Wujudkan Desa Ngiliran sebagai Desa Wisata Unggulan: Mahasiswa KKN 93 UNS Melakukan Branding Media Sosial Melalui Pembuatan Akun Instagram @explorengiliran, Branding Media Cetak, dan Pembuatan Penunjuk Jalan Inovatif yang disertai QR Code.
JurnalPost.com – Desa Ngiliran, sebuah permata tersembunyi di tengah-tengah keindahan alam Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa Ngiliran memiliki berbagai potensi untuk menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Dalam membantu mewujudkannya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 93 Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan langkah-langkah inovatif untuk meningkatkan daya tarik Desa Ngiliran sebagai Desa Wisata Unggulan. Dengan semangat membangun desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 93 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menganalisis permasalahan yang ada dan merancang strategi branding melalui berbagai media yakni media sosial, media cetak, dan pembuatan penunjuk jalan yang dilengkapi dengan QR Code. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Desa Ngiliran sebagai destinasi wisata. Program branding potensi wisata dan UMKM yang ada di Desa Ngiliran tersebut juga dilakukan dalam rangka perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa kesembilan, yaitu Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan.
Kemajuan teknologi membuat media sosial menjadi media penyaluran informasi yang sangat cepat. Jaman sekarang, hampir seluruh lapisan masyarakat mencari informasi dengan mengakses internet. Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, mahasiswa KKN 93 Universitas Sebelas Maret telah menggambarkan pesona Desa Ngiliran melalui platform instagram @explorengiliran. Dengan desain yang menarik dan informatif, unggahan akun @explorengiliran dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi para pengunjung yang hendak datang. Mahasiswa KKN 93 Universitas Sebelas Maret juga telah mempresentasikan grand design untuk keberlanjutan pengelolaan akun instagram @explorengiliran kepada Pemerintah Desa Ngiliran. Grand design tersebut berisi palet warna, font untuk judul dan isi di setiap unggahan, ikon sorotan, template unggahan, dan template cerita instagram.
Tak hanya berpaku pada media sosial, mahasiswa KKN 93 Universitas Sebelas Maret juga menjalankan strategi branding melalui media cetak seperti leaflet informatif. Leaflet ini menawarkan informasi yang dibalut dengan desain yang ciamik dan menyejukkan mata. Selain itu, gaya penulisan yang komunikatif membuat pembaca serasa diajak mengunjungi Desa Ngiliran melalui untaian kata. Melalui leaflet ini, potensi Desa Ngiliran dapat tersebar luas sehingga menarik minat para pengunjung untuk segera berkunjung dan merasakan pesona Desa Ngiliran secara langsung.
Tidak cukup sampai di situ, Mahasiswa KKN 93 Universitas Sebelas Maret juga turut merancang pembuatan penunjuk jalan yang akan memudahkan para wisatawan untuk menjelajahi setiap sudut Desa Ngiliran. Desain dari penunjuk jalan ini juga telah dilengkapi dengan QR code yang berisikan informasi-informasi penting seputar Desa Wisata Ngiliran seperti peta, video profil desa, dan juga akun instagram @explorengikiran . QR code ini akan mengalihkan pengunjung ke tautan https://linktr.ee/desawisatangiliran di mana semua informasi yang dibutuhkan tersedia. Dengan adanya penunjuk jalan yang jelas dan informatif, para pengunjung dapat dengan mudah menemukan lokasi-lokasi menarik seperti wisata alam, tempat bersejarah, dan objek wisata lainnya.

Pelaksanaan ketiga program ini dimulai dari perancangan, survei lokasi, pembuatan media, hingga presentasi kepada perangkat desa berlangsung selama periode KKN, yaitu dari tanggal 16 Januari hingga 5 Maret 2024. Keberlangsungan program penunjang desa wisata ini juga tak lepas dari arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 93 KKN UNS 2024, Dr. Titis Srimuda Pitana, S.T., M.Trop.Arch., yang turut membimbing, memberikan arahan, dan senantiasa memberikan feedback selama proses penyusunan program. Beliau juga memberikan tanggapan positif bahwa ketiga program ini sangat potensial untuk meningkatkan eksposur terhadap Desa Ngiliran sehingga dapat menunjang terbentuknya desa wisata.
Tanggapan positif diutarakan oleh Kepala Desa Ngiliran. Beliau menyampaikan bahwa program-program yang diusulkan sangat potensial untuk dikembangkan dan dijaga keberlanjutannya. Program seperti pengelolaan akun media sosial akan ditangani oleh pemuda yang tergabung pada kelompok Karang Taruna Desa Ngiliran. Beliau juga menyampaikan bahwa program-program yang diusulkan akan meningkatkan eksposur Desa Ngiliran sehingga membantu tercapainya tujuan bersama yakni menjadikan Desa Ngiliran sebagai desa wisata unggulan.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara mahasiswa KKN 93 Universitas Sebelas Maret dan masyarakat serta Pemerintah Desa Ngiliran akan membawa perubahan yang signifikan dalam mengangkat potensi pariwisata desa. Pembaruan yang inovatif dan kreatif serta kebersediaan pemerintah desa dan warga setempat untuk menyukseskan program ini menjadi kunci berhasilnya program-program yang direncanakan. Dengan strategi branding yang terencana dengan baik melalui media sosial, media cetak, dan pembuatan penunjuk jalan, Desa Ngiliran akan semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata yang menarik. Hal ini membuktikan adanya peran aktif mahasiswa dalam pembangunan lokal dapat memberikan dampak positif yang nyata.
Narahubung : Jennifer Ancella