
Penulis: Akbar Gilang Permana
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
IPB University
JurnalPost.com – Hari Selasa, 5 Maret 2024 di Ibukota Jakarta, kota yang tidak pernah padam dari keramaian penduduknya yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri. Dibalik indahnya ibukota, ada banyak pemikir-pemikir handal yang berjuang untuk mengembangkan perusahaan yang saat ini ia emban profesinya. Sibuknya ibukota menuntun untuk bertemu dengan salah satu perusahaan di bidang yang banyak orang minati, Public Relations. PT. Indonesia Fortuna Tbk, ialah perusahaan agency yang bergerak dalam bidang building image termasuk public relations itu sendiri. Mengembangkan sebuah kesalahan adalah titik kunci yang mereka pegang hingga akhirnya menghasilkan banyak strategi-strategi komunikasi efektif dengan ide yang cemerlang.
Hari itu dengan segala kesibukan menata tugas tidak melupakan bahwa tetap mahasiswa komunikasi digital dan media IPB University. Komunikasi bisnis adalah salah satu mata kuliah yang ada saat menginjak tingkat dua, perencanaan tugas untuk membuat bisnis sehabis itu mewawancarai perusahaan sejenis menuntun untuk mengenal lebih dalam perusahaan-perusahaan di bidang public relations di Indonesia hingga menemukan yang terbaik dengan janji pertemuan di Jakarta.
Selasa kala itu, memulai pagi hari dengan semangat untuk berkunjung ke salah satu perusahaan terkemuka. Lebih tepatnya, memulai hari berangkat dari tempat tinggal di Tegallega dengan menaiki sepeda motor membersamai orang-orang yang sama sibuknya seperti ibukota namun ini di kota hujan. Bumi di kota hujan yang telah diinjak selama dua tahun ini memaksa untuk cepat beradaptasi dari cuaca tempat berkembang yaitu Kota Bekasi. Untuk menuju kampus, memulai dengan melewati berbagai pelaku bisnis yang baru memulai membuka dagangannya serta cuaca air rintik yang turun dari awan yang menemani untuk memulai hari. Banyaknya individu yang saling balap-balapan dengan matahari pagi, namun juga banyaknya tulang punggung keluarga yang rela menempa kaki untuk berjalan ditemani dengan matahari terbit.
Telah sampailah di tempat tujuan, parkiran kampus. Tempat dimana mahasiswa menitipkan kuda besi favoritnya untuk diamanahkan kepada satpam. Masuklah kelas itu di pagi hari yang masih termasuk gelap untuk memulai sebuah belajar mengajar. Mengenal bagaimana tahap-tahap mempersiapkan keberangkatan turun lapangan di siang hari, mengemban beberapa tugas dengan mendengarkan dunia digital melalui mata kuliah Media Baru di pagi hari itu.
Kelas selesai, sebelum menuai janji meeting yang telah ditentukan dengan PT. Fortuna Indonesia Tbk pada jam 15.00 WIB. Titik kumpul yang telah ditentukan oleh penanggung jawab dalam tim adalah jam 13.00 WIB di Kantin Prima SV IPB. Setiap anggota masih menyibukkan dirinya sendiri untuk mengingat kembali amanah-amanah serta tanggung jawab yang dipegang oleh masing-masing individu.
Keberangkatan dimulai bersama langit yang cerah dengan matahari bersinar tepat di tengah berbeda dengan pagi hari tadi rintik air yang bersama memperebutkan hakikatnya untuk jatuh ke bumi. Mobil mulai dinyalakan dan segera berangkat dari Cilibende dengan niat turun lapang menemui janji meeting perusahaan sejenis pada mata kuliah Komunikasi bisnis. Perjalanan yang baru dimulai sebentar, melipir terlebih dahulu ke Lapis Talas Bogor Sangkuriang untuk membeli buah tangan sebagai penyampaian etika menghargai sebuah kunjungan.
