
JurnalPost.com – Di era saat ini pelaksanaan program MBKM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan baru di bidang pendidikan tinggi melalui program “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)” yang bertujuan untuk kebijakan pembelajaran dikampus yang mandiri harus menjadi jawaban atas kebutuhan. Kampus Merdeka merupakan bentuk pembelajaran mandiri diperguruan tinggi yang bertujuan untuk menciptakan budaya belajar yang inovatif, bebas, dan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
Pada kesempatan ini saya Alde Tri Kurniawan. Saya berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Pada saat ini, saya mahasiswa semester 6, saya merupakan salah satu peserta yang mewakili Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada salah satu program Kampus Merdeka yaitu MBKM. Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) berjalan selama empat bulan dari bulan februari hingga juni mendatang.
Proses pembelaran di Kampus Merdeka merupakan salah satu esensial dari student centered. Pembelajaran di Kampus Merdeka menawarkan tantangan dan peluang bagi pengembangan inovasi, kreativitas, individualitas dan kebutuhan mahasiswa. Melalui program “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)” yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka soft skill dan hard skill siswa akan terbentuk dengan kuat.
selama di Smpn 41 Surabaya, Saya mendapatkan pengalaman baru seperti mengajar atau membantu guru, mengelola acara sekolah, atau bahkan berpartisipasi dalam proyek-proyek spesifik yang sesuai dengan minat mereka, serta membagikan ilmu yang didapatkan selama di perkuliahan, Selain itu siswa juga dapat memperluas jaringan professional mereka berinteraksi dengan lingkungan sekolah maupun masyarkat di sekitarnya agar dspst membantu siswa mempersiapka diri untuk masa depan mereka dengan memberikan wawasan yang berharga.
Selama tinggal di sana, saya juga belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan mengasah keterampilan komunikasi. Pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan tentang lingkugan sekitar kita, tetapi juga mengubah cara melihat diri saya sendiri dalam lingkungan sekitar. Meskipun awalnya merupakan langkah menakutkan bagi saya terus menjelajah dan berkontribusi pada perubahan positif. Sehingga saya dapat berkontribusi untuk memahami karakteristik para siswa Smpn 41 Surabaya.