Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Akuntansi Bela Negara pada Generasi Alpha

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 25 Mei 2026

Ardhi Islamudin
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

JurnalPost.com – Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Generasi Alpha tumbuh sebagai generasi yang sangat dekat dengan gawai, media sosial, dan transaksi digital. Kemudahan akses tersebut membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam pengelolaan keuangan sejak usia dini. Anak-anak kini semakin mudah terpapar perilaku konsumtif melalui konten digital, iklan daring, hingga kebiasaan membeli sesuatu secara instan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Akuntansi Bela Negara Level Individu — Generasi Alpha” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di SDN Semolowaru I/261 Surabaya pada 28 April 2026. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024–2025 yang dirilis OJK dan BPS, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada pada kisaran 65 persen, sementara kelompok usia muda memiliki tingkat pemahaman yang lebih rendah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanaman literasi keuangan sejak usia sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan perilaku finansial yang sehat di masa depan.

Melalui observasi awal terhadap siswa kelas 4 SDN Semolowaru I/261 Surabaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, belum memiliki kebiasaan menabung, serta belum memahami cara mengelola uang saku secara bijak. Banyak siswa cenderung menghabiskan uang saku untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari tanpa perencanaan sederhana.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan edukasi literasi keuangan berbasis Akuntansi Bela Negara. Konsep ini menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan bagian dari tanggung jawab individu dalam mendukung ketahanan ekonomi bangsa. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas diperkenalkan melalui pendekatan yang sederhana dan sesuai dengan usia anak-anak.

Kegiatan diikuti oleh 25 siswa kelas 4 dan diawali dengan pre-test lisan guna mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan uang saku, menabung, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya, siswa mendapatkan materi literasi keuangan melalui presentasi visual interaktif yang dikemas menggunakan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Agar siswa lebih antusias, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi games edukatif berhadiah. Melalui permainan tersebut, siswa diajak menentukan pilihan berdasarkan skala prioritas serta menjawab pertanyaan seputar pengelolaan keuangan sederhana. Metode belajar sambil bermain terbukti efektif meningkatkan fokus dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Jika pada awal kegiatan tingkat pemahaman siswa berada pada kisaran 50–60 persen, maka setelah mengikuti seluruh rangkaian program, hasil post-test menunjukkan peningkatan hingga mencapai sekitar 95 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan dengan pendekatan interaktif sangat efektif diterapkan pada siswa sekolah dasar.

Selain pelaksanaan sosialisasi, program ini juga menghasilkan beberapa luaran, di antaranya materi edukasi literasi keuangan ramah anak, instrumen pre-test dan post-test, sesi permainan edukatif, laporan akhir kegiatan, serta video edukasi yang sedang diproduksi dan akan diunggah ke YouTube agar dapat diakses lebih luas oleh siswa, orang tua, maupun guru.

Ke depan, tim pengabdian berencana memperluas program serupa ke sekolah dasar lainnya di Surabaya serta memperkuat kolaborasi dengan pihak sekolah dan orang tua agar pembiasaan pengelolaan keuangan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penanaman literasi keuangan sejak dini, diharapkan Generasi Alpha dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi bangsa.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/menanamkan-literasi-keuangan-sejak-dini-melalui-akuntansi-bela-negara-pada-generasi-alpha/25613/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 18:36.