Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mengenal Citra satelit, Internet of Things (IoT) dan Sensor Real-Time, serta Sistem Informasi Geografis untuk Monitoring Lingkungan Perairan dan Produktivitas Perairan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 14 Desember 2025
Sumber pict. : Pinterest

Penulis : Ahmad Rizaldi, Siti Kholifah Miftahul Rizqiah, Isna Nur Rahmatillah, Yola Dwi Saputri, Annisa Nahdah Aulia

JurnalPost.com – Pemantauan lingkungan dan produktivitas perairan semakin menjadi sorotan di tengah meningkatnya tekanan aktivitas manusia terhadap ekosistem air. Pencemaran, eutrofikasi, serta dampak perubahan iklim disebut sebagai faktor utama yang mempercepat degradasi kualitas perairan. Selama ini, metode pemantauan konvensional yang masih mengandalkan pengukuran manual dinilai memiliki keterbatasan dalam menyediakan data yang cepat, luas, dan berkelanjutan.

Seiring perkembangan teknologi digital, berbagai inovasi mulai diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut. Penggunaan Citra Satelit, sistem informasi geografis atau GIS, hingga Internet of Things (IoT) kini memungkinkan pemantauan kondisi perairan dilakukan secara real-time, lebih akurat, dan efisien. Teknologi ini dinilai mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dalam pengelolaan sumber daya perairan dan perlindungan lingkungan.

1. Citra satelit
Citra satelit merupakan gambar permukaan bumi yang dihasilkan oleh sensor yang terpasang pada satelit yang mengorbit di luar angkasa. Sensor tersebut merekam pantulan maupun pancaran energi elektromagnetik, seperti cahaya tampak, inframerah, hingga gelombang mikro, yang kemudian diolah menjadi data visual untuk berbagai keperluan analisis. Dalam praktiknya, citra satelit dimanfaatkan secara luas untuk mendukung pemantauan lingkungan dari berbagai sektor. Dalam bidang ekologi, teknologi ini digunakan untuk mengamati kondisi lingkungan, perubahan tutupan vegetasi. Sementara pada sektor kelautan dan perikanan, citra satelit berperan dalam memantau sebaran klorofil, suhu permukaan laut, hingga dinamika oseanografi yang memengaruhi produktivitas perairan.

Pemanfaatan citra dengan resolusi tinggi dan turunannya adalah untuk memperbarui peta skala besar yang berguna untuk memantau perkembangan bangunan di suatu wilayah. Akan tetapi pemanfaatan teknologi ini untuk updating peta skala besar mempunyai beberapa kendala, misalnya perekaman data oleh sensor satelit yang tidak dapat digunakan secara langsung karena masih terdapat beberapa kesalahan geometrik yang harus dieliminir

2. Sistem Informasi Geografis atau GIS
Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini menggambil, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi GIS mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan GIS dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang terjadi. Teknologi ini tidak hanya menyediakan data dengan frekuensi yang tinggi, tetapi juga memungkinkan pemantauan perubahan spasial dan temporal dalam jangka panjang.

Sistem Informasi Geografis (SIG) berperan sebagai alat analisis dan visualisasi yang mampu mengintegrasikan data penginderaan jauh dengan informasi spasial lainnya. Melalui SIG, data konsentrasi klorofil-a dapat dipetakan dan dianalisis untuk mengidentifikasi pola distribusi, potensi dampak lingkungan, hingga intervensi yang diperlukan. Alamsyah et al., 2025 menegaskan bahwa pemanfaatan penginderaan jauh dan SIG memungkinkan pemetaan distribusi klorofil-a di Perairan Karang Jeruk untuk mengenali area dengan produktivitas primer tinggi maupun rendah. Informasi tersebut dipandang penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, terutama menghadapi tekanan lingkungan seperti pencemaran, perubahan iklim, dan aktivitas manusia

3. Internet of Things (IoT) dan Sensor Real-Time
Internet of Things (IoT) adalah konsep yang menghubungkan berbagai perangkat fisik ke internet sehingga mampu mengumpulkan, mengirim, dan menerima data secara otomatis, sementara sensor real-time merupakan komponen penting di dalamnya yang berfungsi mendeteksi perubahan lingkungan atau kondisi objek dan menyajikan data secara langsung tanpa jeda. Kombinasi keduanya memungkinkan proses pemantauan dan pengambilan keputusan berlangsung cepat, akurat, dan efisien, misalnya dalam monitoring kualitas air, kesehatan, industri, atau sistem keamanan. Dengan kemampuan itu, IoT dan sensor real-time menjadi teknologi kunci yang mendukung otomatisasi, efisiensi, dan sistem cerdas dalam kehidupan modern.

Sebagai teknologi yang menawarkan pemantauan cepat dan akurat, IoT juga memainkan peran penting dalam monitoring lingkungan perairan dan penilaian produktivitas perairan. Dengan memanfaatkan jaringan sensor real-time, kondisi perairan seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, dan tingkat kekeruhan dapat dipantau secara real time. Data yang disajikan secara langsung memungkinkan dalam mendeteksi perubahan kualitas air, mencegah adanya pencemaran, dan mendukung evaluasi produktivitas primer yang menjadi indikator kesehatan ekosistem. Dengan menggunakan Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan perairan, proses pemantauan menjadi jauh lebih efektif, lebih tepat, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dapat dicapai untuk memastikan keberlanjutan sumber daya perairan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mengenal-citra-satelit-internet-of-things-iot-dan-sensor-real-time-serta-sistem-informasi-geografis-untuk-monitoring-lingkungan-perairan-dan-produktivitas-perairan/21674/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:23.