Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Makna Indah di balik Merantau

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 2 Januari 2024

JurnalPost.com – Merantau bukanlah suatu hal yang baru dan asing bagi masyarakat Indonesia. Merantau bahkan sudah menjadi tradisi yang sangat melekat dengan kebudayaan Indonesia. Seperti yang kita ketahui, merantau merupakan sebuah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang menuju suatu tempat dengan maksud dan tujuan tertentu, biasanya orang yang pergi merantau didasarkan karena alasan pekerjaan, menuntut ilmu, dan mencari uang. Namun, bagi masyarakat Minangkabau merantau memiliki arti dan maknanya tersendiri.

Istilah kata merantau berasal dari bahasa dan budaya yang biasa dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, yaitu “rantau“. Pada awalnya kata rantau memiliki makna sebagai wilayah-wilayah yang berada di luar wilayah inti Minangkabau ( tempat awal mula peradaban Minangkabau di mulai ). Merantau adalah pergi atau pindahnya seseorang dengan meninggalkan tempat dimana ia berasal, dilahirkan, dan tumbuh berkembang menuju wilayah lainnya, dengan tujuan untuk menjalani kehidupan yang baru maupun sekedar mencari pengalaman hidup, pekerjaan dan ilmu pengetahuan.

Pada umumnya bagi masyarakat Minangkabau, merantau biasa dilakukan oleh kaum laki-laki, sesuai dengan yang disebutkan pada salah satu pepatah Minangkabau, yaitu “karatau madang dahulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu di kampung baguno balun” ( Muarif, 2009 ). Maksud dari pepatah ini ialah anak laki-laki di Minangkabau merasa lebih baik pergi merantau meninggalkan kampung halaman karena merasa belum diperlukan dirumahnya. Pepatah ini juga merupakan salah satu faktor yang mendorong kaum laki-laki di Minangkabau untuk pergi merantau mencari pengalaman demi bekal di hari tua baik dalam bentuk ekonomi maupun ilmu pengetahuan.

Masyarakat Minangkabau memiliki pendapat bahwa dengan merantaunya seorang laki-laki, ia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan di kampung halamannya. Biasanya laki-laki Minangkabau yang pergi merantau didasari dengan tujuan untuk mencari kemakmuran, kejayaan maupun ilmu pengetahuan. Hal-hal inilah yang menjadi pendorong utama kaum laki-laki Minangkabau untuk pergi merantau dari kampung halamannya sendiri.

Berbeda dengan kaum perempuan Minangkabau, pada zaman dahulu perempuan Minangkabau disarankan untuk tetap berada di kampung halaman. Tinggal dan menetap di rumah gadang serta menjaga dan mengelola harta pusaka yang ada. Perempuan Minangkabau biasanya tidak akan diperbolehkan oleh keluarganya untuk pergi ke luar meninggalkan kampung. Kecuali jika ia sudah menikah, maka seluruh tanggung jawab sudah diserahkan kepada suaminya.

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Kato (2005) yaitu faktor penyebab wanita ikut serta dalam proses merantau, salah satunya karena semakin banyak laki-laki membawa istri serta anak-anaknya ke daerah rantau. Dengan demikian, pada zaman sekarang, perempuan-perempuan di Minangkabau juga pergi merantau untuk menuntut ilmu. Perempuan maupun laki-laki Minangkabau pergi merantau tidak hanya bertujuan untuk mencari kehidupan saja, tapi juga untuk melanjutkan pendidikan ke luar dari kampungnya, di zaman sekarang hal seperti ini juga sering disebut sebagai merantau.

Pada saat ini, melanjutkan pendidikan ke luar dari kampung halamannya adalah salah satu faktor pendorong masyarakat Minangkabau pergi merantau. Selain itu, faktor ekonomi merupakan salah satu faktor yang paling mendorong masyarakat Minangkabau untuk pergi merantau. Pada umumnya masyarakat Minangkabau yang pergi merantau berfokus dalam menjalani pekerjaan sebagai pedagang. Sesuai yang terdapat dalam Naim (2013) yang berpendapat bahwa tidaklah heran kiranya kalau kebanyakan orang Minangkabau di rantau berusaha di dunia perdagangan, karena dengan berdagang mereka dapat menjadi tuan atas diri mereka sendiri. Selain karena faktor-faktor penyebab tersebut, pengeluaran yang semakin banyak sehingga membutuhkan pemasukan yang lebih dari sekedar untuk makan sehari-hari saja, serta faktor pencarian hidup yang relatif bersifat homogen seperti bertani juga menjadi penyebab masyarakat Minangkabau memilih untuk meninggalkan kampung halamannya.

Perkembangan zaman juga mempengaruhi bagaimana pandangan masyarakat terhadap suatu wilayah, contohnya, seperti daya tarik yang dimiliki daerah perkotaan. Daya tarik kota yang dimaksud adalah tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup luas. Selain itu, lokasi perkotaan dianggap lebih strategis dari pada daerah kampung halaman.

Terlepas dari alasan masyarakat Minangkabau memilih untuk merantau, serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Minangkabau untuk merantau. Merantau sendiri juga memiliki keuntungannya tersendiri bagi diri si perantau, seperti memperluas wawasan pemikiran, karena dengan pindahnya seseorang ke tempat baru, dapat membuka wawasan orang tersebut terhadap hal-hal yang belum diketahuinya. Kemudian, pada lingkungan yang baru tidak semua orang akan memiliki cara berfikir dan cara pandang yang sama, sehingga dapat melatih meningkatkan rasa toleransi si perantau dalam berbagai hal. Selain itu, dengan merantau ketika meninggalkan keluarga, maka si perantau dapat lebih menghargai dan memahami arti keluarga bagi diri sendiri. Ketika merantau, tak dapat dipungkiri bahwa si perantau akan merasakan apa itu kebebasan, bebas dalam melakukan berbagai hal, bebas dalam memilih sesuatu. Namun, setiap tindakan yang dilakukan tidak akan terlepas dari rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, sehingga merantau akan sangat membantu dalam belajar bertanggung jawab, serta lebih baik dalam menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.

Dengan begitu, merantau bukan hanya tentang bagaimana seseorang pergi meninggalkan suatu wilayah untuk mengadu nasib, mencari ilmu pengetahuan, menambah pengalaman, memperbaiki ekonomi, menjalankan kewajiban maupun tentang terpaksa karena keadaan. Namun, juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik demi kehidupan yang lebih cerah kedepannya. Merantau tidak berarti bahwa kampung halaman bukanlah tempat yang baik untuk tumbuh dan berkembang. Tetapi merantau dapat menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki tekad yang kuat dalam menaklukkan hal-hal baru yang ada di wilayah orang lain dan pulang dengan memberikan rasa bangga untuk keluarga maupun diri sendiri.

Oleh : Melca Anandaputri Mahasiswi Sastra Jepang angkatan 23 Universitas Andalas.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/makna-indah-di-balik-merantau/10280/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:16.