Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak Usia Dini di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 19 Desember 2023

JurnalPost.com – Etika menjadi suatu hal yang esensial untuk diajarkan kepada anak sedini mungkin. Hal ini mempengaruhi sikap serta tindakan anak hingga anak tersebut dewasa nantinya. Menurut KBBI, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Sopan santun menjadi hal penting untuk diajarkan kepada anak agar mereka terbiasa untuk menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui kegiatan praktikum II (PKL II), mahasiswa menerapkan program “Sopan Santun Budaya Kita”.

Program ini dirancang ringan karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi di mana program ini dibuat untuk anak balita sebagai penerima manfaat di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan Praktikum atau PKL ini dilaksanakan di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara yang beralamat di Jl. T. Amir Hamzah No.59A, Helvetia Tim., Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara 20124.

Sebelum penerapan program, mahasiswa mengobservasi apa yang jadi permasalahan anak-anak balita yang ada di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. Mahasiswa mendekatan diri dengan anak balita atau penerima manfaat dengan menjadi kakak pendamping mereka selama mereka berkegiatan di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. Anak-anak berkegiatan dari pagi pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kegiatannya antara lain adalah:

1. Sarapan
2. Bermain di taman
3. Belajar di ruang kelas
4. Cemilan siang
5. Makan siang
6. Tidur siang

Pada penerapan program mahasiswa menggunakan metode Skidmore yaitu groupwork yang merupakan serangkaian cara kerja atau prosedur yang teratur dan sistematis yang diterapkan pekerja sosial dalam membimbing individu yang terikat di dalam kelompok. tahapannya adalah:

1. Contract
Pada tahap ini mahasiswa membuat surat permohonan untuk melaksanakan kegiatan PKL kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. Setelah itu mahasiswa mendapatkan surat balasan untuk diserahkan kepada Kepala UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan. Setelah surat balasan sudah diterima oleh Kepala UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan, mahasiswa sudah bisa untuk terjun ke lapangan dan sudah resmi menjadi mahasiswa PKL di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan.

2. Intake
Mahasiswa melakukan pendekatan dengan anak-anak balita sebagai penerima manfaat di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan dengan menjadi kakak pendamping yang mendampingi para penerima manfaat pada kegiatan sehari-hari mereka selama berada di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan.

3. Asesmen
Pada tahap ini mahasiswa sebagai pendamping mengobservasi secara intens apa yang menjadi permasalahan yang dialami oleh penerima manfaat di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan. Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa menemukan permasalahan yang dialami oleh anak balita sebagai penerima manfaat. Permasalahan yang paling menonjol adalah masalah sopan santun, yang mana anak tidak biasa untuk mengucapkan hal-hal dasar seperti kata “maaf”, “tolong”, “terima kasih”, “permisi”, yang seharusnya menjadi hal mendasar untuk mereka ucapkan di usia mereka.

4. Perencanaan
Pada tahap ini mahasiswa melakukan tahapan perencanaan program yang akan diterapkan untuk para anak balita sebagai penerima manfaat. Program dengan sengaja dirancang ringan karena menyesuaikan dengan usia klien dalam hal ini para anak balita sebagai penerima manfaat di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan. Program yang dirancang adalah “Sopan Santun Budaya Kita” dengan cara terus melatih serta mengingatkan anak untuk terbiasa mengucapkan “Terimakasih”, “Maaf”, “Minta tolong”, dan “Permisi” pada kegiatan sehari-hari mereka di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan.

5. Intervensi program
Pada penerapan program, mahasiswa meminta anak balita atau penerima untuk terbiasa mengucapkan “Terimakasih”, “Maaf”, “Minta tolong”, dan “Permisi”. Program diterapkan selama anak balita sebagai penerima manfaat berkegiatan di UPTD. Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.

6. Evaluasi
Pada awal penerapan program anak balita sebagai penerima manfaat sulit untuk terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut (“Terimakasih”, “Maaf”, “Minta tolong”, dan “Permisi”). Namun, mahasiswa terus berusaha untuk membujuk dan mengajarkan dengan cara menjelaskan contoh dari kegiatan yang harus mengucapkan kata-kata tersebut. Contohnya saat mereka ingin ke kamar mandi mereka harus mengucapkan “permisi’. Lalu saat dibantu atau diberikan sesuatu oleh orang lain mereka harus mengucapkan “Terima kasih”.

7. Terminasi
Pada akhir PKL dan penerapan program anak balita sebagai penerima manfaat sudah mulai terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut (“Terimakasih”, “Maaf”, “Minta tolong”, dan “Permisi”). Dahulunya kata itu diucapkan saat diminta saja, namun mereka menjadi terbiasa untuk mengucapkannya tanpa harus diminta. Mereka juga mengetahui dan mengenal situasi dan kondisi untuk mengucapkan masing-masing kata tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa program yang dirancang dan diterapkan berjalan dengan baik. Anak-anak berubah menjadi anak yang diharapkan yaitu sopan dan santun. Mereka menjadi anak yang memiliki perilaku dan sikap yang lebih positif lagi. Dapat dikatakan bahwa program yang dijalankan berhasil.

Penulis: Sirana Mikelvania Baby Panjaitan (Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mengajarkan-sopan-santun-kepada-anak-usia-dini-di-uptd-pelayanan-sosial-anak-balita-medan/9308/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:22.