
JurnalPost.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia turut serta dalam mendorong perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sesuai dengan kebijakan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 berbunyi “Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Salah satunya adalah milik negara yang bergerak di sektor angkutan berbasis rel yaitu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Komitmen ini ditandai dengan diselenggarakannya pintu Boarding Gate berbasis Face Recognition (Pengenalan Wajah) di beberapa stasiun di Indonesia, seperti Stasiun Surabaya Pasarturi.
Hal tersebut mendorong mahasiswa S1 Program Studi Administrasi Publik Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN Veteran Jawa Timur yaitu Dwi Lestari dengan bimbingan Bapak Bayu Priambodo, S.IP, M.IP untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi program Face Recognition di KAI Daop 8 Stasiun Surabaya Pasarturi. Dengan menggunakan teori implementasi sebagai pisau analisis penelitian ini.

“Alasan memilih penelitian implementasi program Face Recognition sebagai pelayanan pintu Boarding Gate di Stasiun Surabaya Pasarturi karena penerapan pelayanan ini merupakan inovasi baru dan belum ada yang meneliti sebelumnya.” Ujar Dwi Lestari di Fisip UPN Veteran Jawa Timur. Kamis (11/1)
Program Face Recognition di Stasiun Surabaya Pasarturi merupakan pelayanan boarding gate yang sementara diprioritaskan KA Jarak Jauh dengan bentuk dobrakan baru memiliki keunggulan baik mempermudah, mempercepat dan memberikan kenyamanan untuk pengguna KA.
“Face Recognition Boarding Gate diharapkan semakin mempermudah pelanggan dalam melakukan perjalanan. Karena proses boarding yang jauh lebih cepat dan praktis, akan membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dalam menikmati seluruh proses perjalanan menggunakan kereta api. Alasan berkaitan penerapan program Face Recognition yang jelas untuk meminimalisir penggunaan kertas. Sehingga, tidak perlu diprint dan sebagainya. Dan alasanya selanjutnya melihat jangka panjang untuk meminimalisir tenaga SDM. Sehingga untuk mewujudkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.” Jelasnya (Kepala Sub Commercial KAI Daop 8 Surabaya di Stasiun Surabaya Pasarturi)
Dwi Lestari menjelaskan bahwa sesuai hasil realisasi registrasi pengguna Face Recognition di Stasiun Surabaya Pasarturi dikatakan berhasil sesuai dengan hasil research data dinyatakan masuk kategori registrasi pengguna terbanyak dibawah naungan Daop 8 Surabaya yang menerapakan program ini selama 2023 yaitu mencapai 73.314 pengguna (sumber : Humasda Daop 8 Surabaya).
Di susun oleh Dwi Lestari