
JurnalPost.com – Komunikasi terapeutik di bidang keperawatan memegang peranan penting untuk menciptakan hubungan harmonis antara perawat, pasien, dan tenaga kesehatan lainnya, guna mengenal kebutuhan pasien dan menentukan rencana tindakan serta kerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Indra Wati, 2003). Keefektifan komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien akan mengoptimalkan tindakan keperawatan yang akan mempercepat proses penyembuhan fisik dan psikologis pasien (Anas Tamsuri, 2002). Dalam dunia kesehatan komunikaasi merupakan hal esensial yang mendukung proses penyembuhan dan kenyamanan pasien, melihat urgensi tersebut Rumah Sakit Husada Bunda bekerjsama dengan dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur membuat pelatihan sebagai bentuk pengabdian mayarakat mengenai komunikasi efektif dan komunikasi terapeutik bagi tenaga kesehatan.
Rumah Sakit Husada Bunda berada di Kota Malang, Jawa Timur. Rumah Sakit Husada Bunda merupakan rumah sakit ibu dan anak, sehingga didominasi dengan pasien ibu dan anak. Tenaga Kesehatan sebaiknya dibekali dengan kemampuan komunikasi yang baik, sehingga mendukung pelayanan yang dilakukan kepada pasien sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan lebih prima. Maka dari itu pelatihan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai komunikasi efektif juga pemahaman mengenai komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien.
Dalam pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama diisi dengan materi Komunikasi Efektif. Sesi kedua diisi dengan materi Komunikasi Terapeutik dan Handling Complain yang dipandu oleh dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur Ibu Dian Hutami Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom dan Ibu Ririn Puspita Tutiasri, M.Med.Kom. materi yang dibawakan meliputi aspek dalam komunikasi efektif, cara active listening, komunikasi verbal dan non-verbal, total look pelayanan mencakup gestures, empati, dan body language. Materi yang disampaikan didasarkan pada indek kepuasan layanan kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan yakni 1) kepuasan terhadap senyum, salam, sapa 2) Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan dan 3) Kepuasan terhadap sarana fasilitas kesehatan.
Dalam pemgabdian masyarakat ini tidak hanya diberikan materi, namun peserta juga melakukan praktik dalam handling complain. Kegiatan pelatihan kerjasama ini mendapat respon baik dari seluruh peserta. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menjadi evaluasi terhadap kinerja dan menjadi sarana untuk memacu perbaikan kinerja kedepannya. Pegawai juga menilai bahwa Rumah Sakit Husada Bunda Malang tempat mereka bekerja memiliki kepedulian tinggi terhadap kapabilitas pekerjanya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan pelayanan dalam Rumah Sakit Husada Bunda akan menjadi lebih baik dan nyaman bagi para pasien dan keluarga pasien.