Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

MELIRIK KISA SEORANG MARBOT DALAM MEMBIAYAI KULIAH

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 November 2023

JurnalPost.com – Agung saputara pemuda kelahiran 17 Agustus 1999 merupakan marbot Masjid Assalam Jalan Soekarno Hatta Lorong Kesucian 3, Rw 1. Kecamatan Alang-alang Lebar. Pemuda kelahiran 1999 ini berasal dari Desa Cahaya Alam, Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim.

Agung Saputra anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Zahri dan Suli yang memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. Pemuda berumur 23 tahun ini menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) di SDN 1 Semende Darat Ulu (SDU) Kemudian melanjutkan penddikan ke Pondok Pesantren Al-Haromain Semnde Darat Laut, Kabupaten Muara Enim.

Di Pon-Pes Al-Haromain Agung menyelesaikan Madrasa Stanawiya (MTS) dan Madrasa Aliyah (MA) serta menyelesaikan sekolah pondok selama Enam tahun disana. Selama sekolah di Pondok Pesantren Al-Haromain Semendo Agung memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 5 Juz.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Pon-Pes Al-Haromain Semendo Agung memutuskan untuk merantau ke Kota Palembang. Saat ingin pergi ke kota Palembang buah hati dari Sulis hanya bermodalkan tekat dan membawah uang untuk ongkos dan makan saja.

Sembari mengopi agung kembali menceritakan kisanya uang sebesar 200.000 itu di kasih oleh ibunda nya trus uang itu saya gunakan untuk ongkos dan makan di jalan. Setelah agung sampai ke Palembang agung ke tempat keluarga nya yang ada di Palembang setelah beberapa hari nginap di rumah keluarga nya agung merasa bosan di sana agung memutuskan untuk pergi ke masjid yang telah di janjikan, hari pun sudah memasuki waktu solat zuhur saya dan agung pun siap-siap untuk solat zuhur.

Setelah sudah solat agung pun kembali menceritakan kisa nya “ setelah saya tiba di masjid saya ketemu bapak dede “gung ini kamar untuk kamu ,setelah itu saya melihat kamar untuk saya tempati kamar itu ber ukuran panjang 3 meter dan lebar 3 meter terus saya bersikan supaya bisa saya tempati dan nyaman sudah saya membersikan kamar saya keliling melihat seputaran masjid.

“disana saya tidak mempunyai apa2 bahkan beras dan alat alat lain nya untuk masak tidak ada. Alhamdulillah subuh nya saya di beri uang untuk sebulan dan alat alat lain nya di belikan oleh bapak. Trus pak dede bilang apa yang kurang bilang sama saya, “ucap pak dede.

“ alhamdulilah berjalan lah sebulan walaupun banyak rintanggan, sesampai sebulan saya berpikir apa yang ingin saya kerjakan selama sebulan ini saya cuman melakukan azan, solat, seperti itulh kegiatan saya , trus saya berpikir nyari kesibukan lain, trus saya ngajar ngaji ruma keruma dan ngajar ibu ibu di masjid ucap agung. Alhamdulillah berjalan dengan lancar seinggah saya mendapatkan uang untuk perpisahan pondok. Dan alhamdulilla saya tidak meripot kan kedua orang tua saya, “ucap agung sembari mengopi.

“ sesudah perpisahan pondok saya kembali lagi ke Palembang seperti biasa saya melakukan aktivitas seperti biasa dan saya juga berpikir lagi untuk mencari perkerjahan tambahan dan saya bekerja bangunan untuk tambahan uang, saya mengikut salah satu jamaa yang bekerja bangunan dari pagi sampai sore. Sudah solat subuh saya bersih alaman masjid dan jam 8.00 saya pergi kerja bangunan sampai jm 4.00,saya pulang dari perkerjaan sesampai di masjid saya mandi dan siap siap solat magrip. Dan berjalan selama beberapa bulan dan alhamdulila saya mendapat kan uang untuk beli motor dan mendaftar kuliah alhamdulilah saya lulus di universitas uin raden fatah Palembang dengan jurusan hukum keluarga islam Alhamdulillah berjalan sampai sekarang walaupun banyak rintangan yang saya alamani, “ceritanya.

Oleh sebab itulah, dia berharap agar pemuda sekarang jagan menyera sebelom berjuang karena kesulitan pasti ada jalan kemudahan.

“ saya harus lebih semangat dalam belajar seinggah bisa menyelesaikan s1 ini walaupun banyak rintangan yang saya alami, saya inggin sekali membanggah kan kedua orang tua saya, melihat dia senyum ketika saya sukses nanti, “ucapnya.

Penulis : Yayan Saputra
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/melirik-kisa-seorang-marbot-dalam-membiayai-kuliah/7755/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 18:11.