
JurnalPost.com – Kesadaran terhadap kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin meningkat seiring dengan berbagai tekanan akademik, sosial, dan tuntutan kehidupan modern. Kemampuan mengelola stres dan emosi dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental.
Hal tersebut disampaikan dosen President University Haris Herdiansyah, S.Psi., M.Si dalam webinar bertajuk Mengelola Stres dan Emosi untuk Kesehatan yang Seimbang yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu (14/3). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, orang tua hingga pekerja, dengan mayoritas berasal dari generasi Z.
Menurut Haris, stres merupakan kondisi yang wajar dialami oleh setiap orang. Namun, dampaknya sangat dipengaruhi oleh bagaimana seseorang merespons tekanan tersebut.
“Stres itu sebenarnya normal. Semua orang bisa stres dan pernah mengalami stres. Masalahnya bukan pada ada atau tidaknya stres, tetapi bagaimana kita merespons stres itu. Kalau stres dibiarkan terus, tubuh dan pikiran kita bisa sama-sama lelah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa stres dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari stres akut yang terjadi dalam waktu singkat hingga stres kronis yang berlangsung lama dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental seseorang. Karena itu, penting bagi individu untuk mengenali jenis stres yang dialami agar dapat menentukan cara penanganannya secara tepat.
Selain stres, Haris juga menekankan pentingnya kemampuan mengenali dan mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa emosi seperti sedih, marah, kecewa, maupun cemas merupakan bagian alami dari pengalaman manusia.
“Emosi itu bukan tanda lemah. Sedih, marah, kecewa, cemas, itu semua emosi yang manusiawi. Yang penting bukan menekan emosi, tetapi mengenali dan mengelolanya dengan cara yang sehat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti fenomena overthinking yang sering dialami generasi muda akibat tekanan akademik maupun sosial. Kondisi ini, menurutnya, dapat membuat seseorang terus memikirkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.
“Kadang yang kita butuhkan adalah berhenti sejenak, mengatur napas, lalu fokus pada apa yang benar-benar bisa kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman serta menanyakan berbagai persoalan terkait stres dan pengelolaan emosi.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pra event FunFit Day 2026 yang akan digelar di Eco Park Jababeka pada 26 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak untuk mengikuti kampanye kesadaran kesehatan mental serta berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.
Program ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi akademik mahasiswa dalam mata kuliah Event-Campaign Management, Strategic Public Relations, Digital Public Relations, dan International Public Relations pada konsentrasi Public Relations & Digital Communications.
Kegiatan tersebut digagas oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi President University angkatan 2024, yang melalui program ini berupaya menghadirkan ruang edukasi dan diskusi mengenai pentingnya regulasi emosi serta pengelolaan stres di tengah dinamika kehidupan modern.