Perjalanan kembali dimulai dengan melewati Jagorawi yang merupakan tol tertua di Indonesia. Melewati berbagai kendaraan yang sibuk dengan kepentingan masing-masing untuk mengunjungi ibukota. Daerah yang dituju untuk meeting dengan PT Fortune Indonesia Tbk adalah Ragunan yaitu di Jl. RM Harsono Pasar Minggu. Bangunan yang indah pencakar langit dengan empat lantai dimana tempat ide-ide fresh tercipta menghasilkan output-output ternama yang semakin berkembang di dunia digitalisasi.
Berdiri di depan kantor utama dari PT Fortune Indonesia Tbk mengingat banyak tugas yang harus disisipkan di dalam perjalanan maupun sesi wawancara tersebut. Memulai dengan menangkap sebuah video untuk footage yang nantinya akan menjadi video recap agar bisa dipertontonkan oleh rekan-rekan di kelas praktikum.
Masuk untuk mendekati meja resepsionis bertanya mengenai kehadiran Ibu Farah Fitriany Liesnarda selaku Senior Human Researcher di perusahaan tersebut. Kak Tyas yang bertugas menjaga meja resepsionis saat itu menginformasikan untuk menunggu terlebih dahulu di lobby. Pemandangan serta ambience yang dirasakan ketika pertama masuk ke dalam perusahaan tersebut adalah professional serta elegan. Penataan ruangan yang minimalis dengan lighting yang mencuat untuk menyinarkan logo dari perusahaan tersebut di balik meja resepsionis. Beberapa lighting juga dipakai untuk memfokuskan ke lemari atau rak yang mewadahi beberapa piagam-piagam sertifikat nasional maupun internasional yang telah didapat oleh PT Fortune Indonesia Tbk.
Seorang yang telah kami tunggu karena berhubungan langsung melalui email telah datang, yaitu Bu Farah yang sekaligus ditemani dengan ahli public relations di perusahaan tersebut yaitu Pak Adam. Bu Farah menyebutkan bahwa jangan menganggap ini sebuah wawancara tapi sebuah diskusi yang nantinya dari perusahaan saling bertukar pendapat demi menemukan ilmu serta informasi yang ditujukan.
Beberapa case yang telah dihadapi oleh PT Fortune Indonesia Tbk hingga sejarah dari perusahaan tersebut dibungkus dengan sangaat baik mengetahui bagaimana cara perusahaan tersebut bisa berjuang sampai saat ini. Insight baru bahkan ilmu yang dirasa masih awam untuk dipahani oleh mahasiswa komunikasi digital dan media tingkat 2 dipresentasikan dengan baik oleh Pak Adam dengan memahami klasifikasi umur audiensnya. Merekam meeting tersebut serta merangkumnya di dalam tulisan pada buku saku untuk menjadi sebuah ilmu yang nantinya intermezzo ketika benar-benar ada pada keadaan tersebut.
Selesai sudah sesi wawancara dengan tujuan menyukseskan tugas komunikasi bisnis, dan tim mempersiapkan diri dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu seperti Bu Farah, Pak Adam, Kak Tyas dan tentunya penjaga keamanan yang memerhatikan tiap detail apabila mobil saya terkena musibah.
Membicarakan beberapa ilmu-ilmu yang baru diketahui ketika mengunjungi perusahaan tersebut bahkan hingga titik-titik lucu termasuk salah ucap ketika Pak Adam sedang mempresentasikan hal tersebut. Perkenalan yang indah tentunya harus ditutup dengan salam yang indah pula membersamai dokumentasi bersama.
Menaiki kereta dari ibukota dengan satu jalur lurus linear menuju kota hujan banyak mengalami pro-kontra apalagi dengan cuaca sore hari. Setiap tulang punggung keluarga di ibukota terlebih banyak tidak bertempat tinggal di Jakarta, melainkan di kota hujan. Alasan tersebut menjadi titik ukur dari bagaimana banyaknya individu yang mengais rezeki dengan menempa asa yang cukup jauh dengan kereta sebagai jembatan antara pekerjaan dan pelukan keluarga.
Sesampainya di kota hujan, tim berpisah dengan transportasi umum maupun online masing-masing. Percaya bahwa semua telah lelah, dan tetap memberanikan diri untuk pulang dengan derasnya hujan di Kota Bogor untuk membersihkan diri dan menata baju agar nyaman beristirahat setelah menjalani hari yang rumit dan panjang.