
JurnalPost.com – Setiap hari manusia menghasilkan sampah baik itu sampah organik maupun sampah non organik. Sampah-sampah tersebut sering kali dibiarkan saja tanpa dilakukan pengolahan. Padahal sampah-sampah tersebut dapat diolah menjadi hal yang lebih bermanfaat. Sampah yang sering ada di dalam rumah seperti sampah dapur yang berupa sayur dan buah sebenarnya dapat diolah menjadi hal yang lebih bermanfaat dan menguntungkan. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu mengolah sampah sayur dan buah menjadi eco enzym.
Kelompok Tani Keputih Bersemi yang membudidayakan sayuran hidroponik dapat merasakan manfaat dari olahan Eco Enzym. Olahan Eco Enzym dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi pertumbuhan sayuran hidroponik. Eco Enzym bisa menjadi pengganti atau nutrisi pendamping AB Mix. Manfaat tersebut dapat membantu kelompok tani dalam menghemat pengeluaran budidaya sayuran hidroponik. Untuk itu Mahasiswa Program Studi Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan sosialisasi tentang eco enzym dan cara membuatnya. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi keuntungan atau solusi untuk Kelompok Tani Keputih Bersemi, menciptakan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dan berkontribusi dalam masa depan pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Bersemi yang kebanyakan beranggotakan ibu-ibu. Para anggota yang hadir diberikan sebuah leaflet yang berisi tentang penjelasan eco enzym. Leaflet membantu anggota kelompok tani untuk lebih memahami isi materi yang dijelaskan dan leaflet tersebut bisa disimpan sebagai panduan anggota kelompok tani untuk membuat eco enzym kembali. Penjelasan mengenai eco enzym disertai dengan praktik secara langsung cara pembuatan eco enzym step by step dari awal sampai akhir. Bahan yang digunakan dalam praktik memanfaatkan sampah dari sisa buah-buahan. Peserta diberikan penjelasan perbedaan pemanfaatan sampah dari sayur dan buah dalam pengolahan eco enzym.
Anggota kelompok tani diberikan penjelasan tentang seberapa banyak penggunaan bahan-bahan dalam pembuatan eco enzym. Banyaknya bahan-bahan yang digunakan memiliki perbandingan 1:3:10 yaitu 1 untuk perbandingan gula atau molase, 3 untuk sisa sayur dan buah, dan 10 untuk air. Setiap bahan yang digunakan diberikan penjelasan agar anggota kelompok tani dapat mengetahui manfaat dari masin- masing bahan yang digunakan. Proses fermentasi untuk menjadi eco enzym memerlukan waktu selama 3 bulan dengan ciri-ciri memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat, dan cairan berwarna coklat gelap. Sedangkan eco enzym yang gagal memiliki aroma busuk dan terdapat jamur hitam di permukaan. Mahasiswa memberikan penjelasan tempat yang cocok untuk pembuatan eco enzym dan kapan eco enzym harus dibuka selama proses fermentasi, serta mengapa hal tersebut perlu dilakukan. Penjelasan diakhiri dengan penjelasan kegunan-kegunaan eco enzym bagi kehidupan. Eco enzym memiliki kegunaan sebagai pupuk cair organik, cairan pembersih serbaguna, herbisida dan pestisida alami. Kegiatan sosialisasi eco enzym mendapat antusiasme dan sambutan baik dari anggota kelompok tani hal ini dibuktikan dengan pertanyaan-pertanyaan keingintahuan anggota mengenai eco enzym. Kegiatan sosialisasi mengenai eco enzym ditutup dengan sesi foto bersama antara anggota kelompok tani dan mahasiswa.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi laman resmi UPN Veteran Jawa Timur di https://www.upnjatim.ac.id, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Jawa Timur https://lppm.upnjatim.ac.id, Fakultas Pertanian https://faperta.upnjatim.ac.id/, Program Studi Agribisnis https://agribis.upnjatim.ac.id/.