JurnalPost.com – Wirausaha Merdeka merupakan sebuah program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bagi para mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang memiliki minat dan motivasi tinggi untuk berkonstribusi terhadap dunia wirausaha. Mahasiswa yang terlibat dalam program Wirausaha Merdeka akan mendapat pengalaman luar biasa dalam praktik berbisnis dan wiraswasta secara langsung. Hal ini karena program Wirausaha Merdeka menyusun 3 tahap pembelajaran secara proporsional.
Pertama adalah tahap pre-immersion, yaitu tahapan untuk mempelajari dasar-dasar wirausaha secara teoritis. Tahap ini dilakukan dalam bentuk kelas atau mentoring yang dilakukan bersama para dosen, praktisi, dan coach yang ahli pada bidangnya. Pada tahap ini pun, para mahasiswa dapat mengkaji dan memvalidasi rencana bisnisnya berdasarkan pengetahuan yang sudah diberikan. Tahap kedua adalah immersion yang dilakukan dengan melibatkan mahasiswa terjun ke lapangan untuk melihat proses bisnis secara nyata. Adapun metode yang dipilih oleh pemerintah adalah melakukan onboarding di UMKM yang bermitra dengan program wirausaha merdeka. Melalui proses ini, mahasiswa dapat mempelajari kondisi pasar secara langsung, sehingga mampu menjadi lebih kritis dan realistis dalam menyusun model bisnis dan membuat prototype bisnis yang tervalidasi.
Tahap terakhir dari program Wirausaha Merdeka adalah post-immersion. Pada tahapan ini, mahasiswa telah memiliki model bisnis yang matang dan siap untuk dimulai. Namun, sebagai bentuk uji coba, maka tahap ini mengadakan proses market validation dan feasibility study dalam rangka menguatkan persiapan bisnis peserta. Diharapkan setelah tahapan ini, mahasiswa memiliki bekal dalam menjalankan bisnis sesuai dengan yang direncanakan. Pada tahap post-immersion pun, pemerintah telah menyiapkan beragam fasilitas bagi peserta, salah satunya modal bisnis sebagai wujud dukungan terhadap bisnis mahasiswa Wirausaha Merdeka.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) merupakan salah satu universitas yang ikut serta dalam program Wirausaha Merdeka. Pada era digital ini, semakin banyak pemuda Indonesia yang memiliki semangat dalam berwirausaha. Dian Ayu Setyaningrum mahasiswa Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik program Wirausaha Merdeka Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terlibat dalam kegiatan berwirausaha bersama UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Surabaya. Salah satu UMKM yang terlibat dalam program ini, yaitu UMKM HTF (Healthy Tasty Food). UMKM HTF ini bergerak di bidang makanan dan minuman, khususnya catering nasi kotak, kue untuk berbagai macam acara, dan snack ringan lainnya.

UMKM HTF didirikan pada tahun 2015 dan memiliki perjalanan usaha yang inspiratif. Awal berdirinya UMKM HTF fokus pada penjualan kacang telur dan snack ringan dengan menitipkan di beberapa warung sekitar. Usaha ini hanya melibatkan anggota keluarga seperti saudara dan sepupu. Salah satu langkah besar dalam perkembangan UMKM HTF adalah ketika mereka mendapatkan bantuan dari PLN berupa mesin press untuk mengemas keripik pisang. Hal ini menghadirkan efisiensi dalam proses produksi dan pengemasan produk mereka. Sejak saat itu, keripik pisang menjadi salah satu produk unggulan UMKM HTF.
Produk ini tersedia dalam tiga varian rasa, yaitu manis, asin, dan original. Rasa yang paling banyak diminati oleh customer adalah rasa original. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan para customer, UMKM HTF memiliki tiga kemasan berbeda. Pertama, kemasan 200 gram dengan harga 20 ribu rupiah, yang cocok untuk outlet atau penjualan eceran. Kedua, plastik biasa dengan harga 15 ribu rupiah, yang menjadi pilihan ekonomis untuk konsumen. Dan kemasan 1 kilogram dengan harga 60 ribu rupiah, cocok untuk konsumen yang membutuhkan produk dalam jumlah besar.
Ucapan terima kasih diberikan kepada Dr. Dra. Rachmawati Novaria, MM selaku dosen pembimbing yang telah membantu saya untuk menyelesaikan artikel ini. Melalui kerjasama dengan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, UMKM HTF memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka, mengoptimalkan proses bisnis, dan meningkatkan kualitas produk. Selain itu, melibatkan mahasiswa dalam program ini dapat memberikan perspektif dan ide-ide baru yang dapat membantu UMKM HTF tetap berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya program seperti ini, kita bisa melihat bagaimana peran aktif mahasiswa dapat membawa perubahan positif terhadap pengembangan UMKM di Indonesia serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.