
Oleh: Dicky Indra Sebrian
JurnalPost.com – Sebanyak 8 mahasiswa dari Program Pendidikan Studi Ilmu Hukum S1 Universitas Pamulang telah berhasil dalam menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan yang di laksanakan 24 April 2025 yang dimana diikuti sebanyak 42 peserta dari siswa/siswi kelas 10 di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan.
Kelompok 4 yang berjumlahkan 8 orang mahasiswa membawakan sebuah judul : “Menumbuhkan Kesadaran dan Pemahaman Siswa/I Mengenai Pentingnya Melaporkan Kekerasan Seksual Terhadap Anak”. Yang dimana kegiatan mempunyai tujuan untuk meningkatkan pentingnya kesadaran terhadap kasus seksual terhadap anak khususnya di dalam dunia pendidikan.
Kekerasan seksual di lingkungan sekolah menengah atas yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa merupakan masalah serius yang menunjukkan adanya krisis moral dan ketidakcukupan dalam pendidikan karakter di sekolah. Perilaku ini seharusnya tidak dipandang hanya sebagai kenakalan remaja, tetapi lebih sebagai pelanggaran hukum dan hak asasi yang dapat menimbulkan trauma jangka panjang untuk korban. Beberapa faktor yang mendasari meningkatnya kasus ini antara lain kurangnya pendidikan seksual yang menyeluruh, tidak adanya pemahaman mengenai batasan dan persetujuan, serta kondisi sekolah yang tidak memiliki sistem perlindungan anak yang cukup baik. Untuk menangani masalah ini, tindakan yang sistematis dan menyeluruh diperlukan.

Pertama, sekolah harus menerapkan pendidikan seksual yang mencakup bukan hanya aspek biologis, tetapi juga nilai-nilai etika, empati, dan cara membangun hubungan yang sehat. Kedua, institusi pendidikan harus memiliki kebijakan dan hukuman yang tegas bagi pelaku kekerasan seksual, serta menyediakan sistem pelaporan yang aman dan mendukung korban. Ketiga, para guru dan staff pendidikan harus dilatih dalam menangani kasus kekerasan seksual dan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Terakhir, orang tua dan masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam meningkatkan kesadaran serta berkomunikasi terbuka dengan anak-anak, agar masalah seperti ini dapat dicegah sejak awal.
Dengan pendekatan yang menyeluruh dan kerjasama yang baik, sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan benar-benar melindungi perkembangan anak secara utuh, baik dari segi akademik maupun emosional.