JurnalPost.com – SD Negeri Dermo 2 yang berlokasi di Jl. Nanas No. 52 Dermo, Kec Bangil, Kab Pasuruan, Jawa Timur. Sekarang SD Negeri Dermo 2 dibawah komando seorang kepala sekolah Yuliati, S. Pd. Dalam kegiatan yang berjudul “Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)” di SD Negeri Dermo 2 adalah tempat kami melakukan pengabdian masyarakat. Penerapan Pengelolaan limbah Plastik sekali pakai menjadi barang tepat guna di SD bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan menerapkan hidup sehat di lingkungan sehari–hari. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Di Sekolah ini terdiri 82 peserta didik ( 49 peserta didik laki-laki dan 33 peserta didik perempuan). Seluruh peserta didik hingga guru-guru yang berada di SD Negeri Dermo 02 terlihat sangat antusias pada kegiatan yang melibatkan jiwa kepemimpinannya dengan memberi salam ketika masuk sekolah, dan memberi salam bersama Ibu Bapak guru serta kakak kakak PMM. Dengan kegiatan yang seperti itu maka anak tersebut dapat menjadi contoh sosok pemimpin yang dapat menerapkan jiwa kepemimpinanya. Sehingga proses kegiatan yang telah di sepakati sebelumnya berjalan dengan efektif dan sesuai dengan peraturan sebelumnya. Untuk sosialisasi kepemimpinan ini dibimbing oleh kakak-kakak PMM Kelompok 45, diantaranya Muh. Hanif Mufid Al Zuhdi, Ananda Rahmastari Rizki Amalia, R. Aj. Sofiyah, Rizky Okta Wardani, Yesy Septina Wahyuningrum.

Sosialisasi kepemimpinan mengacu pada proses di mana individu disosialisasikan ke dalam peran kepemimpinan dan memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Proses ini sangat penting dalam mendorong kesetaraan gender dalam kepemimpinan, karena hal ini dapat memperkuat atau menantang stereotip dan bias gender. Kesetaraan gender berarti laki-laki dan perempuan memiliki akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat yang setara dalam seluruh aspek masyarakat, termasuk kepemimpinan. Oleh karena itu, sosialisasi kepemimpinan memainkan peran penting dalam mendorong kesetaraan gender dengan menciptakan kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan.

Sayangnya, stereotip dan bias gender banyak terjadi dalam sosialisasi kepemimpinan, yang dapat menghambat kemajuan menuju kesetaraan gender. Misalnya, perempuan sering dipandang kurang kompeten dan kurang mampu menjalankan peran kepemimpinan, sedangkan laki-laki dipandang sebagai pemimpin alami. Stereotip ini dapat menimbulkan bias gender dalam pemilihan dan evaluasi pemimpin serta jenis kepemimpinan yang dapat diterima secara sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi bias dan stereotip ini untuk mendorong kesetaraan gender dalam sosialisasi kepemimpinan.
Universitas Muhammadiyah Malang, Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Mahasiswa, Laela Hikmah Nurbatra, S.pd., M.A, M.EdLead.