JurnalPost.com – Saat ini, kasus bullying kembali menjadi perhatian setelah banyaknya kasus yang terjadi di masyarakat. Lebih mengkhawatirkan lagi, korban bullying merupakan siswa sekolah dasar. Berdasarkan kejadian yang terjadi di lapangan baru-baru ini, calon guru SD perlu diberikan pemahaman terkait dengan peranannya dalam menangani kasus tersebut.
Guna tercapainya tujuan itu, mahasiswa semester VI Program Studi PGSD STKIP Pangeran Dharma Kusuma (Padhaku) Segeran Juntinyuat Indramayu menyelenggarakan Webinar Bimbingan dan Konseling dengan tema “Optimalisasi Peran Guru Terhadap Kasus Bullying di Kalangan Siswa SD”.
Kegiatan digagas oleh dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling Irma Sosiasyari, M.Pd. bersama mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di STKIP Padhaku Indramayu. Kegiatan webinar ini merupakan acara yang kedua setelah tahun lalu sukses dilaksanakan dan kini akan menjadi program tahunan.
Webinar dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Juni 2023, pukul 13.00 sampai 15.00, melalui zoom meeting dan dihadiri oleh 95 peserta dari berbagai daerah. Diantaranya ada yang dari Indramayu, Bandung, Majalengka, Tasikmalaya dan daerah lainnya. Peserta terdiri atas beberapa kalangan seperti mahasiswa, guru dan dosen.

Acara diisi oleh tiga pemateri yang berpengalaman, yaitu Irma Sofiasyari, M.Pd. selaku dosen PGSD STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu memaparkan materi mengenai “Kenali dan Cegah Bullying terhadap Siswa ABK di Sekolah Dasar”. Pemateri kedua yaitu Leo Setya Budi, M.Pd. selaku tutor Universitas Terbuka dan Guru Bimbingan Konseling di SMPN 11 Penajam Paser Utara memaparkan materi mengenai “Bullying dan Peran Guru di Sekolah”. Pemateri terakhir Eka Dewi Sartika, S,Pd. Seorang guru di SD Islam Al Azhar 41 Karawang memaparkan materi tentang “Cara Menangani Siswa yang Terkena Bullying”.
Tak disangka acara webinar bimbingan dan konseling ke dua ini mendapat respon yang positif. Irawan salah satu peserta menanyakan bagaimana cara membedakan lelucon dengan bullying. Menjawab pertanyaan tersebut, Leo Setya Budi, M.Pd. menjelaskan bahwa jika lelucon itu akan membuat seseorang merasa senang dan terhibur, sedangkan bullying dampaknya dapat merasa seseorang tertindas, terluka bahkan sampai dengan trauma. Selain itu, Irma Sofiasyari, M.Pd. menambahkan bahwa pada saat bercanda maka semua pihak yang terlibat dapat tertawa, tapi jika hanya memuaskan satu pihak saja, sedangkan pihak lain menjadi bulan-bulanan, maka hal itu termasuk sebagai bullying.
Berdasarkan respon dari peserta webinar, acara yang mengangkat topik hangat seperti ini dapat memberikan banyak manfaat kepada calon pendidik agar dapat mengetahui berbagai jenis kasus bullying dan juga penanganannya. Sehingga diharapkan setelah menjadi guru kelak akan mampu menangani kasus seperti ini.
Pewarta: Irma Sofiasyari (STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu).