak-kanak, pelatihan motorik halus dilakukan setiap hari, baik secara resmi maupun sebagai bagian dari kegiatan lainnya. Untuk memastikan bahwa anak-anak mengembangkan kemampuan motorik halus mereka dengan baik, guru harus memperhatikan ketentuan pedagogis gerakan yang kreatif dan bervariasi. Tujuan pelatihan motorik halus di taman kanak-kanak adalah untuk mengajar guru pendidikan anak usia dini (PAUD) mengenai dua hal penting: memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang teknik pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui praktik langsung.

Dalam penelitian yang dilakukan di PG/TK Al-Fath, menggunakan kreasi meronce sedotan sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kreasi meronce sedotan dan menempel sedotan, kemampuan motorik halus anak dapat meningkat. Pada usia dini, terdapat banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih motorik halus anak. Beberapa contoh kegiatan yang seru dan bermanfaat antara lain bermain mencampurkan warna, mewarnai, merangkai puzzle, menggunting kertas serta beberapa kegiatan lainnya menjadi salah satu bagian dari motorik halus. Prinsip-prinsip berikut penting dalam pelatihan motorik halus di taman kanak-kanak: memberikan anak-anak kesempatan untuk bergerak dan bereksplorasi, menyediakan bahan dan peralatan yang sesuai dengan usia mereka, memberikan instruksi yang jelas, dan memberikan umpan balik yang positif dan penguatan yang tepat. Pelatihan motorik halus di taman kanak-kanak diharapkan mendukung perkembangan fisik anak-anak yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata tangan.