Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pemanfaatan Internet of Things Dalam Sektor Pengolahan Makanan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 8 Mei 2024

Tantangan sektor pengolahan makanan di era industri 4.0
Saat ini, di era industri 4.0 permintaan akan makanan tengah terus meningkat sebanyak 56% dengan pertumbuhan populasi penduduk di dunia yang diperkirakan akan mencapai 9.7 milyar jiwa sebelum tahun 2050 (van Dijk et al., 2021). Terlebih lagi, sektor pengolahan makanan juga tengah diharapkan untuk dapat meningkatkan nilai nutrisi makanan ataupun mengurangi jumlah sumber daya yang dibutuhkan dalam produksi, seiringan dengan meningkatnya kepentingan aspek aspek seperti keamanan dan kesehatan pangan, ataupun quality control atau dikenal juga sebagai pengendalian kualitas dari pengolahan pangan(Augusto, 2020).

Kelebihan dan kekurangan pengaplikasian IoT untuk menghadapi tantangan yang ada
Di zaman industri 4.0 ini, teknologi teknologi seperti IoT atau Internet of Things sudah tersedia untuk membantu meningkatkan kualitas dari sektor pengolahan makanan, IoT memiliki cakupan yang cukup luas dalam pengaplikasiannya pada sektor pengolahan makanan, dengan kelebihan utama yang diberikan oleh IoT adalah dari segi pengawasan maupun besarnya jumlah data yang disediakan (A. Hassoun et al., 2023). Jumlah data yang disediakan oleh IoT dapat membantu sektor pengolahan makanan dalam mengoptimisasi aspek aspek seperti menurunkan jumlah sumber daya yang dibutuhkan dalam proses pengolahan, menurunkan dampak samping proses terhadap lingkungan sekitar, IoT juga membantu memonitor keamanan dan kualitas pangan dengan meningkatkan kemampuan pemantauan menggunakan sensor sensor yang lebih teliti dan cepat dalam mendeteksi kecacatan ataupun masalah masalah kesehatan yang terdapat pada makanan dibandingkan dengan metode tradisional. IoT juga dapat menjadi dasar dari rantai pasok makanan agar lebih mudah untuk melacak segala sesuatu yang ada di dalam rantai pasok (S.M. Nagarajan et al., 2022).

Mengesampingkan kelebihan kelebihan yang ditawarkan oleh IoT, IoT merupakan sebuah hal yang cukup rumit dan kompleks, sehingga pengaplikasian IoT bukanlah sesuatu yang sudah pasti dapat menyelesaikan masalah, kekompleksan ini juga membuat IoT lebih rawan terhadap kesalahan kesalahan kecil, selain itu IoT juga berpotensi untuk menggantikan pekerjaan manusia sehingga mengurangi jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

Kesimpulan
Di era revolusi industri 4.0 sektor pengolahan makanan memiliki berbagai aspek yang menjadi perhatian seiring dengan waktu seperti efisiensi dalam produksi makanan, keamanan pangan, juga pengendalian kualitas dan rantai pasok dari makanan, pemanfaatkan kecepatan internet of things dalam mengumpulkan data, serta kemampuannya dalam menampung data dalam jumlah besar akan membantu dalam pengembangkan aspek aspek tersebut dengan jauh lebih mudah dan efisien, tetapi, IoT juga memiliki beberapa kekurangan yang tidak dapat diabaikan, meski demikian, keberadaan dan pemanfaatan IoT sangat dibutuhkan oleh sektor pengolahan makanan karena selain dari alasan alasan yang sudah disebutkan sebelumnya, data yang disediakan oleh IoT juga dapat digunakan untuk menghindari pencemaran lingkungan yang tidak diperlukan.

Ditulis Oleh: Gilang Ichsan Yudhistira,Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Mahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga

Daftar Pustaka
Augusto, P. E. D. (2020). Challenges, trends and opportunities in food processing. In Current Opinion in Food Science (Vol. 35, pp. 72–78).

Hassoun, A., Jagtap, S., Trollman, H., Garcia-Garcia, G., Abdullah, N. A., Goksen, G.,
Bader, F., Ozogul, F., Barba, F. J., Cropotova, J., Munekata, P. E. S., & Lorenzo, J. M. (2023). Food processing 4.0: Current and future developments spurred by the fourth industrial revolution. In Food Control (Vol. 145).

Nagarajan, S. M., Deverajan, G. G., Chatterjee, P., Alnumay, W., & Muthukumaran, V.
(2022). Integration of IoT based routing process for food supply chain management in sustainable smart cities. Sustainable Cities and Society, 76.

van Dijk, M., Morley, T., Rau, M. L., & Saghai, Y. (2021). A meta-analysis of projected
global food demand and population at risk of hunger for the period 2010–2050. Nature Food, 2(7), 494–501.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pemanfaatan-internet-of-things-dalam-sektor-pengolahan-makanan/14097/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 23:46.