Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Menuju Masyarakat yang Adil dan Merata

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 15 Desember 2023

JurnalPost.com – Dalam mewujudkan perjalanan “Menuju Masyarakat yang Adil dan Merata” kesetaraan menjadi fondasi utama. Baik itu kesetaraan gender, hak asasi manusia, distribusi sumber daya yang adil, akses pendidikan, kesehatan yang merata, serta inklusi sosial menjadi poin perubahan. Kesetaraan tersebut bukan memperhatikan sampai situ saja, namun juga harus memperhatikan tentang pembagian adil antara kelompok masyarakat mulai dari golongan atas sampai golongan bawah. Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, tua dan muda atau pun kesetaraan ras dan etnis.

Namun perlu digaris bawahi pembagian adil disini bukan semata-mata hal yang diberikan atau pun bantuan yang disalurkan sama, namun pemberian bantuan sesuai dengan porsi kebutuhannya yang harus adil. Misal di suatu golongan masyarakat golongan ke bawah lebih membutuhkan bantuan yang lebih besar untuk pendorong atau pun pendukung keberlangsungan hidupnya, nah beda halnya dengan masyarakat golongan atas yang lebih sedikit memerlukan bantuan tersebut. Pembagian yang seperti itu dapat dikatakan adil, dikarenakan memberikan bantuan sesuai dengan porsi nya masing-masing.

Berbicara tentang adil dan merata, pemilu 2024 kian dekat. Menurut KPU 60% dari seluruh pemilih pada 2024 adalah generasi muda Indonesia. Kontribusi dari generasi muda atau kerap kita sapa gen Z menyumbang sekitar 50% lebih menjadi pemilih yang terdaftar di DPT. Generasi Z yang dikenal masih apatis, mementingkan kelompok atau pun dirinya sendiri, egois, cenderung tidak loyal, kali ini harus mengesampingkan itu semua karena suara mereka sangat menjadi penentu agar terciptanya “Menuju Masyarakat yang Adil dan Merata.” Hal yang didengar simple namun kenyataannya nilainya perlahan pudar.

Tidak kita pungkiri banyak calon-calon terdahulu menjanjikan jikalau dia akan bersikap adil namun buktinya? nihil. Masih banyak masyarakat di pedesaan sana yang tidak mendapatkan akses listrik sehingga mereka harus merasakan gelapnya sepanjang malam, masih banyak ketidakmerataan pembagian bantuan sosial antara si miskin dan si kaya. Masih banyak si kaya yang tamak berfikir memerlukan bantuan sosial tersebut namun bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkannya? kebanyakan hak mereka direbut atau pun dirampas oleh mereka yang golongan atas. Masih banyak prinsip reinkarnasi, yang jika keluarganya seorang pejabat kerap generasinya juga akan diangkat menjadi pejabat tanpa memikirkan sesuai atau tidaknya pekerjaan itu dengan bidangnya. Lalu bagaimana nasib masyarakat yang benar-benar lebih pantas mendapatkan hal tersebut namun tidak bisa digapainya hanya saja tidak ada keturunan terlebih dahulunya yang menjadi orang hebat? Miris? jelas. Semua terasa sangat tidak adil bagi masyarakat dari golongan ke bawah. Mereka setiap malamnya masih berfikir, “makan apa ya untuk besok?” sedangkan banyak tikus-tikus berdasi di luar sana yang berfikiran “besok manipulatif data apalagi ya”.

Bukan hanya itu, pembagian merata akses pendidikan juga harus diperhatikan. Banyak sekolah-sekolah besar yang berada di kota menjadi pusat perhatian pemerintah dan terus melakukan perbaikan dengan skala besar. Namun, bagaimana dengan sekolah-sekolah di pelosok sana? yang bahkan mereka tidak tahu sama sekali adanya sekolah tersebut. Bukannya semua harus adil? sesuai dengan sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Banyak masyarakat yang telah merasakan dan menyadari ketidakadilan serta ketidakmerataan tersebut. Mereka tidak bisa banyak berbuat apa-apa, karena mereka sadar tidak memiliki daya upaya jika harus menentang seorang pemimpin.

Namun, hal besar yang bisa dilakukan masyarakat terlebih gen Z yang memiliki pemilihan suara lebih banyak serta keaktifan dalam media sosial adalah dengan memilih pemimpin Indonesia yang benar-benar memperhatikan rakyatnya. Benar-benar bisa memberikan jaminan keadilan serta kemerataan mulai dari masyarakat golongan atas sampai golongan bawah. Transformasi “Menuju Masyarakat yang Adil dan Merata” bukan hal yang mudah pastinya karena transformasi ini memerlukan kolaborasi antara semua elemen masyarakat. Bukan hanya muda, namun pemilih dengan golongan tua harus bisa bekerja sama memilih pemimpin yang benar-benar sanggup dan pantas untuk rakyatnya. Bersama komitmen yang kokoh untuk memilih pemimpin yang dapat mambawa perubahan “Menuju Masyarakat yang Adil dan Merata” bagi generasi mendatang.

(ALYSA RAHMADANI HASIBUAN, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA, FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/menuju-masyarakat-yang-adil-dan-merata/8784/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:32.