JurnalPost.com – Peduli Bumi merupakan program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang dinaungi oleh Bidang Kerja Sama dan Pengabdian Masyarakat. Program kerja ini diadakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan akan kepedulian dari Mahasiswa Universitas Diponegoro dan masyarakat umum khususnya masyarakat Kota Semarang terhadap isu-isu lingkungan yang sedang terjadi di sekitar kita. Dengan menyebarkan informasi mengenai isu lingkungan dan adanya kegiatan aksi nyata diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat lebih peduli akan isu lingkungan yang sedang terjadi.
Pada tahun ini kita membahas isu lingkungan yang sedang terjadi di Kota Semarang pada bagian Semarang Utara yaitu penurunan permukaan tanah. Isu permukaan ini sebenarnya sudah lama terjadi dari tahun ke tahun, bahkan menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang penurunan permukaan tanah pada Semarang Utara bisa mencapai 7-13 cm setiap tahunnya. Kampung Tambakrejo menjadi wilayah yang paling berdampak akan penurunan permukaan tanah sampai 13 cm per tahun. Isu ini harus lebih kita sebar luaskan karena juga bisa menyebabkan banjir rob sehingga berdampak pada aspek ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, program kerja ini dilaksanakan di Kampung Tambakrejo dan Alun-alun Simpang Lima Kota Semarang. Program kerja ini juga memiliki 4 rangkaian dan dilaksanakan pada bulan Mei ini yaitu Enviropedia, Ruang Diskusi, Enviro Campaign. dan Enviro Action.

Berikut penjelasan setiap rangkaian dari program kerja Peduli Bumi 2026:
Enviropedia: Enviropedia merupakan kegiatan berupa campaign online yang disebarluaskan melalui media sosial, khususnya Instagram. Konten Enviropedia berisi materi edukatif yang akan dipublikasikan melalui fitur story, feed, dan reels di akun Instagram para volunteer serta panitia. Materi yang diangkat dalam kampanye online ini berfokus pada isu penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir Kota Semarang. Selain itu, materi juga membahas dampak yang ditimbulkan, seperti banjir rob, kerusakan infrastruktur di kawasan pesisir, ancaman terhadap kesehatan dan sanitasi masyarakat, serta penurunan kondisi ekonomi. Sebagai upaya penanganan, disampaikan pula solusi nyata yang dapat dilakukan, salah satunya melalui penanaman mangrove sebagai bentuk mitigasi untuk membantu mengurangi dampak penurunan permukaan tanah.
Aksi campaign ini bertujuan agar materi yang disampaikan pada unggahan tersebut dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro dan masyarakat luas akan pentingnya untuk peduli dan melestarikan lingkungan terutama pada lingkungan sekitar melalui konten infografis. Untuk meningkatkan partisipasi audiens, disisipkan aktivitas interaktif berupa games berhadiah yang berkaitan dengan materi yang telah dipublikasikan.

Ruang Diskusi: Rangkaian ini berupa sosialisasi kepada masyarakat yang membahas tentang penurunan muka tanah digelar secara offline di Balai Pertemuan Desa Tambakrejo, Kota Semarang, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga pesisir terhadap solusi mitigasi yang aplikatif. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, perkenalan serta pemaparan materi oleh Ibu Septiria Irawati, M.K.M., dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) di mana peserta yang terdiri dari volunteer dan warga dibagi dalam kelompok kecil untuk membahas studi kasus dan merumuskan langkah-langkah nyata sesuai kondisi setempat. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi yang diawali dengan jargon singkat, lalu MC menyampaikan kesimpulan dan pembicara memberikan tanggapan. Setelah itu, volunteer melakukan sesi berbagi pengalaman dengan nelayan atau remaja Karang Taruna.
Agar suasana tetap interaktif dan santai, kegiatan ditutup dengan permainan edukatif seperti mitos/fakta dan susun kata yang melibatkan kerja sama tim. Sepanjang acara, volunteer bertugas mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan melalui instastory dengan fitur add yours, serta di akhir rangkaian akan diterbitkan artikel laporan lengkap untuk menyebarluaskan informasi guna mendorong kepedulian masyarakat luas terhadap isu lingkungan dan kesehatan di pesisir.

Enviro Campaign: Enviro Campaign adalah kampanye lingkungan offline di Car Free Day Semarang yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penurunan muka tanah melalui pendekatan edukasi, advokasi, dan interaksi langsung. Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan aksi campaign berjalan membawa poster, banner, dan atribut edukatif, serta orasi oleh Ketua BEM FKM Undip atau perwakilan yang menyampaikan urgensi masalah dan ajakan berperan aktif menjaga lingkungan.
Setelah itu, masyarakat diajak ke Enviro Education and Interaction Booth yang diawali dengan komitmen melalui Enviro Pledge Wall, lalu mengikuti games interaktif seperti Enviro Quiz Challenge, Enviro Matching Game, dan Spin the Enviro Wheel. Selama acara, volunteer terlibat dalam edukasi, wawancara, dokumentasi, dan pembuatan konten digital. Kegiatan ditutup dengan aksi city clean up sebagai kontribusi nyata, serta diakhiri dengan penyusunan artikel dan publikasi untuk memperluas informasi ke khalayak luas.
(Dokumentasi bersama di rangakaian Enviro Campaign)
Enviro Action: Enviro Action adalah aksi nyata penanaman mangrove di Pantai Tambakrejo, Semarang, yang diawali dengan berkumpulnya panitia dan volunteer, dilanjutkan briefing teknis dan doa bersama. Setibanya di lokasi, acara dibuka oleh MC, dilanjutkan sambutan dari Ketua BEM FKM UNDIP 2026 dan Ketua Pelaksana Peduli Bumi 2026. Peserta kemudian menuju lokasi penanaman menggunakan perahu sesuai kelompok, mendapat pengarahan dari pendamping setempat, lalu melakukan penanaman 500 bibit mangrove dan dilanjutkan dengan aksi beach clean-up di area pesisir.
Setelah kegiatan inti, dilakukan closing statement dari ketua pelaksana dan pendamping Tambakrejo sebagai monitoring dan evaluasi, kemudian panitia dan volunteer kembali ke titik kumpul untuk istirahat dan ice breaking. Acara juga diisi pemberian penghargaan kepada volunteer terbaik serta apresiasi untuk seluruh peserta. Kegiatan ditutup oleh MC, dilanjutkan dokumentasi bersama dan publikasi media sosial (instastory add yours), lalu mobilisasi kembali ke Tembalang. Sebagai tindak lanjut, hasil kegiatan akan dibuatkan artikel publikasi untuk menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang rentan abrasi.
