JurnalPost.com – Zahratun Sabina 1152100182 mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah mengikuti Program Surabaya Mengajar angkatan 5, kurang lebih 1 semester (4 bulan) bertugas sebagai pengajar muda di SDN Medokan Semampir 1 Surabaya. Kesempatan ini bukan hanya tentang mengajar materi pelajaran, tetapi lebih luas lagi yaitu memberikan inspirasi dan menumbuhkan semangat belajar di kelas. Melalui interaksi setiap hari, memberikan pelajaran kepada mahasiswa bahwa setiap psikis anak Sekolah Dasar beragam yang mengharuskan kita mencari ide yang kreatif agar para murid SDN Medokan Semampir 1 tertarik dan tidak cepat bosan saat sesi belajar.

Pendidikan adalah salah satu proses belajar dan mengajar yang berlangsung dalam interaksi antara pengajar dan peserta didik. Yang membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan, dan mendukung setiap perkembangannya. Pendidikan bukan hanya sebagai sarana untuk persiapan kehidupan yang akan datang, tetapi untuk kehidupan anak sekarang yang sedang mengalami perkembangan menuju ketingkat kedewasaannya.
Pendidikan karakter pada siswa – sisiw SDN Medokan Semampir 1 adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk mendidik siswa agar memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik. Pendidikan karakter ini menerapkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pendidikan karakter tidak hanya focus pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga pada pengembangan kepribadian mereka sebagai individu yang bertanggung jawab dan beretika dalam masyakarat. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan dan mengatasi masalah yang muncul. Contoh seperti bahaya nya video yang beredar di social media tentang tawuran antar sekolah yang bisa dicontoh oleh anak-anak Sekolah Dasar.
Menurut Lickona dan Davidson (2004), pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membantu individu mengembangkan nilai-nilai moral yang baik, menjadikannya bertanggung jawab, dan membentuk kepribadian yang baik. Pendidikan karakter anak SDN Medokan Semampir 1 merupakan tanggungjawab semua guru. Oleh karena itu, dengan adanya Program Surabaya Mengajar ini mahasiswa Untag Surabaya ingin ikut serta memberikan pendekatan untuk mendidik para siswa agar memiliki karakter yang baik, sopan santun, dan bertanggungjawab.
Ketika mengajar yang dimana memiliki tanggungjawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi semua murid. Ada salah satu murid mendekati dan melaporkan bahwa ia diperlakukan secara tidak sopan oleh salah satu teman sekelasnya. Menanggapi hal ini, tentunya langsung mengambil tindakan untuk menangani situasi tersebut. Memanggil korban dan pelaku untuk mengkomunikasikan pentingnya menghormati setiap orang, dan menegaskan bahwa perilaku tidak sopan tidak akan ditoleransi. Melalui tindakan ini, tentunya tidak lepas dari penanaman karakter setiap anak untuk selalu bersikap sopan santun dan tanggungjawab atas perilakunya.

Tidak hanya itu, selama magang saya juga menerapkan pembiasaan perilaku yang mencerminkan disiplin. Contohnya, saya mengajarkan mereka untuk selalu menyusun sepatu mereka di rak yang tersedia saat masuk ke perpustakaan, sebuah tindakan kecil namun penting untuk menanamkan nilai kerapian dan tanggungjawab. Selain itu, saya juga membiasakan praktik berdoa sebelum memulai sesi belajar, sebagai salah satu penghargaan terhadap agama mereka masing-masing. Saya juga mendorong murid-murid untuk menggunakan kata-kata sopan seperti “tolong” dan “terima kasih” ketika mereka membutuhkan bantuan atau memberikan bantuan kepada teman-teman mereka. Dari hal-hal kecil ini bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan akademik nya tetapi juga kaya akan nilai karakter.
Meskipun tidak ada latar belakang program studi pendidikan, Program Surabaya Mengajar ini memberikan pengalaman yang berharga di masa depan dan sebagian kecil pandangan menjadi guru, dan bersosialisasi di lingkungan baru.