Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Munculnya Konflik Akibat Kekayaan Alam Afrika (Sungai Nil)

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 21 Januari 2024

JurnalPost.com – Benua Afrika merupakan benua terbesar diurutan kedua di bumi, benua ini memiliki luas sekitar 30,5 juta kilometer persegi, secara geografis Benua Afrika dibagi menjadi lima kawasan yaitu Afrika Barat, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Utara dan Afrika Selatan. Benua ini dihuni sekitar lebih dari 900 juta jiwa, selain populasinya yang tinggi, sumber daya alam di Benua Afrika sangatlah melimpah, melihat kondisi geografis Benua Afrika sangatlah luas nan tandus, terdapat sumber daya alam pertanian dan pertambangan yang luas dan beragam yang kemudian menjadikan Afrika menjadi salah satu produsen tambang terbesar di dunia.

Tidak hanya pertanian dan pertambangan, Benua Afrika juga memiliki Sungai Nil, Sungai nil merupakan sungai terpanjang kedua di dunia dengan panjang sekitar 6.600 kilometer. Sungai ini mengaliri beberapa negara, termasuk Negara Sudan, Sudan Selatan, Ethiopia, Mesir, dan negara-negara sekitarnya. Akan tetapi banyaknya sumber daya alam yang melimpah berpotensi menyebabkan adanya konflik antar negara. Benua Afrika tang memiliki kondisi alam yang tandus menyebabkan terjadinya kelangkaan air, dimana hal ini menjadi urgent bagi negara-negara Afrika di tengah kondisi pertumbuhan populasi yang semakin meningkat dan perubahan iklim.

Negara-negara Afrika berusaha memenuhi kebutuhan air negaranya, mereka berkompetisi untuk mengamankan komoditas air yang kemudian memicu munculnya konflik di Afrika. Adanya kelangkaan air ini mulai meresahkan masyarakat Afrika, dan di tahun 2011 mulai terjadi konflik. Negara Ethiopia mengumukan rencana pembangunan project bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) yang bertujuan menjadi bendungan penghasil Listrik terbesar di Afrika dengan tegangan 6.000 megawatt.

Tanggapan beberapa negara tetangga, khususnya Mesir dan Sudan terkait Pembangunan GERD ini ditentang karena pembangunan ini akan mengurangi volume air yang mengaliri negara Mesir dan Sudan. Adanya upaya perjanjian Nile Water Agreements tidak berhasil untuk menyelesaikan konflik dan akhirnya konfik ini diangkat ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sampai saat ini upaya penyelesaian melalui diplomatic masih terus dilakukan.

Penulis: Shindy Ainun
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Teknologi Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/munculnya-konflik-akibat-kekayaan-alam-afrika-sungai-nil/10956/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:22.