Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa Untag Surabaya Dorong Kreativitas Lingkungan melalui Pelatihan Ecoprint di Desa Tamiajeng

Tim Editor: Redaksi ยท Tanggal: 11 Januari 2026

Penulis: Anastasia Putri

Trawas, JurnalPost.com, 11 Januari 2026, Sebagai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, saya bersama tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan program pelatihan ecoprint dasar berbasis bahan alami di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan potensi lokal yang ada di Desa Tamiajeng.

Pelatihan ecoprint ini kami rancang sebagai kegiatan edukatif yang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar desa. Desa Tamiajeng memiliki lingkungan alam yang masih asri dengan beragam jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif. Namun, berdasarkan pengamatan awal, pemanfaatan bahan alami sebagai kegiatan edukatif dan kreatif masih tergolong terbatas.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang utama dilaksanakannya pelatihan ecoprint, sebagai upaya sederhana untuk mengenalkan alternatif kegiatan kreatif yang dekat dengan alam dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan dedaunan yang tersedia di sekitar lingkungan desa, masyarakat diajak untuk melihat alam tidak hanya sebagai ruang hidup, tetapi juga sebagai sumber inspirasi.

Melalui program ini, kami melibatkan Ibu-ibu PKK Desa Tamiajeng sebagai peserta utama. Ibu-ibu PKK dipilih karena memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat serta berpotensi menjadi penggerak keberlanjutan kegiatan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.

Selain itu, keterlibatan Ibu-ibu PKK diharapkan mampu memperkuat peran perempuan desa dalam kegiatan kreatif dan edukatif, sekaligus mendorong terciptanya aktivitas positif yang dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan rumah tangga.

Program pelatihan ecoprint menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian ini. Kami mengenalkan ecoprint sebagai teknik sederhana yang memanfaatkan daun dan tanaman alami untuk menghasilkan motif pada kain tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Selain ramah lingkungan, teknik ini mudah dipahami dan dapat diterapkan kembali secara mandiri oleh masyarakat.
Pengenalan teknik ecoprint ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan pewarna sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pelaksanaan pelatihan diawali dengan sosialisasi mengenai konsep ecoprint dan pemanfaatan bahan alami, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung. Peserta diajak untuk memilih dan menyusun daun pada media kain dan totebag, melakukan proses pemindahan motif, hingga tahap penguncian warna dan pengeringan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta terlibat aktif dan memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

Metode praktik langsung dipilih agar peserta dapat lebih mudah memahami setiap tahapan proses ecoprint, sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk bereksplorasi dengan kreativitas masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat jelas. Ibu-ibu PKK mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat. Melalui praktik ecoprint ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkarya. Setiap peserta berhasil menghasilkan produk ecoprint sederhana sebagai hasil dari pelatihan.

Hasil karya yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa proses kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang sederhana dan mudah dijangkau, tanpa harus bergantung pada peralatan yang rumit.

Selain fokus pada pelatihan ecoprint, kami juga mendorong peran aktif ibu-ibu PKK sebagai penggerak keberlanjutan program. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat dilanjutkan sebagai aktivitas kreatif berbasis lingkungan di tingkat keluarga dan masyarakat Desa Tamiajeng. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan budaya kreatif yang selaras dengan pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat desa.

Kegiatan pengabdian ini memberikan pengalaman berharga bagi saya sebagai mahasiswa untuk terlibat langsung dengan masyarakat. Melalui kolaborasi sederhana dan pemanfaatan potensi lokal, pelatihan ecoprint di Desa Tamiajeng diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, saya juga memperoleh pembelajaran bermakna tentang pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Pelatihan ecoprint ini menjadi salah satu bentuk kecil dari upaya membangun kesadaran bersama akan kreativitas, lingkungan, dan nilai kolaborasi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-untag-surabaya-dorong-kreativitas-lingkungan-melalui-pelatihan-ecoprint-di-desa-tamiajeng/22846/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 01:06.