JurnalPost.com – Indonesia merupakan negara dengan startup terbanyak nomor satu di ASEAN pada awal 2024. Menurut data Startup Ranking, perusahaan statistik asal Peru, ada 2.562 startup di Indonesia pada 11 Januari 2024. Dengan jumlah tersebut Indonesia mampu mengalahkan Singapura yang berada di urutan kedua ASEAN dengan 1.179 startup.

Salah satu problematika serius yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah fenomena “Tech Winter”. Bahkan kasus tersebut menjadi satu dari tujuh kasus yang disoroti Industri Financial Technology dan Ekonomi Digital oleh Indonesia Fintech Society (IFSoc) pada tahun 2023

Tech Winter adalah masa dimana perusahaan mengalami kesulitan pembiayaan akibat berkurangnya investor sehingga aktivitas bisnis tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya hingga berujung gulung tikar.
Dampak dari tech winter biasanya ditandai dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan secara massal dalam suatu perusahaan atau pemberhentian sementara. Beberapa penyebab tech winter adalah dampak pandemic covid-19, sikap investor yang cenderung wait and see, meningkatnya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.
Meskipun begitu tech winter dapat membuka pandangan perusahaan untuk lebih menguatkan core bisnis dan focus pada produk yang dihasilkan, memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk berkonsolidasi, dan menghemat biaya. Begitu pula bagi pelamar kerja, tech winter meningkatkan kesadaran mereka untuk terus mengupgrade kemampuan dan keterampilan kerja agar tetap bisa bertahan di tengah gempuran tech winter.
Penulis : Atika Nur Fitri | Teknologi Sains Data| 24 April 2024