Oleh : Nendry Nurramdani Solihah (POLBAN)
JurnalPost.com – Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat pengangguran yang tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN khususnya Vietnam dan Thailand. Salah satu penyumbang pengangguran yang ada di Indonesia adalah lulusan Perguruan Tinggi (PT) Vokasi yang masih sulit mendapatkan pekerjaan di Industri. Menurut Adi Nuryanto dalam Diskusi Publik dan Partnership Gathering INOVOKASIA yang bertajuk “Vokasi untuk Indonesia Emas 2045”, saat ini masih terdapat gap antara sistem pendidikan dan industri yang disebabkan kompetensi SDM yang dibutuhkan oleh industri masih belum dapat dipenuhi oleh sistem pembelajaran di PT Vokasi di Indonesia. Salah satu pokok bahasan yang perlu diperbaiki adalah kurikulm pembelajaran yang harus selaras dengan kebutuhan industri atau disebut dengan link and match.
Kebijakan turunan dari link and match adalah memberikan keleluasaan lebih kepada PT untuk mengembangkan kurikulum vokasi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Hal ini juga dilakukan di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) yang telah menerapkan kurikulm terbaru yaitu kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dalam sistem pembelajarannya. Kurikulum OBE mengarahkan PT Vokasi untuk menyusun kurikulum yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sesuai kebutuhan industri dan kompetensi lulusan. Untuk menguatkan menerapan kurikulum OBE, POLBAN melakukan kegiatan pelatihan kepada dosen-dosen baru agar dosen-dosen yang baru bergabung di POLBAN dapat menerapkan kurikulum OBE dalam pembelajarannya.
Pelatihan Metodologi Pengajaran dan Keterampilan Instruksional (PEKERTI) Tahun 2026 dilaksanakan di POLBAN selama 4 hari yaitu dari hari senin 2 Februari sampai dengan Kamis 5 Februari 2026 dengan peserta berjumlah 84 yang terdiri dari 76 dosen dari POLBAN, 2 dosen dari Politeknik Negeri Subang, 2 dosen dari Politeknik Negeri Indramayu, dan 4 dosen dari Politeknik Manufaktur Bandung. Pelatihan ini dilakukan bukan hanya memaparkan dan menjelaskan terkait penerapan kurikulum OBE, namun juga berfokus pada aplikasi pelaksanaannya yang dituangkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). RPS ini akan menjadi acuan dosen pengampu dalam melaksanakan pembelajaran dengan tujuan akhir pembelajaran yang sudah ditercakup di dalamnya.
Materi pelatihan ini meliputi Pembelajaran Orang Dewasa, Hakikat Metode Instruksional dan Keterampilan Dasar, Desain Instruksional, Teknologi Pembelajaran Modern menggunakan AI, Model-model Pembelajaran Inovatif (PBL dan PjB), Rencana Pembelajaran Semester, dan Rencana Pembelaksanaan Pembelaajran (RPP) dengan narasumber yaitu bapak Marwansyah, M.Si., Ph.D.; Iwan Ridwan, M.T., Ph.D.; Dr. Ira Novianty, M.Si., Ak.; Azhar El Hami, M.Si.; Dr. Drs. Ma’mun Sutisna, M.Pd.; Dr. Hendi Rohendi, M.Si.; Prof. Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D.; Dr. Priyanto Hidayatullah, M.Sc.; Jonner Hutahaean, BSET, M.Info.Sys.; Lukmannul Hakim Firdaus, M.T.; Setiadi Tachmat, B.Eng, M.Eng.; dan Keryanti M.T.
Kegiatan ini tidak berhenti pada 4 hari pelatihan namun terdapat kegiatan macroteching dan microteaching yang dilakukan pada jadwal real dosen. Dokumen pembuatan RPS dan RPP akan menjadi bekal pada pelaksanaan microteaching berikutnya.
Diharapkan pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kurikulim terbaru yang dijalankan namun juga panduan dalam pelaksanaan pembelajaran di jurusan bahkan di Perguruan Tinggi masing-masing.