Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Bernilai di Lingkungan Masyarakat

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 3 Juni 2026

Surabaya, JurnalPost.com – Sampah organik sisa dapur kerap menjadi persoalan di lingkungan masyarakat karena dapat menimbulkan bau kurang sedap jika tidak dikelola dengan baik. Kondisi ini juga dirasakan warga Pucangan RW 08 RT 1 hingga RT 5, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Sebagai salah satu solusi, dilakukan sosialisasi dan praktik pembuatan kompos menggunakan metode Takakura. Metode pengomposan asal Jepang ini dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga, terutama di kawasan perkotaan karena hemat tempat dan tidak menimbulkan bau.

Takakura memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai sampah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan nasi. Proses penguraian dilakukan di dalam keranjang berlubang yang dilapisi kardus dan bantalan sekam. Sirkulasi udara dari keranjang membantu menjaga kelembapan sehingga proses pengomposan dapat berjalan dengan baik.

Pembuatan Takakura juga dapat memanfaatkan barang bekas yang mudah ditemukan, seperti keranjang pakaian bekas dan kardus bekas. Sementara bahan pendukung lainnya dapat diperoleh secara mudah, baik melalui pembelian langsung maupun daring, seperti sekam, pupuk jadi sebagai starter, molase, dan EM4 untuk membantu mempercepat proses penguraian.

Adapun langkah pembuatannya dimulai dengan memasukkan sekam ke dalam jaring sebagai bantalan. Dalam satu keranjang diperlukan dua bantalan sekam, yakni untuk bagian bawah dan atas. Setelah itu, dinding keranjang dilapisi kardus, kemudian bantalan sekam pertama diletakkan di bagian bawah dengan ketebalan sekitar 5 sentimeter.

Selanjutnya, masukkan pupuk jadi atau starter setebal 10 hingga 15 sentimeter. Sampah dapur yang telah dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan dan dicampur dengan pupuk starter. Setelah itu, bagian atas ditutup menggunakan bantalan sekam kedua dan kain gelap agar suhu tetap terjaga serta mencegah lalat bertelur.

Sosialisasi praktik pembuatan Takakura ini berlangsung pada 30 Mei 2026 bersama warga RW 08 Pucangan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi pencemaran akibat sampah organik di lingkungan masyarakat.

Melalui pemanfaatan Takakura, sampah organik yang sebelumnya menjadi sumber bau kurang sedap dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi warga. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, metode ini juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

Kegiatan ini dilakukan oleh Hendra Prayoga, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah RW 08 Pucangan, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Penulis: Hendra Prayoga

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pemanfaatan-sampah-organik-menjadi-bernilai-di-lingkungan-masyarakat/25771/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026 18:51.