
JurnalPost.com – Permasalahan limbah organik masih menjadi tantangan di banyak desa. Sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur rumah tangga sering kali dibuang tanpa pengelolaan yang tepat sehingga menimbulkan bau, pencemaran lingkungan, dan gangguan kenyamanan masyarakat. Padahal, limbah organik memiliki potensi besar untuk diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.
Salah satu solusi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat adalah pengolahan limbah organik menggunakan cacing African Night Crawler (ANC). Cacing ANC mampu menguraikan limbah organik secara alami dan menghasilkan vermicompost atau kascing yang kaya unsur hara. Metode ini mudah diterapkan, tidak memerlukan teknologi rumit, serta dapat dilakukan dalam skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat.
Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa bersama Ibu-Ibu PKK melaksanakan pelatihan pengolahan limbah organik menggunakan media cacing ANC. Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang pemilahan limbah, pembuatan media budidaya, perawatan cacing, hingga pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman pekarangan.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola limbah organik secara mandiri. Limbah dapur yang sebelumnya terbuang kini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang berguna, sekaligus mendorong penghematan biaya dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Dukungan masyarakat dan perangkat desa menjadi kunci agar kegiatan serupa dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat desa.
Penulis: Bayu Kusuma, Selvia Natalie Putri, Adinda Zahra May Shesa, Erena Melinda Putri, M. Ivan Hariansyah
Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya